Tadarus Subuh: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
6.045 bita dihapus ,  6 November 2023 02.49
tidak ada ringkasan suntingan
Baris 4: Baris 4:


Setiap digelar, Tadarus Subuh dihadiri lebih dari 70 sampai dengan 400 orang. Jumlah yang cukup fantastis untuk ngaji yang dilakukan di pagi hari di akhir pekan. Tadarus Subuh merupakan inisiasi dari Penerbit Afkaruna.id dan bekerja sama dengan lima [[lembaga]] (Perhimpunan [[Rahima]], [[Alimat]], [[Fahmina]] Institute, dan [[Mubadalah]].id)
Setiap digelar, Tadarus Subuh dihadiri lebih dari 70 sampai dengan 400 orang. Jumlah yang cukup fantastis untuk ngaji yang dilakukan di pagi hari di akhir pekan. Tadarus Subuh merupakan inisiasi dari Penerbit Afkaruna.id dan bekerja sama dengan lima [[lembaga]] (Perhimpunan [[Rahima]], [[Alimat]], [[Fahmina]] Institute, dan [[Mubadalah]].id)
{| class="wikitable"
 
|'''NO'''
{{columns-list|colwidth=35em|
|'''TANGGAL'''
<DynamicPageList>
|'''TEMA'''
category = Tadarus Subuh
|-
mode = ordered
|1
ordermethod = sortkey
|2021-09-19
order    = ascending
|[[Tadarus Subuh ke-01: Hadis Tentang  Perempuan Separuh Akal dan Separuh Agamanya]]
</DynamicPageList>
|-
}}
|2
|2021-09-26
|[[Tadarus Subuh ke-02: Penciptaan Perempuan dari Tulang Rusuk  yang Bengkok]]
|-
|3
|2021-10-03
|[[Tadarus Subuh ke-03: Memaknai Hadis Tentang Perempuan Sumber  Kesialan]]
|-
|4
|2021-10-10
|[[Tadarus Subuh ke-04: Benarkah Perempuan Penduduk Terbanyak  Neraka?]]
|-
|5
|2021-10-17
|[[Tadarus Subuh ke-05: Mengapa Aqikah Perempuan Separuh  Laki-laki?]]
|-
|6
|2021-10-24
|[[Tadarus Subuh ke-06: Adakah Hadis tentang Perempuan Haid  Dilarang Masuk Masjid?]]
|-
|7
|
|[[Tadarus Subuh ke-07: Khitan Perempuan]]
|-
|8
|
|[[Tadarus Subuh ke-08: Benarkah Perempuan Sebagai Sumber Fitnah?]]
|-
|9
|
|[[Tadarus Subuh ke-09: Benarkah Perempuan adalah Aurat?]]
|-
|10
|
|[[Tadarus Subuh ke-10: Larangan Khalwat dengan Perempuan]]
|-
|11
|
|[[Tadarus Subuh ke-11: Benarkah Perempuan Yang Memakai Parfum  Dianggap Berzina?]]
|-
|12
|
|[[Tadarus Subuh ke-12: Mahram dalam Perjalanan Perempuan]]
|-
|13
|
|[[Tadarus Subuh ke-13: Benarkah Shalat terbaik Perempuan Bukan  di Masjid?]]
|-
|14
|
|[[Tadarus Subuh ke-14: Bolehkah Perempuan menjadi Imam Shalat?]]
|-
|15
|
|[[Tadarus Subuh ke-15: Bolehkah Perempuan menjadi Pemimpin  Negara?]]
|-
|16
|
|[[Tadarus Subuh ke-16: Benarkah Nabi Muhammad SAW. Menikahi  Sayidah Aisyah di Usia anak?]]
|-
|17
|
|[[Tadarus Subuh ke-17: Benarkah Jihad Perempuan di Dalam Rumah?]]
|-
|18
|
|
|-
|19
|
|[[Tadarus Subuh ke-19: Benarkah Perempuan Tak Elok Menolak  Lamaran?]]
