Antara Ulama, Perempuan & Perempuan Ulama: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
Baris 12: Baris 12:


=== Ulama, Perempuan & Ulama Perempuan ===
=== Ulama, Perempuan & Ulama Perempuan ===
Pelaksanaan kongres ini juga menegaskan peran ulama dalam menyampaikan pesan-pesan tentang keadilan hakiki perempuan. “Jadi, ada istilah perempuan ulama dan ulama perempuan. Perempuan ulama adalah seorang perempuan yang memiliki kapasitas keulamaan. Jadi kata perempuan di sini bermakna biologis. Sedangkan istilah ulama perempuan dimaksudkan sebagai ulama (baik laki-laki maupun perempuan) yang mempunyai kesadaran bahwa keadilan hakiki bagi perempuan sebagai bagian tak terpisahkan dari Islam. Apa itu keadilan hakiki perempuan? Adalah keadilan yang mempertimbangkan kondisi khusus perempuan secara biologis karena organ, fungsi, dan masa reproduksinya yang berbeda dengan laki-laki, dan kondisi khusus perempuan secara sosial karena ketimpangan relasi dengan laki-laki yang menyejarah. Yang harus diketahui, ulama perempuan itu tidak harus seorang perempuan. Dia bisa jadi ulama yang secara biologis laki-laki tapi punya kesadaran seperti ini,” Nur Rofiah menambahkan.
Pelaksanaan kongres ini juga menegaskan peran ulama dalam menyampaikan pesan-pesan tentang [[Keadilan Hakiki|keadilan hakiki]] perempuan. “Jadi, ada istilah perempuan ulama dan ulama perempuan. Perempuan ulama adalah seorang perempuan yang memiliki kapasitas keulamaan. Jadi kata perempuan di sini bermakna biologis. Sedangkan istilah ulama perempuan dimaksudkan sebagai ulama (baik laki-laki maupun perempuan) yang mempunyai kesadaran bahwa [[Keadilan Hakiki Bagi Perempuan|keadilan hakiki bagi perempuan]] sebagai bagian tak terpisahkan dari Islam. Apa itu keadilan hakiki perempuan? Adalah keadilan yang mempertimbangkan kondisi khusus perempuan secara biologis karena organ, fungsi, dan masa reproduksinya yang berbeda dengan laki-laki, dan kondisi khusus perempuan secara sosial karena ketimpangan relasi dengan laki-laki yang menyejarah. Yang harus diketahui, ulama perempuan itu tidak harus seorang perempuan. Dia bisa jadi ulama yang secara biologis laki-laki tapi punya kesadaran seperti ini,” Nur Rofiah menambahkan.


Animo yang ingin mengikuti kongres ini juga sangat luar biasa. Lebih 1000 orang sudah mendaftar padahal kapasitas peserta hanya 500 orang. Itu pula sebabnya kami harus menyisir kembali jumlah peserta yang sudah mendaftar hingga bisa merata mewakili wilayah berbeda di Indonesia,” kata Nur Rofiah.
Animo yang ingin mengikuti kongres ini juga sangat luar biasa. Lebih 1000 orang sudah mendaftar padahal kapasitas peserta hanya 500 orang. Itu pula sebabnya kami harus menyisir kembali jumlah peserta yang sudah mendaftar hingga bisa merata mewakili wilayah berbeda di Indonesia,” kata Nur Rofiah.
Baris 32: Baris 32:


''Sumber: Majalah Noor, Vol. XXIII 2017, hal. 74''
''Sumber: Majalah Noor, Vol. XXIII 2017, hal. 74''
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita]]
[[Kategori:Berita KUPI 1]]
[[Kategori:Berita Kongres 1]]

Menu navigasi