2025-07-23 Kongres Ulama Perempuan di Yogyakarta Bahas Inovasi Tangani Sampah
Info Artikel
| Sumber Original | : | Tempo |
| Penulis | : | Shinta Maharani |
| Tanggal Terbit | : | 23 Juli 2025 | 18.44 WIB |
| Artikel Lengkap | : | Kongres Ulama Perempuan di Yogyakarta Bahas Inovasi Tangani Sampah |
TEMPO.CO, Yogyakarta - Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) bersama Indonesia untuk Kemanusiaan, organisasi pemberdayaan masyarakat sipil, diikuti 13 perwakilan ulama perempuan dari berbagai pesantren di Indonesia untuk membahas pengalaman mengelola sampah. Agenda itu diadakan di DI Yogyakarta pada 22-24 Juli 2025.
Sekretaris Majelis Musyawarah KUPI Masruchah mengatakan para ulama perempuan, Majelis Taklim, dan komunitas saling berbagi pengalaman mengatasi persoalan lingkungan. Sampah, yang merupakan masalah serius di pesantren, ternyata masih bisa dimanfaatkan kembali. “Kalau diolah dengan baik jadi produktif,” katanya kepada Tempo di sela konsolidasi KUPI pada Selasa, 22 Juli 2025.
Dalam forum itu, setiap perwakilan ulama perempuan mempresentasikan cara mengelola sampah. Nissa Wargadipura, pegiat lingkungan sekaligus pendiri Pesantren Ekologi At-Thaariq di Garut, Jawa Barat, sebagai contoh, berbagi pengalaman penerapan Green Islam.
Gerakan itu, kata Nissa, mengusung visi rahmatan lil alamin yang berhubungan dengan kesetaraan gender dalam perspektif Islam, Al Quran, Ketuhanan, dan sosial. Konsep ini juga mengajarkan pola makan yang sehat dan ramah lingkungan. “Pesantren ini terbuka bagi semua orang, tidak hanya kalangan Muslim,” ucap Nissa
Antisipasi sampah juga diterapkan oleh Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Babakan di Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Para santri di sana memiliki laboratorium untuk memilah sampah, termasuk sampah dari kamar masing-masing. Mereka mengelola sampah organik untuk pupuk kompos, serta membagi tugas untuk mengawasi santri yang membuang sampah sembarangan.