15.259
suntingan
| Baris 3: | Baris 3: | ||
*Pimpinan Pondok Pesantren Ar-Rahmah Pagar Air Aceh Besar (2001-sekarang)}}Ibu '''Rahimun''' lahir di Aceh Besar pada 5 Juni 1968. Saat ini ia aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Urusan Agama Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Ia juga merupakan pendiri dari Pondok Pesantren Ar-Rahmah Pagar Air Aceh Besar dan Yayasan Ar-Rahmah Pagar Air. | *Pimpinan Pondok Pesantren Ar-Rahmah Pagar Air Aceh Besar (2001-sekarang)}}Ibu '''Rahimun''' lahir di Aceh Besar pada 5 Juni 1968. Saat ini ia aktif sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Urusan Agama Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Ia juga merupakan pendiri dari Pondok Pesantren Ar-Rahmah Pagar Air Aceh Besar dan Yayasan Ar-Rahmah Pagar Air. | ||
Ibu Rahimun pertama kali berinteraksi dengan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) pada kongres pertama yang diselenggarakan di Cirebon tahun 2017. Ia diundang untuk memberikan kontribusi berupa pemikiran dan berbagi pengalamannya selama berdakwah di masyarakat. Pasca KUPI ia masih berinteraksi dan berkomunikasi secara personal dengan sahabat-sahabat ulama perempuan dan kolega KUPI lainnya. | |||
Ibu Rahimun pertama kali berinteraksi dengan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) pada kongres pertama yang diselenggarakan di Cirebon tahun 2017. Ia diundang untuk memberikan kontribusi berupa pemikiran dan berbagi pengalamannya selama berdakwah di masyarakat. Pasca KUPI ia masih berinteraksi dan berkomunikasi secara personal dengan sahabat-sahabat ulama perempuan dan kolega KUPI lainnya. | |||
== Riwayat Hidup == | == Riwayat Hidup == | ||
Sejak lahir sampai saat ini Ibu Rahimun masih bertempat tinggal di Aceh Besar, tepatnya di Kecamatan Ingin Jaya. Ia merupakan putri dari Bapak Ibrahim Abbas dan Ibu Raudhah Binti Letnan Razali. Ia menyelesaikan jenjang S1 dari Fakultas Adab, Jurusan Sastra Arab, IAIN Ar-Raniry Banda Aceh pada tahun 2002. Setelah itu, ia melanjutkan studi Magister di IAIN Ar-Raniry, hanya saja pendidikannya tak rampung. Ia juga pernah menempuh pendidikan Studi Purnawira Ulama pada tahun 2002 serta Kursus Singkat Pengetahuan Kapasitas Ulama Perempuan, PPIM UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta tahun 2007. | Sejak lahir sampai saat ini Ibu Rahimun masih bertempat tinggal di Aceh Besar, tepatnya di Kecamatan Ingin Jaya. Ia merupakan putri dari Bapak Ibrahim Abbas dan Ibu Raudhah Binti Letnan Razali. Ia menyelesaikan jenjang S1 dari Fakultas Adab, Jurusan Sastra Arab, IAIN Ar-Raniry Banda Aceh pada tahun 2002. Setelah itu, ia melanjutkan studi Magister di IAIN Ar-Raniry, hanya saja pendidikannya tak rampung. Ia juga pernah menempuh pendidikan Studi Purnawira Ulama pada tahun 2002 serta Kursus Singkat Pengetahuan Kapasitas Ulama Perempuan, PPIM UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta tahun 2007. | ||
Ibu Rahimun merupakan seorang perempuan yang sedari kecil berjuang untuk bisa menempuh pendidikan yang ia inginkan. Besar di lingkungan keluarga yang keadaan perekonomiannya tidak selalu stabil, ia terbentuk menjadi seorang perempuan yang tegar dan tangguh. Sejak kecil, ia ikut berpindah-pindah tempat mengikuti orang tuanya. Terhitung lebih dari lima kali ia berpindah-pindah, dari SD yang satu ke SD yang lainnya. Karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkannya untuk melanjutkan pendidikan di sekolah umum, ia pun melanjutkan pendidikannya ke pesantren. | |||
