Jangan Pernah Lupakan Sayyidah Hajar: Perbedaan revisi
(←Membuat halaman berisi 'Ngaji bersama Nyai Badriyah Fayumi <youtube>WzbMIDdns3I&t=29s</youtube> Kategori:Khazanah Kategori:Video KUPI Kategori:Ngaji BadriyahFayumi') |
|||
| (2 revisi antara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Yuk kita saksikan penyampaian dari Nyai [[Badriyah Fayumi]] berikut ini. | |||
<youtube>WzbMIDdns3I&t=29s</youtube> | <youtube>WzbMIDdns3I&t=29s</youtube> | ||
JANGAN PERNAH LUPAKAN SAYYIDAH HAJAR | |||
Oleh : Badriyah Fayumi | |||
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar | |||
Saat mengenang peristiwa qurban | |||
Saat mengambil pelajaran dan hikmah Idul Adha | |||
Saat menapak tilas ritual haji | |||
Saat menyebut Ibrahim dan Ismail Alaihimas Salam | |||
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar | |||
karena sejarah Mekkah yang mendunia sampai sekarang | |||
dengan air mukjizat bernama zamzam | |||
bermula dari keyakinan, harapan dan kerja kerasnya yang amat sangat mengagumkan | |||
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar | |||
karena keyakinannya akan janji Tuhan | |||
yang menjamin kehidupan | |||
adalah keyakinan yang tak tergoyahkan | |||
hingga mampu mengalahkan rasa sepi , takut, marah dan tersia-siakan | |||
lantaran ditinggalkan di lembah tandus tanpa pepohonan, | |||
air dan kerumunan orang | |||
hanya berdua dengan bayinya yang masih dalam gendongan | |||
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar | |||
karena perasaan halusnya kepada sesama perempuan | |||
membuatnya rela pergi menjauh | |||
demi menjaga perasaan sarah yang mulia dan dihormatinya tak runtuh, | |||
dan perkawinannya dengan Ibrahim tetap utuh | |||
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar | |||
karena ia telah membuktikan salahnya stigma | |||
bahwa perempuan itu penggoda dan mudah tergoda | |||
Sayyidah Hajar sebaliknya | |||
Ia sangat digdaya | |||
Menghadapi rayuan maut setan yang tak henti menggoda | |||
agar tak menyerahkan anak semata wayang yang dikasihinya | |||
yang telah dengan susah payah dibesarkannya | |||
Sayyidah Hajar yang digdaya | |||
tak mempan godaan setan | |||
yang memanfaatkan naluri keibuan | |||
untuk menolak perintah Tuhan | |||
yang tak bisa dimengerti oleh nalar kebanyakan: | |||
mengorbankan putra tersayang | |||
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar | |||
karena pengorbanannya yang tak terperi | |||
diabadikan dalam wajib haji | |||
yang paling mengharuskan mawas diri: | |||
Melempar tiga jumrah beberapa hari | |||
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar | |||
karena ia telah menjadi simbol | |||
adanya kesetaraan ras dan kedudukan sosial | |||
Sayyidah Hajar yang mulanya sahaya | |||
telah menjadi inspirasi abadi bagi dunia | |||
lantaran kekuatan imannya, kedahsyatan lakon hidupnya, keluarbiasaan karakternya, | |||
bukan karena keturunannya dan kebangsawanannya | |||
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar | |||
karena tanpa keikhlasan, kepasrahan, keberanian dan kesabarannya | |||
Ibrahim takkan sempurna menjalankan perintah Tuhannya | |||
karena tanpa pengorbanan, kasih sayang dan pendidikan rabbaniyahnya | |||
Ismail kecil mungkin tak menjadi anak yang berbudi dan berbakti tiada tara | |||
di usia yang masih belia | |||
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar | |||
karena mekkah yang berkah | |||
Zamzam yang terus melimpah | |||
Sa’i dan lempar jumrah | |||
sampai kelahiran Muhammad Rasulullah | |||
adalah tak lepas dari keberadaannya | |||
Maka, | |||
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar | |||
karena melupakannya | |||
adalah melupakan peran ketuhanan dan kemanusiaan perempuan | |||
karena melupakan | |||
adalah melupakan separuh peradaban | |||
Tafakkur Perempuan | |||
Badriyah Fayumi Mahasina, | |||
Pondok Gede | |||
Idul Adha 1441 H | |||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Video | [[Kategori:Video Ngaji]] | ||
[[Kategori:Ngaji BadriyahFayumi]] | [[Kategori:Ngaji BadriyahFayumi]] | ||
[[Kategori:Puisi BadriyahFayumi]] | |||
Revisi terkini pada 7 Juli 2025 23.22
Yuk kita saksikan penyampaian dari Nyai Badriyah Fayumi berikut ini.
