15.259
suntingan
(←Membuat halaman berisi '''Untuk pertama kalinya, para ulama perempuan Indonesia menggelar kongres yang tidak hanya menjadi ajang silaturahim tapi sekaligus membawa misi besar untuk kaum perem...') |
|||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
''Untuk pertama kalinya, para ulama perempuan Indonesia menggelar kongres yang tidak hanya menjadi ajang silaturahim tapi sekaligus membawa misi besar untuk kaum perempuan di Indonesia.'' | ''Untuk pertama kalinya, para ulama perempuan Indonesia menggelar kongres yang tidak hanya menjadi ajang silaturahim tapi sekaligus membawa misi besar untuk kaum perempuan di Indonesia.'' | ||
Menutup bulan April ini, para ulama perempuan di Indonesia berkumpul menyatukan sikap dan pandangan tentang berbagai isu perempuan yang terjadi belakangan ini. Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) yang berlangsung pada Selasa hingga Kamis (25 – 27 April 2017) di Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon, Jawa Barat ini menurut salah seorang penggagasnya, Dr. Nur Rofiah merupakan kongres ulama perempuan yang pertama digelar di Indonesia. | Menutup bulan April ini, para ulama perempuan di Indonesia berkumpul menyatukan sikap dan pandangan tentang berbagai isu perempuan yang terjadi belakangan ini. Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) yang berlangsung pada Selasa hingga Kamis (25 – 27 April 2017) di Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon, Jawa Barat ini menurut salah seorang penggagasnya, Dr. [[Nur Rofiah]] merupakan kongres ulama perempuan yang pertama digelar di Indonesia. | ||
"Kalau keulamaan perempuan dalam arti keulamaan yang mengintegrasikan keadilan substansif pada perempuan dalam ajaran Islam, bisa jadi ini yang pertama kali dilakukan di Indonesia, bahkan mungkin dunia. Namun jika kongres ulama perempuan dalam arti umum yakni perempuan-perempuan berilmu, tentu saja sudah banyak, kata dosen program Pasca Sarjana PTIQ Jakarta ini. | "Kalau keulamaan perempuan dalam arti keulamaan yang mengintegrasikan keadilan substansif pada perempuan dalam ajaran Islam, bisa jadi ini yang pertama kali dilakukan di Indonesia, bahkan mungkin dunia. Namun jika kongres ulama perempuan dalam arti umum yakni perempuan-perempuan berilmu, tentu saja sudah banyak, kata dosen program Pasca Sarjana PTIQ Jakarta ini. | ||
| Baris 9: | Baris 9: | ||
Pelaksanaan KUPI juga berlatarbelakang dari peran besar ulama perempuan dalam setiap perkembangan peradaban Islam. Apalagi Rasulullah saw juga merupakan sosok yang sangat memuliakan perempuan dan memberi jalan kebebasan pada perempuan. | Pelaksanaan KUPI juga berlatarbelakang dari peran besar ulama perempuan dalam setiap perkembangan peradaban Islam. Apalagi Rasulullah saw juga merupakan sosok yang sangat memuliakan perempuan dan memberi jalan kebebasan pada perempuan. | ||
Namun tradisi keulamaan perempuan di dunia Islam, termasuk di Indonesia, juga berhadapan dengan konteks geo-politik, budaya dan proses asimilasi Islam dengan budaya lokal. | Namun [[tradisi]] keulamaan perempuan di dunia Islam, termasuk di Indonesia, juga berhadapan dengan konteks geo-politik, budaya dan proses asimilasi Islam dengan budaya lokal. | ||
=== Ulama, Perempuan & Ulama Perempuan === | === Ulama, Perempuan & Ulama Perempuan === | ||
| Baris 18: | Baris 18: | ||
Selain ulama perempuan yang hampir semuanya datang secara swadaya, ada juga mitra ulama perempuan yang punya visi sama tapi tidak memiliki latar belakang keilmuan studi Islam. Sedangkan pengamat ada tempatnya sendiri. | Selain ulama perempuan yang hampir semuanya datang secara swadaya, ada juga mitra ulama perempuan yang punya visi sama tapi tidak memiliki latar belakang keilmuan studi Islam. Sedangkan pengamat ada tempatnya sendiri. | ||
“ Akan banyak forum yang diselenggarakan dengan berbagai seminar, antara lain, seminar internasional, seminar nasional, diskusi paralel, dan musyawarah keagamaan, yang membahas tiga topik yaitu kekerasan seksual, perkawinan anak, dan perusakan alam dalam konteks ketimpangan sosial. Pada diskusi paralel akan ada sembilan kelompok dengan berbagai topik bahasan, antara lain topik radikalisme Islam. Di samping forum serius ini, ada juga malam budaya dengan berbagai pertunjukan tentang pergerakan dan perjuangan perempuan. | “ Akan banyak forum yang diselenggarakan dengan berbagai seminar, antara lain, seminar internasional, seminar nasional, diskusi paralel, dan [[musyawarah]] keagamaan, yang membahas tiga topik yaitu kekerasan seksual, perkawinan anak, dan perusakan alam dalam konteks ketimpangan sosial. Pada diskusi paralel akan ada sembilan kelompok dengan berbagai topik bahasan, antara lain topik radikalisme Islam. Di samping forum serius ini, ada juga malam budaya dengan berbagai pertunjukan tentang pergerakan dan perjuangan perempuan. | ||
=== Tanpa Target Kepemimpinan === | === Tanpa Target Kepemimpinan === | ||
| Baris 33: | Baris 33: | ||
''Sumber: Majalah Noor, Vol. XXIII 2017, hal. 74'' | ''Sumber: Majalah Noor, Vol. XXIII 2017, hal. 74'' | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita KUPI 1]] | |||