Cara Meminimalisir Poligami Ala Nyai Badriyah Fayumi: Perbedaan revisi
Loncat ke navigasi
Loncat ke pencarian
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber |: |[https://arrahim.id/bf/tanya-jawab-agama-kasus-penjualan-anak-apakah-orang-tua-dianggap-durhaka/ arrahim.id] |- |Penulis |: |MZ |- |T...') |
|||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber | |Sumber | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://mubadalah.id/cara-meminimalisir-poligami-ala-nyai-badriyah-fayumi/ mubadalah.id] | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | |Redaksi | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Publikasi | |Tanggal Publikasi | ||
|: | |: | ||
| | |24/08/2022 | ||
|- | |- | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://mubadalah.id/cara-meminimalisir-poligami-ala-nyai-badriyah-fayumi/ Cara Meminimalisir Poligami Ala Nyai Badriyah Fayumi] | ||
|} | |} | ||
'' | '''[[Mubadalah]].id –''' Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal [[Hadits]], [[Badriyah Fayumi|Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Lc. MA]] menyebutkan bahwa izin [[poligami]] pada hakikatnya adalah cara untuk meminimalisir terjadinya poligami itu sendiri. | ||
Jika suami-istri tidak tuntas membangun dialog, izin poligami yang dibuat atas dasar kerelaan dan kesiapan istri, kata dia, adalah mustahil. | |||
Banyak suami yang kebelet berpoligami menyerah sebelum menempuh proses dialog yang pasti tidak mudah itu. | |||
Akhirnya, suami menempuh jalan pintas. Ada yang dengan mengancam cerai, ada yang memanipulasi tanda tangan, bahkan ada yang mencuri cap jempol istri saat tidur. | |||
[[Kategori:Jejak Badriyah Fayumi]] | [[Kategori:Jejak Badriyah Fayumi]] | ||
Revisi terkini pada 24 September 2024 02.57
Info Artikel
| Sumber | : | mubadalah.id |
| Penulis | : | Redaksi |
| Tanggal Publikasi | : | 24/08/2022 |
| Artikel Lengkap | : | Cara Meminimalisir Poligami Ala Nyai Badriyah Fayumi |
Mubadalah.id – Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits, Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Lc. MA menyebutkan bahwa izin poligami pada hakikatnya adalah cara untuk meminimalisir terjadinya poligami itu sendiri.
Jika suami-istri tidak tuntas membangun dialog, izin poligami yang dibuat atas dasar kerelaan dan kesiapan istri, kata dia, adalah mustahil.
Banyak suami yang kebelet berpoligami menyerah sebelum menempuh proses dialog yang pasti tidak mudah itu.
Akhirnya, suami menempuh jalan pintas. Ada yang dengan mengancam cerai, ada yang memanipulasi tanda tangan, bahkan ada yang mencuri cap jempol istri saat tidur.