Ibu Rahimun merupakan seorang perempuan yang sedari kecil berjuang untuk bisa menempuh pendidikan yang ia inginkan. Besar di lingkungan keluarga yang keadaan perekonomiannya tidak selalu stabil, ia terbentuk menjadi seorang perempuan yang tegar dan tangguh. Sejak kecil, ia ikut berpindah-pindah tempat mengikuti orang tuanya. Terhitung lebih dari lima kali ia berpindah-pindah, dari SD yang satu ke SD yang lainnya. Karena keadaan ekonomi yang tidak memungkinkannya untuk melanjutkan pendidikan di sekolah umum, ia pun melanjutkan pendidikannya ke pesantren. | |||
Di pesantren, Ibu Rahimun berjuang dengan gigih untuk bisa meraih cita-cita. Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi seorang guru pendidikan agama dan cita-citanya saat ini telah terwujud. Perjalanan hidupnya yang penuh dengan lika-liku menjadikan dirinya sebagai seorang [[tokoh]] perempuan dan panutan bagi lingkungannya. Selepas menempuh pendidikan di pesantren, ia mendirikan sebuah balai pengajian pada tahun 2001 yang kemudian menjadi pesantren dari tanah hibah yang diberikan oleh orang tuanya. Menurutnya, sebagai seorang ulama haruslah memiliki kapasitas secara keilmuan dan mendapatkan pengakuan dari masyarakat, dan seorang ulama harus kembali kepada masyarakat. Mendirikan sebuah pesantren bagi Ibu Rahimun merupakan sebuah langkah untuk ia kembali kepada masyarakat dan menjadikan dirinya diakui oleh masyarakat. | Di pesantren, Ibu Rahimun berjuang dengan gigih untuk bisa meraih cita-cita. Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi seorang guru pendidikan agama dan cita-citanya saat ini telah terwujud. Perjalanan hidupnya yang penuh dengan lika-liku menjadikan dirinya sebagai seorang [[tokoh]] perempuan dan panutan bagi lingkungannya. Selepas menempuh pendidikan di pesantren, ia mendirikan sebuah balai pengajian pada tahun 2001 yang kemudian menjadi pesantren dari tanah hibah yang diberikan oleh orang tuanya. Menurutnya, sebagai seorang ulama haruslah memiliki kapasitas secara keilmuan dan mendapatkan pengakuan dari masyarakat, dan seorang ulama harus kembali kepada masyarakat. Mendirikan sebuah pesantren bagi Ibu Rahimun merupakan sebuah langkah untuk ia kembali kepada masyarakat dan menjadikan dirinya diakui oleh masyarakat. | ||
Kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh Ibu Rahimun cukup beragam. Kegiatan-kegiatan tersebut yaitu sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Urusan Agama Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar dan anggota dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dari tahun 2017 sampai saat ini. Ia juga mendirikan, memimpin, dan mengajar di Dayah atau Pondok Pesantren Ar-Rahmah Pagar Air Aceh Besar, mulai dari tahun 2001 sampai sekarang, dan mendirikan Yayasan Ar-Rahmah Pagar Air pada tahun 2007. Selain itu, Ibu Rahimun juga mendirikin sekolah bagi anak-,anak yaitu TKA-TPA-TPQ Ar-Rahmah pada tahun 2007 dan TK Tahfidzul Qur’an Ar-Rahmah (PAUD IT) pada tahun 2016. | |||
Ibu Rahimun menjadi pengasuh di beberapa majelis taklim di Aceh, diantaranya yaitu Majelis Taklim Raudhatul Jinan Gampong Bineh Blang tahun 2001 sampai saat ini; Majelis Taklim An Nisa Mesjid Jamik Pagar Air tahun 2001 sampai saat ini; Majelis Taklim Gampong Jurong Peujera Kec. Ingin Jaya Aceh Besar, tahun 2001 sampai saat ini. Ia aktif di beberapa organisasi, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam pada tahun 2000, BKPRMI Aceh tahun 2006-2014, Fatayat NU Aceh tahun 2007-2017, dan Muslimah NU Aceh pada tahun 2018 sampai saat ini. | |||
Ibu Rahimun menjadi pengasuh di beberapa majelis taklim di Aceh, diantaranya yaitu Majelis Taklim Raudhatul Jinan Gampong Bineh Blang tahun 2001 sampai saat ini; Majelis Taklim An Nisa Mesjid Jamik Pagar Air tahun 2001 sampai saat ini; Majelis Taklim Gampong Jurong Peujera Kec. Ingin Jaya Aceh Besar, tahun 2001 sampai saat ini. Ia aktif di beberapa organisasi, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam pada tahun 2000, BKPRMI Aceh tahun 2006-2014, Fatayat NU Aceh tahun 2007-2017, dan Muslimah NU Aceh pada tahun 2018 sampai saat ini. | |||
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan == | == Tokoh dan Keulamaan Perempuan == | ||
Pada tahun 2007 Ibu Rahimun pernah mengikuti sebuah pelatihan tentang Islam dan perdamaian. Di dalam pelatihan tersebut, ia mendapatkan Kurikulum Damai yang menurutnya sangat bagus dan dipergunakan di pesantren yang didirikannya, yaitu Ar Rahmah Pagar Air. Kurikulum Damai yang berprinsip damai di dunia dan damai di akhirat diajarkan kepada anak-anak santri. Ia juga mengajarkan fikih kepada para santri yang sekaligus ia manfaatkan untuk mengembangkan pemahaman anak-anak didiknya mengenai gender. Sebagaimana Rasulullah mendidik, menyampaikan ilmu dengan asas kesetaraan, perdamaian, dan kebersamaan, nilai-nilai perjuangan Ibu Rahimun saat ini adalah keislaman, keadilan, perdamaian, menghormati satu sama lain, sayang teman, dan tidak suka lawan. | Pada tahun 2007 Ibu Rahimun pernah mengikuti sebuah pelatihan tentang Islam dan perdamaian. Di dalam pelatihan tersebut, ia mendapatkan Kurikulum Damai yang menurutnya sangat bagus dan dipergunakan di pesantren yang didirikannya, yaitu Ar Rahmah Pagar Air. Kurikulum Damai yang berprinsip damai di dunia dan damai di akhirat diajarkan kepada anak-anak santri. Ia juga mengajarkan fikih kepada para santri yang sekaligus ia manfaatkan untuk mengembangkan pemahaman anak-anak didiknya mengenai gender. Sebagaimana Rasulullah mendidik, menyampaikan ilmu dengan asas kesetaraan, perdamaian, dan kebersamaan, nilai-nilai perjuangan Ibu Rahimun saat ini adalah keislaman, keadilan, perdamaian, menghormati satu sama lain, sayang teman, dan tidak suka lawan. | ||
| Baris 37: | Baris 28: | ||
Pada saat ini, Ibu Rahimun berfokus di kegiatan-kegiatan pondok pesantrennya yaitu Ar Rahmah Pagar Air Aceh Besar, serta menjadi pengasuh di beberapa majelis taklim seperti Majelis Taklim Raudhatul Jinan Gampong Bineh Blang, Majelis Taklim An Nisa Mesjid Jamik Pagar Air, Majelis Taklim Gampong Jurong Peujera Kec. Ingin Jaya Aceh Besar, dan majelis taklim lainnya yang berada di Aceh. Perjuangannya masih terus dilanjutkan, dia pun menunggu terobosan-terobosan yang akan dilakukan oleh Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), baik di pusat maupun di