JANGAN PERNAH LUPAKAN SAYYIDAH HAJAR
Oleh : Badriyah Fayumi
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar
Saat mengenang peristiwa qurban
Saat mengambil pelajaran dan hikmah Idul Adha
Saat menapak tilas ritual haji
Saat menyebut Ibrahim dan Ismail Alaihimas Salam
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar
karena sejarah Mekkah yang mendunia sampai sekarang
dengan air mukjizat bernama zamzam
bermula dari keyakinan, harapan dan kerja kerasnya yang amat sangat mengagumkan
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar
karena keyakinannya akan janji Tuhan
yang menjamin kehidupan
adalah keyakinan yang tak tergoyahkan
hingga mampu mengalahkan rasa sepi , takut, marah dan tersia-siakan
lantaran ditinggalkan di lembah tandus tanpa pepohonan,
air dan kerumunan orang
hanya berdua dengan bayinya yang masih dalam gendongan
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar
karena perasaan halusnya kepada sesama perempuan
membuatnya rela pergi menjauh
demi menjaga perasaan sarah yang mulia dan dihormatinya tak runtuh,
dan perkawinannya dengan Ibrahim tetap utuh
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar
karena ia telah membuktikan salahnya stigma
bahwa perempuan itu penggoda dan mudah tergoda
Sayyidah Hajar sebaliknya
Ia sangat digdaya
Menghadapi rayuan maut setan yang tak henti menggoda
agar tak menyerahkan anak semata wayang yang dikasihinya
yang telah dengan susah payah dibesarkannya
Sayyidah Hajar yang digdaya
tak mempan godaan setan
yang memanfaatkan naluri keibuan
untuk menolak perintah Tuhan
yang tak bisa dimengerti oleh nalar kebanyakan:
mengorbankan putra tersayang
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar
karena pengorbanannya yang tak terperi
diabadikan dalam wajib haji
yang paling mengharuskan mawas diri:
Melempar tiga jumrah beberapa hari
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar
karena ia telah menjadi simbol
adanya kesetaraan ras dan kedudukan sosial
Sayyidah Hajar yang mulanya sahaya
telah menjadi inspirasi abadi bagi dunia
lantaran kekuatan imannya, kedahsyatan lakon hidupnya, keluarbiasaan karakternya,
bukan karena keturunannya dan kebangsawanannya
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar
karena tanpa keikhlasan, kepasrahan, keberanian dan kesabarannya
Ibrahim takkan sempurna menjalankan perintah Tuhannya
karena tanpa pengorbanan, kasih sayang dan pendidikan rabbaniyahnya
Ismail kecil mungkin tak menjadi anak yang berbudi dan berbakti tiada tara
di usia yang masih belia
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar
karena mekkah yang berkah
Zamzam yang terus melimpah
Sa’i dan lempar jumrah
sampai kelahiran Muhammad Rasulullah
adalah tak lepas dari keberadaannya
Maka,
Jangan pernah lupakan Sayyidah Hajar
karena melupakannya
adalah melupakan peran ketuhanan dan kemanusiaan perempuan
karena melupakan
adalah melupakan separuh peradaban
Tafakkur Perempuan
Badriyah Fayumi Mahasina,
Pondok Gede
Idul Adha 1441 H