Tadarus Subuh: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
2.112 bita ditambahkan ,  26 Juni 2023 23.56
tidak ada ringkasan suntingan
Baris 309: Baris 309:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=oK_XsfhB5cs
|}
|}
Riwayat tentang usia Sayidah Aisyah r.a. yang masih kanak-kanak (usia 6 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW, dan 9 tahun pada saat mengawali kehidupan rumah tangganya) merupakan data sejarah yang dianggap final dan reliabel selama puluhan abad oleh banyak orang. Mayoritas ulama fikih dari berbagai mazhab juga membolehkan menikah di usia anak. Hal ini didasarkan pada Hadis riwayat Bukhari dalam shahihnya, no. 3944. Namun, ada pula ulama yang melarang pernikahan anak. Bahkan, di masa kini, pernikahan anak adalah hal yang sangat ditentang karena mempertimbangkan kesiapan fisik maupun mental orang yang menjalaninya. Berdasarkan hal itu, lantas bagaimana memahami Hadis yang mengatakan bahwa Sayidah Aisyah dinikahi pada usia anak? Bagaimana kita memandang Hadis ini dengan realitas yang kita hadapi saat ini? Bagaimana pandangan mubadalah menyikapi pendapat dibolehkannya nikah muda dengan penyandaran terhadap Hadis tadi?
Riwayat tentang usia Sayidah Aisyah r.a. yang masih kanak-kanak (usia 6 tahun ketika menikah dengan Nabi Muhammad SAW, dan 9 tahun pada saat mengawali kehidupan rumah tangganya) merupakan data sejarah yang dianggap final dan reliabel selama puluhan abad oleh banyak orang. Mayoritas ulama fikih dari berbagai mazhab juga membolehkan menikah di usia anak. Hal ini didasarkan pada Hadis riwayat Bukhari dalam shahihnya, no. 3944. Namun, ada pula ulama yang melarang pernikahan anak. Bahkan, di masa kini, pernikahan anak adalah hal yang sangat ditentang karena mempertimbangkan kesiapan fisik maupun mental orang yang menjalaninya. Berdasarkan hal itu, lantas bagaimana memahami Hadis yang mengatakan bahwa Sayidah Aisyah dinikahi pada usia anak? Bagaimana kita memandang Hadis ini dengan realitas yang kita hadapi saat ini? Bagaimana pandangan mubadalah menyikapi pendapat dibolehkannya nikah muda dengan penyandaran terhadap Hadis tadi?
Baris 324: Baris 328:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=sTLhkTGeafg
|}
|}
Ada banyak narasi yang menyuarakan kesimpulan bahwa jihad terbaik perempuan adalah di rumah. Sehingga tak jarang memunculkan tafsiran, bahwa perempuan yang di rumah saja, taat kepada suami, jauh lebih baik daripada perempuan yang keluar rumah. Pada kenyataannya, catatan sejarah mengatakan bahwa pada masa Rasulullah Saw. masih hidup, tak sedikit perempuan turun berjihad, memperjuangkan kebaikan bahkan dalam aksi berperang bela negara. Lantas bagaimana seharusnya jihad ini dimaknai? Bolehkah perempuan berjihad dengan keluar rumah? Bagaimana perspektif mubadalah dalam memandang jihad perempuan?
Ada banyak narasi yang menyuarakan kesimpulan bahwa jihad terbaik perempuan adalah di rumah. Sehingga tak jarang memunculkan tafsiran, bahwa perempuan yang di rumah saja, taat kepada suami, jauh lebih baik daripada perempuan yang keluar rumah. Pada kenyataannya, catatan sejarah mengatakan bahwa pada masa Rasulullah Saw. masih hidup, tak sedikit perempuan turun berjihad, memperjuangkan kebaikan bahkan dalam aksi berperang bela negara. Lantas bagaimana seharusnya jihad ini dimaknai? Bolehkah perempuan berjihad dengan keluar rumah? Bagaimana perspektif mubadalah dalam memandang jihad perempuan?
Baris 341: Baris 349:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=ob9ybQaAlVg
|}
|}
Salah satu narasi Hadis dalam Sunan al-Tirmizi mengatakan bahwa apabila ada seseorang yang diridai agama dan akhlaknya lantas datang melamar, maka dianjurkan untuk menerimanya, jika tidak maka akan terjadi fitnah di muka bumi. Dari Hadis tersebut kemudian muncul kesimpulan bahwa perempuan tidak baik menolak lamaran. Lantas, bagaimana mubadalah memandang hal ini?
Salah satu narasi Hadis dalam Sunan al-Tirmizi mengatakan bahwa apabila ada seseorang yang diridai agama dan akhlaknya lantas datang melamar, maka dianjurkan untuk menerimanya, jika tidak maka akan terjadi fitnah di muka bumi. Dari Hadis tersebut kemudian muncul kesimpulan bahwa perempuan tidak baik menolak lamaran. Lantas, bagaimana mubadalah memandang hal ini?
Baris 356: Baris 368:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=JX7SLMCn2qE
|}
|}
Salah satu nasihat atau ceramah yang kerap kita dengar adalah bahwa: '''"Hiasan Terbaik Adalah Istri Shalihah"'''. Dari narasi tersebut kemudian muncul kesimpulan bahwa perempuan sebagai istri harus senantiasa salihah dan tidak memberikan nasihat yang sama kepada laki-laki.  
Salah satu nasihat atau ceramah yang kerap kita dengar adalah bahwa: '''"Hiasan Terbaik Adalah Istri Shalihah"'''. Dari narasi tersebut kemudian muncul kesimpulan bahwa perempuan sebagai istri harus senantiasa salihah dan tidak memberikan nasihat yang sama kepada laki-laki.  
Baris 373: Baris 389:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=W2-oIlbBIu4
|}
|}
Salah satu narasi yang kerap disuarakan atas dasar dalil agama mengatakan bahwa apabila dibolehkan, perempuan selayaknya sujud kepada suami. Namun benarkah perintahnya adalah benar-benar untuk bersujud atau mengandung makna lain?  
Salah satu narasi yang kerap disuarakan atas dasar dalil agama mengatakan bahwa apabila dibolehkan, perempuan selayaknya sujud kepada suami. Namun benarkah perintahnya adalah benar-benar untuk bersujud atau mengandung makna lain?  
Baris 390: Baris 410:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=WeevrZ14YvY
|}
|}
Salah satu Hadis yang dijadikan dalil ketundukan istri adalah Hadis tentang melayani seks, sekalipun dalam kondisi yang tidak layak. Namun jika disandarkan pada nilai kemanusiaan dan Islam sebagai agama rahmatan lil'alamin, apakah maksud dari Hadis ini?  
Salah satu Hadis yang dijadikan dalil ketundukan istri adalah Hadis tentang melayani seks, sekalipun dalam kondisi yang tidak layak. Namun jika disandarkan pada nilai kemanusiaan dan Islam sebagai agama rahmatan lil'alamin, apakah maksud dari Hadis ini?  
Baris 407: Baris 431:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=iF94YVUboOg
|}
|}
Salah satu narasi yang kerap didengar dalam hubungan suami istri adalah apabila seorang istri menolak ajakan suaminya berhubungan badan, maka sepanjang malam sang istri akan dilaknat oleh malaikat. Makna Hadis tersebut seolah-olah memihak kepada laki-laki saja dan membuat Islam terkesan bias. Namun adakah makna lain dari Hadis ini?  
Salah satu narasi yang kerap didengar dalam hubungan suami istri adalah apabila seorang istri menolak ajakan suaminya berhubungan badan, maka sepanjang malam sang istri akan dilaknat oleh malaikat. Makna Hadis tersebut seolah-olah memihak kepada laki-laki saja dan membuat Islam terkesan bias. Namun adakah makna lain dari Hadis ini?  
Baris 424: Baris 452:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=yG3ROlkFzvE
|}
|}


