2020 Analisis Kesetaraan Gender Terhadap Dakwah Rasulullah SAW (Kajian Sejarah Islam)
| Judul | Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan |
|---|---|
| Seri | Vol 13 No 2 (2020) |
Tahun terbit | Desember, 2020 |
| ISBN | 2548-9887 |
| Nama Jurnal | : | Al-Maiyyah; Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan |
| Seri | : | Vol 13 No 2 (2020) |
| Tahun | : | Apr 25, 2024 |
| Judul Tulisan | : | Analisis Kesetaraan Gender Terhadap Dakwah Rasulullah SAW (Kajian Sejarah Islam) |
| Penulis | : | Ulfa Damayanti, Hasnani Siri, Nurhikmah Nurhikmah, Musyarif Musyarif, St. Aminah (Institut Agama Islam Negeri Parepare) |
Abstrak
Isu tentang gender marak diperbincangkan khususnya mengenai peran laki-laki dan perempuan dalam sektor domestik maupun publik. Bagaimana isu kesetaraan gender pada masa dakwah Rasulullah. Tulisan ini membahas tentang kesetaraan gender terhadap dakwah Rasulullah SAW. Qira‟ah Mubadalah (tafsir progresif untuk kesetaraan gender dalam islam) menjadi sumber utama pada penelitian pustaka dengan pendekatan historis yang digunakan untuk menganalisis kesetaraan gender pada masa Rasulullah SAW yang bertujuan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat tentang pengaplikasikan kesetaraan gender di masa modern. Sejak awal lahirnya Islam, Rasulullah SAW telah memberikan pemahaman tentang persamaan derajat bagi laki-laki dengan perempuan. Dakwah Rasulullah SAW mengenai persamaan derajat itu terbukti dari peran laki-laki dan perempuan yang sama-sama ikut berbaiat, hijrah, serta terlibat dalam peperangan Islam. Sehingga dapat dikatakan bahwa terjadi kesetaraan gender terhadap dakwah Rasulullah SAW. Disamping itu, perempuan juga melakukan berbagai pekerjaan yang pada saat itu berada di ruang publik. Itu menandakan bahwa perempuan tidak hanya terikat oleh peran domestik saja, begitu pula dengan laki-laki yang tidak hanya terikat oleh peran publik saja. Kesetaraan gender tidak lagi menjadi suatu polemik untuk mendapatkan kedudukan bagi laki-laki dan perempuan karena masing-masing memiliki kesempatan dan peran untuk bersama-sama terlibat dalam kegiatan publik dan domestik.
Kata Kunci: Kesetaraan Gender, Dakwah Rasulullah SAW., Peran Domestik, Peran Publik
Abstract
Gender issues are being discussed, especially regarding the roles of men and women in domestic and public sectors. How about the issue of gender equality during the da’wah period of the Prophet. This paper discusses gender equality in the da’wah of the Prophet Muhammad. Qira'ah Mubadalah (a progressive interpretation of gender equality in Islam) is the main source of literature research with a historical approach used to analyze gender equality during the time of da’wah by Prophet Muhammad. This research aims to provide a picture to society about the application of gender equality in modern era. Since the inception of Islam, Rasulullah SAW. has provided an understanding of equality for men and women. The da’wah of Rasulullah SAW. regarding equality is evident from the roles of men and women who both took allegiance, migrated, and were involved in Islamic wars. It can be said that there is gender equality in the preaching of the Prophet Muhammad. Besides that, women also do various jobs that at that time are in the public sector. This indicates that women are not only bound by domestic roles, as well as men who are not only bound by public roles. Gender equality is no longer a polemic to get a position for men and women because each has the opportunity and the role to be involved in public and domestic activities.
Keywords: Gender Equality, Preaching of Rasulullah, Domestic Roles, Public Roles
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: http://dx.doi.org/10.35905/al-maiyyah.v13i2.727