Definisi Konsep Makruf Menurut Nyai Badriyah Fayumi: Perbedaan revisi
Loncat ke navigasi
Loncat ke pencarian
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber |: |[https://arrahim.id/bf/tanya-jawab-agama-kasus-penjualan-anak-apakah-orang-tua-dianggap-durhaka/ arrahim.id] |- |Penulis |: |MZ |- |T...') |
|||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber | |Sumber | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://mubadalah.id/definisi-konsep-makruf-menurut-nyai-badriyah-fayumi/ mubadalah.id] | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | |Redaksi | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Publikasi | |Tanggal Publikasi | ||
|: | |: | ||
| | |15/06/2023 | ||
|- | |- | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://mubadalah.id/definisi-konsep-makruf-menurut-nyai-badriyah-fayumi/ Definisi Konsep Makruf Menurut Nyai Badriyah Fayumi] | ||
|} | |} | ||
'' | '''[[Mubadalah]].id –''' [[Badriyah Fayumi|Nyai Hj. Badriyah Fayumi,]] pengasuh Pesantren Mahasina Bekasi dan salah satu [[tokoh]] kunci [[KUPI]] mendefinisikan konsep makruf sebagai: “Segala sesuatu yang mengandung nilai kebaikan, kebenaran, dan kepantasan yang sesuai dengan syari’at, akal sehat, dan pandangan umum suatu masyarakat”. | ||
Ayat 19 dari Surat an-Nisa’ (4) yang mengharuskan suami memperlakukan istri secara ''ma’ruf,'' artinya dengan sesuatu yang disukai dan diterima oleh perasaan, dibenarkan menurut syari’at, serta dipertegas [[tradisi]] dan kebiasaan masyarakat ''(urf).'' | |||
Konsep makruf dalam [[al-Qur’an]] mengandung tiga ide dasar yang bisa kita kembangkan lebih lanjut. Tiga ide tersebut sebagai berikut: | |||
[[Kategori:Jejak Badriyah Fayumi]] | [[Kategori:Jejak Badriyah Fayumi]] | ||
Revisi terkini pada 24 September 2024 03.07
Info Artikel
| Sumber | : | mubadalah.id |
| Penulis | : | Redaksi |
| Tanggal Publikasi | : | 15/06/2023 |
| Artikel Lengkap | : | Definisi Konsep Makruf Menurut Nyai Badriyah Fayumi |
Mubadalah.id – Nyai Hj. Badriyah Fayumi, pengasuh Pesantren Mahasina Bekasi dan salah satu tokoh kunci KUPI mendefinisikan konsep makruf sebagai: “Segala sesuatu yang mengandung nilai kebaikan, kebenaran, dan kepantasan yang sesuai dengan syari’at, akal sehat, dan pandangan umum suatu masyarakat”.
Ayat 19 dari Surat an-Nisa’ (4) yang mengharuskan suami memperlakukan istri secara ma’ruf, artinya dengan sesuatu yang disukai dan diterima oleh perasaan, dibenarkan menurut syari’at, serta dipertegas tradisi dan kebiasaan masyarakat (urf).
Konsep makruf dalam al-Qur’an mengandung tiga ide dasar yang bisa kita kembangkan lebih lanjut. Tiga ide tersebut sebagai berikut: