15.259
suntingan
| Baris 6: | Baris 6: | ||
Halaqah Regional, selain menjadi wadah silaturahmi Ulama Perempuan antar region dan memperkuat sosialisasi KUPI II, juga diharapkan dapat mengokohkan konsolidasi pemikiran dan gagasan serta pengalaman masing-masing Ulama [[Jaringan]] KUPI, yang pada gilirannya nanti dapat menghasilkan pandangan utuh berupa draft sebagai respon dari 5 isu KUPI, yang akan dibawa dalam proses Halaqah Nasional dan [[Musyawarah Keagamaan]] KUPI II. Dalam halaqah pra musyawarah KUPI 2, ada 5 (lima) isu utama yang dibahas yaitu Pengelolaan dan Pengolahan Sampah untuk Keselamatan Perempuan dan Kehidupan, Pelibatan Perempuan dalam Pencegahan Ekstrimisme untuk Merawat NKRI, Pemaksaan Perkawinan Pada Perempuan, Perlindungan Jiwa Perempuan dari Bahaya Kehamilan Akibat Perkosaan, dan Melindungi Perempuan dari Bahaya Pelukaan dan Pemotongan Genitalia Perempuan. | Halaqah Regional, selain menjadi wadah silaturahmi Ulama Perempuan antar region dan memperkuat sosialisasi KUPI II, juga diharapkan dapat mengokohkan konsolidasi pemikiran dan gagasan serta pengalaman masing-masing Ulama [[Jaringan]] KUPI, yang pada gilirannya nanti dapat menghasilkan pandangan utuh berupa draft sebagai respon dari 5 isu KUPI, yang akan dibawa dalam proses Halaqah Nasional dan [[Musyawarah Keagamaan]] KUPI II. Dalam halaqah pra musyawarah KUPI 2, ada 5 (lima) isu utama yang dibahas yaitu Pengelolaan dan Pengolahan Sampah untuk Keselamatan Perempuan dan Kehidupan, Pelibatan Perempuan dalam Pencegahan Ekstrimisme untuk Merawat NKRI, Pemaksaan Perkawinan Pada Perempuan, Perlindungan Jiwa Perempuan dari Bahaya Kehamilan Akibat Perkosaan, dan Melindungi Perempuan dari Bahaya Pelukaan dan Pemotongan Genitalia Perempuan. | ||
Sebagai sebuah kegiatan, [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] (KUPI) pertama dilaksanakan pada 25-27 April 2017 di [[ | Sebagai sebuah kegiatan, [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] (KUPI) pertama dilaksanakan pada 25-27 April 2017 di Pondok Pesantren [[Kebon Jambu Al-Islamy|Kebon Jambu al-Islamy]] Cirebon. Kongres yang pertama kali di Indonesia ini hadir sebagai penegasan eksistensi ulama perempuan Indonesia dan perluasan peran dan kiprahnya di masyarakat. KUPI menjadi media sosial dan kultural bagi para ulama perempuan Indonesia untuk membangun pengetahuan, saling belajar dan berbagi pengalaman, sekaligus meneguhkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan. | ||
KUPI telah menjadi ruang perjumpaan antarulama perempuan dari beragam latar [[lembaga]] pendidikan dan organisasi, sekaligus ruang perjumpaan antara ulama perempuan dengan para aktivis pemberdayaan perempuan, korban ketidakadilan, pakar, praktisi, representasi lembaga negara, dan pejabat pemerintahan. Ruang perjumpaan itu meliputi fisik (sebagian besar peserta bertemu teman lama di KUPI), visi, pemikiran, jejak perjuangan, serta pengalaman para peserta yang beragam tetapi sangat terlihat jelas benang merahnya. Karena itu, setelah Kongres diselenggarakan, KUPI menjadi gerakan yang menghimpun individu dan lembaga-lembaga yang memiliki perhatian pada relasi keadilan laki-laki dan perempuan, Islam yang moderat, dan perdamaian dunia. | KUPI telah menjadi ruang perjumpaan antarulama perempuan dari beragam latar [[lembaga]] pendidikan dan organisasi, sekaligus ruang perjumpaan antara ulama perempuan dengan para aktivis pemberdayaan perempuan, korban ketidakadilan, pakar, praktisi, representasi lembaga negara, dan pejabat pemerintahan. Ruang perjumpaan itu meliputi fisik (sebagian besar peserta bertemu teman lama di KUPI), visi, pemikiran, jejak perjuangan, serta pengalaman para peserta yang beragam tetapi sangat terlihat jelas benang merahnya. Karena itu, setelah Kongres diselenggarakan, KUPI menjadi gerakan yang menghimpun individu dan lembaga-lembaga yang memiliki perhatian pada relasi keadilan laki-laki dan perempuan, Islam yang moderat, dan perdamaian dunia. | ||