Ngaji Metodologi Fatwa KUPI Seri ke-1: Pengalaman Perempuan sebagai Basis Fatwa KUPI

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

3 April 2022

Ngaji Metodologi Fatwa KUPI #1

Selama ini, basis fatwa-fatwa tentang perempuan, misalnya perempuan bekerja, adalah apakah dikhawatirkan menimbulkan fitnah terhadap laki-laki? Jika ya hukumnya haram, jika tidak, hukumnya bisa boleh.

Nah, KUPI menawarkan terobosan bahwa basis fatwa tentang perempuan adalah kebutuhan dan kemaslahatan mereka. Bahkan, semua fatwa keagamaan, dalam metodologi fatwa KUPI, harus merujuk pada pengalaman dan pengetahuan perempuan.

Apakah sesuatu itu maslahat atau mafsadat bagi perempuan? Apakah berarti: jika sesuatu itu maslahat bagi perempuan, ia menjadi boleh, bahkan bisa wajib? Jika mafsadat bagi mereka, ia malah haram, atau minimal makruh?

Apakah boleh mengeluarkan fatwa dengan merujuk pada pengalaman perempuan? Apa dalil dan argumentasinya? Apa yang dimaksud pengalaman perempuan? Bukankah pengalaman perempuan itu beragam, berbeda, bahkan bisa bertentangan? Jika demikian, bagaimana ia menjadi rujukan fatwa?

Penasaran dengan semua ini?

Mari ikuti Ruang Ngaji Metodologi Fatwa KUPI #1

Tuan Rumah : Dr. Faqihuddin Abdul Kodir (Penulis Buku Metodologi Fatwa KUPI dan Anggota Majelis Musyawarah KUPI)
Narasumber : Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm (Dosen PTIQ Jakarta dan Anggota Majelis Musyawara KUPI)
Link Video : https://www.youtube.com/watch?v=8pG7uaxTFjg
Ngajimfk (1).jpg