Kemenag Apresiasi Program KUPI: Perbedaan revisi
(←Membuat halaman berisi '{{HU/Tepigambar|Kemenag-apresiasi-program-kupi.jpg|400|Menag Lukman Hakim Saifuddin terima anggota KUPI). (foto:arif).|seluler=y}} Kementerian Agama mengapresiasi pro...') |
|||
| (8 revisi antara oleh 2 pengguna tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{ | '''Info Artikel:''' | ||
{| | |||
|Sumber Original | |||
|: | |||
|[https://kemenag.go.id/read/kemenag-apresiasi-program-kupi-poqn8 kemenag.go.id] | |||
|- | |||
|Tanggal Publikasi | |||
|: | |||
|11 Januari 2017 | |||
|- | |||
|Penulis | |||
|: | |||
| | |||
|- | |||
|Artikel Lengkap | |||
|: | |||
|[https://kemenag.go.id/read/kemenag-apresiasi-program-kupi-poqn8 Kemenag Apresiasi Program KUPI] | |||
|} | |||
Kementerian Agama mengapresiasi program yang disampaikan [[ | [[Berkas:Kemenag-apresiasi-program-kupi.jpg|Menag Lukman Hakim Saifuddin terima anggota KUPI). (foto:arif).|jmpl|400x400px]] | ||
Kementerian Agama mengapresiasi program yang disampaikan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]). | |||
"Kami apresiasi dengan adanya KUPI yang konsen terhadap bagaimana perempuan diletakkan sesuai kodratnya, walau dalam konteks Indonesia masih banyak persoalan," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menerima | "Kami apresiasi dengan adanya KUPI yang konsen terhadap bagaimana perempuan diletakkan sesuai kodratnya, walau dalam konteks Indonesia masih banyak persoalan," kata Menteri Agama [[Lukman Hakim Saifuddin]] saat menerima [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Rabu (11/1). | ||
Hadir mendampingi Menag Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Mohsen, Kapuslitbang Lektur dan pentashihan Alquran Khairul Fuad Yusuf, Sesmen Khairul Huda Basyir, Staff Khusus Ali Zawawi. | Hadir mendampingi Menag Dirjen Pendis [[Kamaruddin Amin]], Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Mohsen, Kapuslitbang Lektur dan pentashihan Alquran Khairul Fuad Yusuf, Sesmen Khairul Huda Basyir, Staff Khusus Ali Zawawi. | ||
Dikatakan Menag, problem utama kita itu adalah cara pandang. Bagaiamana dan seperti apa agama melihat perempuan. Setidaknya, kata Menag, kita memiliki cara pandang yang sama terkait perempuan. | Dikatakan Menag, problem utama kita itu adalah cara pandang. Bagaiamana dan seperti apa agama melihat perempuan. Setidaknya, kata Menag, kita memiliki cara pandang yang sama terkait perempuan. | ||
Dikatakan Menag, dalam tradisi dan pada awamnya, banyak pandangan yang mendahulukan kaum laki-laki dari pada perempuan, apalagi dalam dunia pendidikan. Itu bisa disebabkan karena nilai tradisi lebih banyak disisipi nilai agama. | Dikatakan Menag, dalam [[tradisi]] dan pada awamnya, banyak pandangan yang mendahulukan kaum laki-laki dari pada perempuan, apalagi dalam dunia pendidikan. Itu bisa disebabkan karena nilai tradisi lebih banyak disisipi nilai agama. | ||
"Tradisi banyak membentuk mindsite kita, makanya satu keluarga itu lebih mendahulukan laki-laki dari pada perempuan dalam pendidikan," ujar Menag. | "Tradisi banyak membentuk mindsite kita, makanya satu keluarga itu lebih mendahulukan laki-laki dari pada perempuan dalam pendidikan," ujar Menag. | ||
| Baris 19: | Baris 37: | ||
Sebelumnya perwakilan dari KUPI Maria Ulfa Anshor menyampaikan bahwa KUPI pertama akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Kebun Jambu Cirebon pada bulan April mendatang, dengan mengundang ulama-ulama perempuan se Indonesia. | Sebelumnya perwakilan dari KUPI Maria Ulfa Anshor menyampaikan bahwa KUPI pertama akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Kebun Jambu Cirebon pada bulan April mendatang, dengan mengundang ulama-ulama perempuan se Indonesia. | ||
Harapannya, lanjut Maria Ulfa, bahwa KUPI pertama ini nantinya akan menghasilkan Ijtima Jamai, dan juga langkah lanjutan rekomendasi tentang ulama perempuan, serta menjadikan KUPI gerakan yang lebih sistematis hingga membentuk jaringan pada tingkat internasional. (Arief/dm/dm). | Harapannya, lanjut Maria Ulfa, bahwa KUPI pertama ini nantinya akan menghasilkan Ijtima Jamai, dan juga langkah lanjutan rekomendasi tentang ulama perempuan, serta menjadikan KUPI gerakan yang lebih sistematis hingga membentuk [[jaringan]] pada tingkat internasional. (Arief/dm/dm). | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Kongres 1]] | |||
Revisi terkini pada 27 Agustus 2025 23.54
Info Artikel:
| Sumber Original | : | kemenag.go.id |
| Tanggal Publikasi | : | 11 Januari 2017 |
| Penulis | : | |
| Artikel Lengkap | : | Kemenag Apresiasi Program KUPI |
Kementerian Agama mengapresiasi program yang disampaikan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI).
"Kami apresiasi dengan adanya KUPI yang konsen terhadap bagaimana perempuan diletakkan sesuai kodratnya, walau dalam konteks Indonesia masih banyak persoalan," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat menerima Kongres Ulama Perempuan Indonesia di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Rabu (11/1).
Hadir mendampingi Menag Dirjen Pendis Kamaruddin Amin, Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Mohsen, Kapuslitbang Lektur dan pentashihan Alquran Khairul Fuad Yusuf, Sesmen Khairul Huda Basyir, Staff Khusus Ali Zawawi.
Dikatakan Menag, problem utama kita itu adalah cara pandang. Bagaiamana dan seperti apa agama melihat perempuan. Setidaknya, kata Menag, kita memiliki cara pandang yang sama terkait perempuan.
Dikatakan Menag, dalam tradisi dan pada awamnya, banyak pandangan yang mendahulukan kaum laki-laki dari pada perempuan, apalagi dalam dunia pendidikan. Itu bisa disebabkan karena nilai tradisi lebih banyak disisipi nilai agama.
"Tradisi banyak membentuk mindsite kita, makanya satu keluarga itu lebih mendahulukan laki-laki dari pada perempuan dalam pendidikan," ujar Menag.
Padahal, Menurut Menag Lukman, perempuan harus lebih didahulukan daripada laki-laki. Karena, lanjut Menag menjelaskan, dasar pendidikan itu dimulai dari perempuan, generasi muda itu sejak dalam kandungan sudah dididik oleh perempuan.
"Generasi muda, sejak dalam kandungan, mau jadi apa, sangat tergantung oleh perempuan (Ibu)," kata Menag.
Sebelumnya perwakilan dari KUPI Maria Ulfa Anshor menyampaikan bahwa KUPI pertama akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Kebun Jambu Cirebon pada bulan April mendatang, dengan mengundang ulama-ulama perempuan se Indonesia.
Harapannya, lanjut Maria Ulfa, bahwa KUPI pertama ini nantinya akan menghasilkan Ijtima Jamai, dan juga langkah lanjutan rekomendasi tentang ulama perempuan, serta menjadikan KUPI gerakan yang lebih sistematis hingga membentuk jaringan pada tingkat internasional. (Arief/dm/dm).