15.259
suntingan
(←Membuat halaman berisi 'Ngaji bersama Nyai Badriyah Fayumi <youtube>ahSOyR7Mg5s&t=40s</youtube> Kategori:Khazanah Kategori:Video KUPI Kategori:Ngaji BadriyahFayumi') |
|||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
<youtube>ahSOyR7Mg5s&t=40s</youtube> | |||
Karena Aku Santri | |||
Oleh: [[Badriyah Fayumi]] | |||
Aku resah, | |||
Sedih dan malu hati Saat agamaku lebih sering ditampakkan dalam bentuk yang garang | |||
Saat tampilan agama yang ramah dan bersahabat malah dihujat | |||
Saat caci maki dan tuduhan keji menjadi bahasa sehari-hari | |||
Aku sedih, resah dan malu hati | |||
Karena aku santri | |||
Dalam sedih bercampur harap | |||
Kubisikkan kepada siapa saja yang kutemui dalam senyap | |||
Ayolah kembali kepada jatidiri | |||
Dakwah bilhikmah wal maudhatil hasanah | |||
Dakwah yang menyentuh hati bukan menyinggung perasaan | |||
Dakwah yang menyemai perdamaian bukan menuai permusuhan | |||
Kubisikkan itu semampu diri | |||
Karena aku santri | |||
Aku terhenyak, lalu terdiam tak mampu mengiyakan | |||
Saat atas nama modernitas dan profesionalisme | |||
Proposal bisnis pendidikan disodorkan | |||
Hitung-hitungan rinci dipaparkan | |||
Ini bisnis menguntungkan | |||
Ini kota metropolitan | |||
Aku terhenyak tak bisa mengikuti | |||
Saat melihat di sekelilingku kini pergeseran mendasar telah terjadi | |||
Manajemen dakwah telah berubah arti | |||
Dari ikhtiar mengelola dakwah sebagai pintu hidayah | |||
Menjadi trik-trik berceramah demi materi berlimpah | |||
Dalam diam dan keterhenyakan | |||
Terbayang wajah-wajah Ikhlas kyai dan nyaiku yang lugas mengatakan | |||
Nak, jangan kau tukar anugerah ilmu dengan harta | |||
Masing-masing adalah pemberianNya | |||
Berikan ilmu tanpa perhitungan | |||
Seperti dulu kamu menerimanya dari guru-gurumu yg bermatahati tajam | |||
Biarlah Allah yang bekerja dan menjadikanmu merasa berkecukupan | |||
Akupun berkata pelan tapi pasti Maaf .... | |||
Biarlah aku tetap begini | |||
Mendedikasikan ilmu pemberian ilahi yang tak seberapa ini | |||
Kepada si kaya dan si miskin tanpa diskriminasi | |||
Karena aku santri | |||
Aku geram dan tak bisa diam | |||
Saat agamaku dijadikan tameng nafsu syahwat yang tak terkendali | |||
Nikah siri dikampanyekan tanpa basa-basi | |||
[[Poligami]] dipamerkan dalam ujub yg tersembunyi | |||
Kekerasan dalam rumah tangga dianggap biasa | |||
Pedihnya rasa korban pelecehan seksual dijadikan bahan canda | |||
Aku geram dan tak bisa diam | |||
Karena aku santri | |||
Dalam keyakinan akan ramahnya agamaku dan ramahnya Tuhanku | |||
Kutolak dalih mereka dengan dalil yang kutahu | |||
Kupaparkan fakta, data dan derita perempuan, anak dan mereka yang rentan | |||
Agar agama tak lagi dijadikan pembenar ketidakadilan | |||
Kulakukan itu tanpa henti Karena aku santri | |||
Karena aku santri | |||
Aku tak bisa tak peduli | |||
Pada pengeroposan agamaku yang muncul di sana sini | |||
Pada pengatasnamaan agama untuk syahwat libido, nafsu berharta dan | |||
berkuasa | |||
Dan karena aku santri | |||
Aku tak ragu meniti jalan ini | |||
Meski sepi | |||
Berjalan dalam pengharapan dan sekaligus kepasrahan | |||
Berikhtiar menebar makruf dengan cara yang Ma'ruf | |||
Berusaha menahan munkar dengan cara yang tidak munkar | |||
Aku akan terus menyusuri jalan ini | |||
Menapaki peta yang telah dibentangkan para masyayikh kyai dan bu nyai | |||
Karena aku santri | |||
PP Mahasina Darul Qur'an wal [[Hadits]] | |||
Pondok Gede, 15 Oktober 2017 | |||
Dibacakan pertama kali pada Malam Pembacaan Puisi Hari Santri 2017 Di Taman Ismail Marzuki, 16 Oktober 2017 "Ketika Kyai- Nyai- Santri Berpuisi .....Pesantren Tanpa Tanda Titik" | |||
[[Kategori:Khazanah]] | [[Kategori:Khazanah]] | ||
[[Kategori:Video KUPI]] | [[Kategori:Video KUPI]] | ||
[[Kategori:Ngaji BadriyahFayumi]] | [[Kategori:Ngaji BadriyahFayumi]] | ||