Baris 438: Baris 470:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=C7gMCpZL2yk
|}
|}
Salah satu narasi yang kerap didengar dalam hubungan suami istri adalah apabila seorang istri hendak keluar rumah ataupun melakukan sesuatu harus atas seizin suaminya. Narasi tersebut seolah-olah menuntut bahwa apapun yang perempuan lakukan harus atas seizin suami, namun pesan yang sama tidak pernah ditekankan kepada laki-laki. Bagaimana perspektif mubadalah memandang narasi tersebut?
Salah satu narasi yang kerap didengar dalam hubungan suami istri adalah apabila seorang istri hendak keluar rumah ataupun melakukan sesuatu harus atas seizin suaminya. Narasi tersebut seolah-olah menuntut bahwa apapun yang perempuan lakukan harus atas seizin suami, namun pesan yang sama tidak pernah ditekankan kepada laki-laki. Bagaimana perspektif mubadalah memandang narasi tersebut?
Baris 453: Baris 489:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|[https://www.youtube.com/watch?v=jLyU4o5cbQ4 1. https://www.youtube.com/watch?v=jLyU4o5cbQ4]
2. https://www.youtube.com/watch?v=UfJppjpH2fo
|}
|}
Dalam mempromosikan [[poligami]] atau mendoktrin perempuan agar menerima poligami, beberapa pihak kerap menggunakan narasi bahwa Nabi Saw. melakukan poligami. Menolak poligami berarti melawan teladan Rasulullah Saw. Namun benarkah demikian?  
Dalam mempromosikan [[poligami]] atau mendoktrin perempuan agar menerima poligami, beberapa pihak kerap menggunakan narasi bahwa Nabi Saw. melakukan poligami. Menolak poligami berarti melawan teladan Rasulullah Saw. Namun benarkah demikian?  
Baris 475: Baris 516:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=-nAue4dQW-0
|}
|}


