Tauhid: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
6 bita ditambahkan ,  29 Maret 2022 23.47
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi 'Kata ‘tauhid’ merupakan bentuk mashdar dari ''wahhada yuwahhidu'' (وَحَّد يُوَحّد), yang berarti ‘menjadikan sesuatu itu satu’ atau ‘meyakininya...')
 
 
Baris 30: Baris 30:
Ada lima hal perubahan cara pandang yang dikukuhkan tauhid dalam Islam:
Ada lima hal perubahan cara pandang yang dikukuhkan tauhid dalam Islam:


''Pertama'', perempuan tidak diciptakan dari laki-laki. Asal-usul penciptaan laki-laki dan perempuan adalah sama, yaitu secara “ruhani” diciptakan dari diri yang satu atau ''nafsin wāhidah'' (QS. an-Nisa, 4: 1), dan secara jasmani sama-sama diciptakan dari bahan serta proses yang sama (QS. Al-Mu’minun, 23: 12-14).  
* ''Pertama'', perempuan tidak diciptakan dari laki-laki. Asal-usul penciptaan laki-laki dan perempuan adalah sama, yaitu secara “ruhani” diciptakan dari diri yang satu atau ''nafsin wāhidah'' (QS. an-Nisa, 4: 1), dan secara jasmani sama-sama diciptakan dari bahan serta proses yang sama (QS. Al-Mu’minun, 23: 12-14).  
 
* ''Kedua'', laki-laki bukanlah makhluk primer, sedangkan perempuan juga bukan makhluk sekunder. Keduanya primer, sebab mengemban amanah sebagai ''khalīfah fil ardl'' atas seluruh makhluk Allah Swt. lainnya. Keduanya juga sama-sama sekunder di hadapan Allah Swt., karena mengemban status sebagai hamba-Nya.  
''Kedua'', laki-laki bukanlah makhluk primer, sedangkan perempuan juga bukan makhluk sekunder. Keduanya primer, sebab mengemban amanah sebagai ''khalīfah fil ardl'' atas seluruh makhluk Allah Swt. lainnya. Keduanya juga sama-sama sekunder di hadapan Allah Swt., karena mengemban status sebagai hamba-Nya.  
* ''Ketiga'', perempuan tidak mengabdikan hidup untuk kemaslahatan laki-laki. Keduanya mengabdikan hidup pada Allah Swt., demi kemaslahatan hamba-Nya.  
 
* ''Keempat'', perempuan tidak tunduk mutlak untuk melaksanakan perintah laki-laki. Keduanya mesti kerja sama melaksanakan perintah Allah Swt. mewujudkan kemaslahatan bersama.  
''Ketiga'', perempuan tidak mengabdikan hidup untuk kemaslahatan laki-laki. Keduanya mengabdikan hidup pada Allah Swt., demi kemaslahatan hamba-Nya.  
* ''Kelima'', kualitas laki-laki dan perempuan sebagai manusia tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh ketakwaan yang ditandai oleh seberapa jauh hidup memberi manfaat pada kemanusiaan.
 
''Keempat'', perempuan tidak tunduk mutlak untuk melaksanakan perintah laki-laki. Keduanya mesti kerja sama melaksanakan perintah Allah Swt. mewujudkan kemaslahatan bersama.  
 
''Kelima'', kualitas laki-laki dan perempuan sebagai manusia tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh ketakwaan yang ditandai oleh seberapa jauh hidup memberi manfaat pada kemanusiaan.




Menu navigasi