|-
|20
|
|[[Tadarus Subuh ke-20: Hiasan Terbaik adalah Istri Salihah]]
|-
|21
|
|[[Tadarus Subuh ke-21: Apa Makna hadits Jika Dibolehkan,  Perempuan Harus Sujud Kepada Suaminya]]
|-
|22
|
|[[Tadarus Subuh ke-22: Melayani Seks itu Wajib Sekalipun di Atas  Punggung Unta?]]
|-
|23
|
|[[Tadarus Subuh ke-23: Apa Makna Hadis Tentang Laknat Malaikat  Kepada Istri Yang Menolah Ajakan Seks Suami?]]
|-
|24
|
|[[Tadarus Subuh ke-24: Apa Makna Hadits "Ridho Suami dan  Ridho Istri dalam Islam?]]
|-
|25
|
|[[Tadarus Subuh ke-25: Apakah Menolak Poligami Berarti Melawan  Nabi SAW?]]
|-
|26
|
|[[Tadarus Subuh ke-26: Benarkah Menikah itu Separuh dari Agama?]]
|-
|27
|
|[[Tadarus Subuh ke-27: Pentingkah Kafa'ah dalam Pernikahan?]]
|-
|28
|
|[[Tadarus Subuh ke-28: Benarkah Perempuan Dinikahi Karena  Agamanya?]]
|-
|29
|
|[[Tadarus Subuh ke-29: Benarkah Pernikahan Terbaik Adalah Yang  Termurah?]]
|-
|30
|
|[[Tadarus Subuh ke-30: Bolehkah Perempuan Menjadi Wali Nikah?]]
|-
|31
|
|[[Tadarus Subuh ke-31: Haruskah Ada Pesta Pernikahan]]
|-
|32
|
|[[Tadarus Subuh ke-32: Apakah Nafkah Keluarga Itu Kewajiban  Suami?]]
|-
|33
|
|[[Tadarus Subuh ke-33: Salahkah Jika Pendapatan Istri Lebih  Besar Dari Suami?]]
|-
|34
|
|[[Tadarus Subuh ke-34: Berdosakah Seorang Istri Mengajukan  Perceraian?]]
|-
|35
|
|[[Tadarus Subuh ke-35: Apakah Menurut Syari'ah Harus Laki-Laki  Yang Menjadi Kepala Rumah Tangga?]]
|-
|36
|
|[[Tadarus Subuh ke-36: Bagaimana Islam Memandang Perempuan  Berkarir di Ruang Publik?]]
|-
|37
|
|[[Tadarus Subuh ke-37: Pengelolaan Properti Keluarga dalam  Perspektif Mubadalah]]
|-
|38
|
|[[Tadarus Subuh ke-38: Suami Juga Ladang Kebaikan Bagi Istri]]
|-
|39
|
|[[Tadarus Subuh ke-39: Sunah Malam  Jum'at Pahala Ibadah Seks yang Beruntun dan Menggunung]]
|-
|40
|
|[[Tadarus Subuh ke-40: Hubungan Seks di  Surga dalam Tinjauan Hadis]]
|-
|41
|
|[[Tadarus Subuh ke-41: Perspektif Mubadalah dalam Sexual Consent dan Safe Behavior|Tadarus Subuh ke-41: Perspektif  Mubadalah dalam ''Sexual Consent dan Safe Behavior'']]
|-
|42
|
|[[Tadarus Subuh ke-42: Adakah Perkosaan  dalam Pernikahan?]]
|-
|43
|
|[[Tadarus Subuh ke-43: Komitmen Nabi Saw  tanpa Kekerasan Terhadap Perempuan]]
|-
|44
|
|[[Tadarus Subuh ke-44: Benarkah Suami  Memukul Istri adalah Aib yang Harus Ditutupi?]]