Baris 489: Baris 534:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=yTks_CXUiyo
|}
|}


Baris 503: Baris 552:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)  
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)  
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=wyOrHFbeT64
|}
|}


Baris 517: Baris 570:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)  
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)  
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=4lY4Y3cTbmo
|}
|}


Baris 531: Baris 588:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=h6vN3t89FmU
|}
|}


Baris 546: Baris 607:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)  
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)  
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=LmRtjnnqCL8
|}
|}


Baris 562: Baris 627:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)  
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)  
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=ITwFAadEjho
|}
|}


Baris 576: Baris 645:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=HgL2sbgi6Rk
|}
|}


Baris 590: Baris 663:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=fsncI03WdsQ
|}
|}


Baris 604: Baris 681:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)  
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)  
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=GZWSP-ARGIQ
|}
|}


Baris 618: Baris 699:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=ZwGmfvSs-pQ
|}
|}


Baris 632: Baris 717:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)  
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)  
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=UmQxyHE7IhQ
|}
|}


Baris 646: Baris 735:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=vUMP2wFCTR4
|}
|}


Baris 660: Baris 753:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=f5JQXMebq30
|}
|}


Baris 674: Baris 771:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=FstKn69bjX8
|}
|}


Baris 688: Baris 789:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=gwlfTeywzGo
|}
|}


Baris 702: Baris 807:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=_IlQU_BLx_c
|}
|}


Baris 716: Baris 825:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=9VQ0IxglrmM
|}
|}


Baris 730: Baris 843:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=1YA3a-513P8
|}
|}


Baris 750: Baris 867:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=PksnzOVs6Ao
|}
|}


Baris 764: Baris 885:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=w8DiPh2eK5I
|}
|}


Baris 782: Baris 907:
|:
|:
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|Dr. [[Faqihuddin Abdul Kodir]] (Penulis buku Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah!)
|-
|Link Video
|:
|https://www.youtube.com/watch?v=Lq7g0WEmlj8
|}
|}


Menu navigasi