daerah, terobosan tentang bagaimana KUPI memberikan segmen pengajarannya, serta bagaimana keulamaan perempuan perlu kesatuan, persatuan, dan kebersamaan. | Pada saat ini, Ibu Rahimun berfokus di kegiatan-kegiatan pondok pesantrennya yaitu Ar Rahmah Pagar Air Aceh Besar, serta menjadi pengasuh di beberapa majelis taklim seperti Majelis Taklim Raudhatul Jinan Gampong Bineh Blang, Majelis Taklim An Nisa Mesjid Jamik Pagar Air, Majelis Taklim Gampong Jurong Peujera Kec. Ingin Jaya Aceh Besar, dan majelis taklim lainnya yang berada di Aceh. Perjuangannya masih terus dilanjutkan, dia pun menunggu terobosan-terobosan yang akan dilakukan oleh Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), baik di pusat maupun di daerah, terobosan tentang bagaimana KUPI memberikan segmen pengajarannya, serta bagaimana keulamaan perempuan perlu kesatuan, persatuan, dan kebersamaan. | ||
== Penghargaan dan Prestasi == | == Penghargaan dan Prestasi == | ||
Ibu Rahimun pernah mendapatkan piagam penghargaan Bupati Aceh Besar Tahun 2009, dalam rangka Hari Ibu ke 81, sebagai Tokoh Perempuan Berprestasi di Bidang Keagamaan, atas pengabdian dan partisipasinya di bidang keagamaan secara terus-menerus di Aceh Besar dan dinobatkan sebagai Penyuluh Honorer Terbaik II Kemenag Aceh Besar tahun 2010. ''' ''' | Ibu Rahimun pernah mendapatkan piagam penghargaan Bupati Aceh Besar Tahun 2009, dalam rangka Hari Ibu ke 81, sebagai Tokoh Perempuan Berprestasi di Bidang Keagamaan, atas pengabdian dan partisipasinya di bidang keagamaan secara terus-menerus di Aceh Besar dan dinobatkan sebagai Penyuluh Honorer Terbaik II Kemenag Aceh Besar tahun 2010. ''' ''' | ||
== Karya-Karya == | == Karya-Karya == | ||
Ibu Rahimun aktif terlibat di berbagai kegiatan baik yang bersifat akademis maupun non-akademis. Ia terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan seperti Penguatan Ekonomi yang diselenggarakan oleh Forum Bangun Aceh Berbasis Ekonomi Masyarakat (FBA), pada 1 Januari 2009 di Dayah Ar-Rahmah; Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Masyarakat yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja Industri, pada 10 Agustus 2009 di Dayah Ar-Rahmah; Pelatihan ''Public Speaking'' dan ''Leadership'' yang diselenggarakan oleh Logica Aceh, pada 25-27 Agustus 2009 di Dayah Ar-Rahmah; Pelatihan Melestarikan Lingkungan Hidup yang diselenggarakan oleh Forum Perempuan Sumber Daya Alam Aceh, pada 1 Januari 2018 di Dayah Ar-Rahmah sebagai panitia pelaksana kegiatan. | Ibu Rahimun aktif terlibat di berbagai kegiatan baik yang bersifat akademis maupun non-akademis. Ia terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan seperti Penguatan Ekonomi yang diselenggarakan oleh Forum Bangun Aceh Berbasis Ekonomi Masyarakat (FBA), pada 1 Januari 2009 di Dayah Ar-Rahmah; Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Masyarakat yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja Industri, pada 10 Agustus 2009 di Dayah Ar-Rahmah; Pelatihan ''Public Speaking'' dan ''Leadership'' yang diselenggarakan oleh Logica Aceh, pada 25-27 Agustus 2009 di Dayah Ar-Rahmah; Pelatihan Melestarikan Lingkungan Hidup yang diselenggarakan oleh Forum Perempuan Sumber Daya Alam Aceh, pada 1 Januari 2018 di Dayah Ar-Rahmah sebagai panitia pelaksana kegiatan. | ||