|-
|45
|
|[[Tadarus Subuh ke-45: Kisah Istri Taat  Suami Yang Tidak Mengunjungi Ayahnya Yang Sakit Sampai Wafat]]
|-
|46
|
|[[Tadarus Subuh ke-46: Tips Menjaga  Relasi Suami Istri Agar Tetap Hangat dan Romantis]]
|-
|47
|
|[[Tadarus Subuh ke-47: Tujuh Dalil Kerja  Domestik adalah Tanggung Jawab Bersama]]
|-
|48
|
|[[Tadarus Subuh ke-48: Relasi Orangtua  dan Anak dalam Perspektif Islam]]
|-
|49
|
|[[Tadarus Subuh ke-49: Adakah Pembahasan  Hak Anak dalam Hadis?]]
|-
|50
|
|[[Tadarus Subuh ke-50: Lima Pilar  Pengasuhan Anak]]
|-
|51
|
|[[Tadarus Subuh ke-51: Memukul Anak  sebagai Metode Pendidikan]]
|-
|52
|
|[[Tadarus Subuh ke-52: Mengasuh Anak dan  Mencari Nafkah Tanggungjawab Siapa?]]
|-
|53
|
|[[Tadarus Subuh ke-53: Benarkah Anak  Laki-Laki Lebih Baik dari Anak Perempuan?]]
|-
|54
|
|[[Tadarus Subuh ke-54: Berbakti Kepada  Kedua Orangtua dan Berbuat baik Kepada Anak-Anak]]
|-
|55
|
|[[Tadarus Subuh ke-55: Sesama Muslim  adalah Saudara]]
|-
|56
|
|[[Tadarus Subuh ke-56: Larangan  Menyakiti Diri Sendiri dan Orang Lain]]
|-
|57
|
|[[Tadarus Subuh ke-57: Makna Kebaikan  dan Dosa]]
|-
|58
|
|[[Tadarus Subuh ke-58: Perkumpulan Yang  Paling Dicintai dan Dekat dengan Rasulullah]]
|-
|59
|
|[[Tadarus Subuh ke-59: Siapa yang Tak  Menyayangi, Tak akan Disayangi]]
|-
|60
|
|[[Tadarus Subuh ke-60: Pengakuan Islam  Atas Perempuan]]
|-
|61
|
|[[Tadarus Subuh ke-61: Perempuan adalah  Mitra bagi Laki-Laki]]
|-
|62
|
|[[Tadarus Subuh ke-62: Keutamaan  Mengasuh dan Mendidik Anak Perempuan]]
|-
|63
|
|[[Tadarus Subuh ke-63: Ganjaran Bagi  Orangtua yang Mendidik Anak Perempuan Sebaik-baiknya]]
|-
|64
|
|[[Tadarus Subuh ke-64: Memuliakan  Perempuan, Tanda Kesempurnaan Iman]]
|-
|65
|
|[[Tadarus Subuh ke-65: Ibumu, Ibumu,  Ibumu, baru Ayahmu]]
|-
|66
|
|[[Tadarus Subuh ke-66: Menyambut  Perempuan dengan Wajah Gembira]]
|-
|67
|
|[[Tadarus Subuh ke-67: Teladan  Rasulullah Terhadap Ibu Susuan]]
|-
|68
|
|[[Tadarus Subuh ke-68: Menunjukkan  Keceriaan dan Kecintaan Pada Perempuan dan Anak-anak]]
|-
|69
|
|[[Tadarus Subuh ke-69: Islam  Mengapresiasi Peran Perempuan di Ruang Publik]]
|-
|70
|
|[[Tadarus Subuh ke-70: Menjamin  Perempuan Nyaman Menyampaikan Pendapat]]
|-
|71
|
|[[Tadarus Subuh ke-71: Nabi Muhammad  Menerima Wahyu Saat Bersama Perempuan]]
|-
|72
|
|[[Tadarus Subuh ke-72: Perempuan Tidak  Membatalkan Ibadah Seseorang]]
|}
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Khazanah]]
[[Kategori:Video KUPI]]
[[Kategori:Video KUPI]]
[[Kategori:Tadarus Subuh]]
[[Kategori:Tadarus Subuh]]
[[Kategori:Ngaji FaqihuddinAK]]
[[Kategori:Ngaji FaqihuddinAK]]

Menu navigasi