Membongkar Narasi Sejarah Maskulin: Marzuki Wahid Angkat Dekolonisasi Ulama Perempuan

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Info Artikel

Sumber Original : mubadalah.id
Penulis : Redaksi
Tanggal Terbit : 06/07/2025
Artikel Lengkap : Membongkar Narasi Sejarah Maskulin: Marzuki Wahid Angkat Dekolonisasi Ulama Perempuan

Mubadalah.id – Di tengah maraknya proyek penulisan sejarah nasional yang kini tengah digagas negara, Marzuki Wahid, MA., Rektor Institut Studi Islam Fahmina (ISIF), menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap kecenderungan narasi sejarah yang maskulin dan negara-sentris.

Menurutnya, pola ini bukan hanya menyingkirkan peran perempuan, terutama ulama perempuan. Tetapi juga mengingkari kontribusi spiritual, intelektual, dan politik mereka dalam membentuk wajah keislaman dan kebangsaan Indonesia.

“Sejarah yang tidak menghadirkan peran ulama perempuan adalah sejarah yang timpang secara epistemik, sekaligus tidak utuh secara moral,” tegas Marzuki Wahid saat membuka Halaqoh Nasional bertajuk “Menulis Ulang Sejarah Ulama Perempuan Indonesia: Sebuah Pendekatan Dekolonial”, Ahad (6/7/2025) di Kampus Transformatif ISIF, Majasem, Kota Cirebon.

Ruang Dekolonisasi Pengetahuan

Halaqoh nasional ini digagas bukan semata untuk menghadirkan deretan pembicara ahli, melainkan juga sebagai ruang awal bagi upaya dekolonisasi pengetahuan. . . . .