Tadarus Subuh ke-153: Perjanjian Pernikahan: Perbedaan revisi
Loncat ke navigasi
Loncat ke pencarian
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Perjanjian pernikahan kerap menjadi topik sensitif dalam masyarakat. Di satu sisi, ia dipandang sebagai bentuk perlindungan hak dan kejelasan tanggung jawab antara suami istri; namun di sisi lain seringkali dianggap mereduksi nilai sakral dari pernikahan itu sendiri. | |||
Lantas bagaimana Islam memandang terkait perjanjian pernikahan? | |||
Apa saja | Apa saja dimensi akhlak dari pembahasan perjanjian pernikahan? | ||
Mari mengaji bersama dalam pertemuan ke-153| Perjanjian Pernikahan | |||
Mari mengaji bersama dalam | |||
{| | {| | ||
|Hari/Tanggal | |Hari/Tanggal | ||
|: | |: | ||
|Minggu, | |Minggu, 22 Juni 2025 | ||
|- | |- | ||
|Waktu | |Waktu | ||
Revisi terkini pada 21 Juli 2025 00.52
Perjanjian pernikahan kerap menjadi topik sensitif dalam masyarakat. Di satu sisi, ia dipandang sebagai bentuk perlindungan hak dan kejelasan tanggung jawab antara suami istri; namun di sisi lain seringkali dianggap mereduksi nilai sakral dari pernikahan itu sendiri.
Lantas bagaimana Islam memandang terkait perjanjian pernikahan?
Apa saja dimensi akhlak dari pembahasan perjanjian pernikahan?
Mari mengaji bersama dalam pertemuan ke-153| Perjanjian Pernikahan
| Hari/Tanggal | : | Minggu, 22 Juni 2025 |
| Waktu | : | 05.30 - 07.00 WIB |
| Narasumber | : | Faqihuddin Abdul Kodir (Penulis Fiqh Al-Usrah, Founder Mubadalah.id, Penggagas Metode Mubadalah) |
| Sumber Original | : | Youtube Faqih Abdul Kodir |