2023 Akuntansi Kesalingan: Rekonstruksi Akuntansi Rumah Tangga Perspektif Mubadalah

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
2023 Akuntansi Kesalingan: Rekonstruksi Akuntansi Rumah Tangga Perspektif Mubadalah
NO PHOTO.jpg
JudulIMANENSI; Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Islam
SeriVol 8 No 2 (2023)
Tahun terbit
2023-09-15
ISBN2339-1847
Nama Jurnal : IMANENSI; Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Islam
Seri : Vol 8 No 2 (2023)
Tahun : 2023-09-15
Judul Tulisan : Akuntansi Kesalingan: Rekonstruksi Akuntansi Rumah Tangga Perspektif Mubadalah
Penulis : Ria Anisatus Sholihah (UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan), Shinta Nurani (UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan), Muhammad Sultan Mubarok (UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan)

Abstract

This article aims to reconstruct household accounting from a mubadalah perspective. This article uses literature research through mubadalah analysis initiated by Faqihuddin Abdul Kodir to reconstruct the concept of household accounting which is perceived more as a private area and is attached to feminine characteristics so that household accounting is associated with the prospect of mutuality (mubadalah). The main finding is the mutual relationship between husband and wife that is needed in implementing household accounting practices with the stages: (1) commitment; (2) budgeting; (3) recording; (4) decision making; and (5) long-term financial planning. This study has implications for the use of the philosophical foundation of horizontal social monotheism in economic activities, especially household accounting practices.

Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi akuntansi rumah tangga dari perspektif mubadalah. Artikel ini menggunakan riset kepustakaan melalui analisis mubadalah yang digagas Faqihuddin Abdul Kodir untuk merekonstruksi konsep akuntansi rumah tangga yang lebih dipersepsikan sebagai wilayah privat dan lekat dengan karakteristik feminim sehingga akuntansi rumah tangga dikaitkan perspektif kesalingan (mubadalah). Temuan Utama adalah relasi kesalingan antara suami istri diperlukan dalam melaksanakan praktik akuntansi rumah tangga dengan tahapan: (1) penetapan komitmen; (2) penganggaran; (3) pencatatan; (4) pengambilan keputusan; dan (5) perencanaan keuangan jangka Panjang. Kajian ini berimplikasi pada penggunaan landasan filosofis tauhid sosial horizontal dalam aktivitas ekonomi terutama praktik akuntansi rumah tangga.


Keywords: Household Accounting; Mubadalah Sharia Accounting

Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://doi.org/10.34202/imanensi.8.2.2023.63-76