15.259
suntingan
(←Membuat halaman berisi 'Kata ‘tauhid’ merupakan bentuk mashdar dari ''wahhada yuwahhidu'' (وَحَّد يُوَحّد), yang berarti ‘menjadikan sesuatu itu satu’ atau ‘meyakininya...') |
|||
| Baris 30: | Baris 30: | ||
Ada lima hal perubahan cara pandang yang dikukuhkan tauhid dalam Islam: | Ada lima hal perubahan cara pandang yang dikukuhkan tauhid dalam Islam: | ||
''Pertama'', perempuan tidak diciptakan dari laki-laki. Asal-usul penciptaan laki-laki dan perempuan adalah sama, yaitu secara “ruhani” diciptakan dari diri yang satu atau ''nafsin wāhidah'' (QS. an-Nisa, 4: 1), dan secara jasmani sama-sama diciptakan dari bahan serta proses yang sama (QS. Al-Mu’minun, 23: 12-14). | * ''Pertama'', perempuan tidak diciptakan dari laki-laki. Asal-usul penciptaan laki-laki dan perempuan adalah sama, yaitu secara “ruhani” diciptakan dari diri yang satu atau ''nafsin wāhidah'' (QS. an-Nisa, 4: 1), dan secara jasmani sama-sama diciptakan dari bahan serta proses yang sama (QS. Al-Mu’minun, 23: 12-14). | ||
* ''Kedua'', laki-laki bukanlah makhluk primer, sedangkan perempuan juga bukan makhluk sekunder. Keduanya primer, sebab mengemban amanah sebagai ''khalīfah fil ardl'' atas seluruh makhluk Allah Swt. lainnya. Keduanya juga sama-sama sekunder di hadapan Allah Swt., karena mengemban status sebagai hamba-Nya. | |||
''Kedua'', laki-laki bukanlah makhluk primer, sedangkan perempuan juga bukan makhluk sekunder. Keduanya primer, sebab mengemban amanah sebagai ''khalīfah fil ardl'' atas seluruh makhluk Allah Swt. lainnya. Keduanya juga sama-sama sekunder di hadapan Allah Swt., karena mengemban status sebagai hamba-Nya. | * ''Ketiga'', perempuan tidak mengabdikan hidup untuk kemaslahatan laki-laki. Keduanya mengabdikan hidup pada Allah Swt., demi kemaslahatan hamba-Nya. | ||
* ''Keempat'', perempuan tidak tunduk mutlak untuk melaksanakan perintah laki-laki. Keduanya mesti kerja sama melaksanakan perintah Allah Swt. mewujudkan kemaslahatan bersama. | |||
''Ketiga'', perempuan tidak mengabdikan hidup untuk kemaslahatan laki-laki. Keduanya mengabdikan hidup pada Allah Swt., demi kemaslahatan hamba-Nya. | * ''Kelima'', kualitas laki-laki dan perempuan sebagai manusia tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh ketakwaan yang ditandai oleh seberapa jauh hidup memberi manfaat pada kemanusiaan. | ||
''Keempat'', perempuan tidak tunduk mutlak untuk melaksanakan perintah laki-laki. Keduanya mesti kerja sama melaksanakan perintah Allah Swt. mewujudkan kemaslahatan bersama. | |||
''Kelima'', kualitas laki-laki dan perempuan sebagai manusia tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh ketakwaan yang ditandai oleh seberapa jauh hidup memberi manfaat pada kemanusiaan. | |||