Mengenal Ragam Disabilitas Lebih Dekat

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Info Artikel:

Sumber Original : Mubadalah.id
Tanggal Publikasi : 18-10-2024
Penulis : Aslamiah
Artikel Lengkap : Mengenal Ragam Disabilitas Lebih Dekat

Mubadalah.id – Di antara kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan kawan difabel (different ability) atau kelompok disabilitas. Menurut UU Nomor 8 Tahun 2016 menyebutkan yang dimaksud dengan disabilitas adalah insan yang memiliki keterbatasan/hambatan fisik, mental, intelektual, atau sensorik dalam jangka waktu lama. Di mana dalam interaksinya dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya dapat memperoleh hambatan yang menyulitkan untuk mereka berpartisipasi penuh berdasarkan kesamaan hak.

Mungkin di antara kita adalah kelompok disabilitas atau memiliki teman, sahabat, tetangga, saudara dan rekan kerja dengan penyandang disabilitas. Namun pertanyaannya apakah kita sudah mengenali maksud ragam disabilitas dalam definisi di atas? Pada tulisan ini penulis akan mencoba memberikan sedikit informasi apa saja ragam disabilitas dan beberapa tips dasar cara berkomunikasinya menurut beberapa sumber.

Dari definisi yang terumuskan dalam UU di atas telah mengalami perubahan terminologi penyebutan dari yang dulu kita sebut sebagai penyandang cacat menjadi penyandang disabilitas. Hal ini karena penyebutan ‘cacat’ seakan kita pandang kurang berdaya dan tidak mampu dalam beraktivitas.

Selain itu, penyebutan cacat kita tujukan pada objek barang dan tidak pantas kita tujukan untuk manusia atau dalam hal ini teman dengan disabilitas. Sedangkan sebutan disabilitas mengacu pada terminologi yang harapannya dapat memperjuangkan kesamaan hak dan hukum serta memiliki kemampuan yang sama namun harus kita tempuh dengan jalan atau cara yang berbeda.

Disabilitas tidak Menular

Lalu apakah disabilitas itu menular? Tentu jawabannya tidak ya! karena disabilitas tidak disebabkan oleh adanya virus atau bakteri dalam diri seseorang. Tetapi penyebabnya karena beberapa faktor seperti kelainan dari lahir seperti kromosom dan gen. Selain itu bisa juga paparan infeksi berbahaya saat di dalam kandungan.

Maka dari konteks tersebut yang paling rentan menjadi disabilitas adalah anak dan  ibu hamil. Namun tidak hanya dua kelompok itu saja, lansia dan individu dengan penyakit berisiko seperti TB, HIV, diabates mellitus dan stroke juga rentan menjadi disabilitas. . . . . .