15.259
suntingan
(←Membuat halaman berisi '{{Infobox person|name=Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, M.A., C.BE.|birth_date=Padang Pariaman, 4 Maret 1955|image=Berkas:Azyumardi Azra.jpg|imagesize=220px|known for=*Jari...') |
|||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox person|name=Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, M.A., C.BE.|birth_date=Padang Pariaman, 4 Maret 1955|image=Berkas:Azyumardi Azra.jpg|imagesize=220px|known for=*Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII|occupation=*Guru Besar bidang Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta}}'''Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A, CBE,''' adalah guru besar sejarah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan pernah menjadi rektor di perguruan tinggi yang sama. Ia lahir pada tanggal 4 Maret 1955 di daerah Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat. | {{Infobox person|name=Prof. Dr. H. Azyumardi Azra, M.A., C.BE.|birth_date=Padang Pariaman, 4 Maret 1955|image=Berkas:Azyumardi Azra.jpg|imagesize=220px|known for=*Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII|occupation=*Guru Besar bidang Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta}}'''Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A, CBE,''' adalah guru besar sejarah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta dan pernah menjadi rektor di perguruan tinggi yang sama. Ia lahir pada tanggal 4 Maret 1955 di daerah Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat. | ||
Dalam Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]), Prof. Azra ditunjuk menjadi dewan penasihat bersama beberapa [[tokoh]] lain, seperti K.H. Ahmad Mustofa Bisri, dan Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M. A. Kiai Faqih Abdul Kodir memandang bahwa posisi Prof. Azra dalam kaitannnya dengan KUPI sangat penting. Prof. Azra, sebut Faqih, adalah salah satu dewan penasihat, selalu mendukung program-program KUPI dan ia adalah orang yang sering mengampanyekan KUPI dalam program-program Internasional, misal seperti ke Thailand dan bahkan ke Timur Tengah. | Dalam Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]), Prof. Azra ditunjuk menjadi dewan penasihat bersama beberapa [[tokoh]] lain, seperti K.H. Ahmad [[Mustofa Bisri]], dan Prof. Dr. [[Nasaruddin Umar]], M. A. Kiai Faqih Abdul Kodir memandang bahwa posisi Prof. Azra dalam kaitannnya dengan KUPI sangat penting. Prof. Azra, sebut Faqih, adalah salah satu dewan penasihat, selalu mendukung program-program KUPI dan ia adalah orang yang sering mengampanyekan KUPI dalam program-program Internasional, misal seperti ke Thailand dan bahkan ke Timur Tengah. | ||
Dalam sebuah kesempatan, Azyumardi Azra memuat tulisan penting tentang KUPI di harian Republika dengan tajuk “KUPI di House of Lords”. Dalam tulisan ini, Azra menceritakan pengalamannya menghadiri undangan Parlemen Inggris untuk sebuah acara. Ia menyebut bahwa pihak mancanegara banyak yang melirik model keislaman di Indonesia. Termasuk yang dibahas dalam forum yang dihadiri Azyumardi Azra di Inggris itu adalah menyangkut Kongres KUPI yang diselenggarakan di pesantren Kebon Jambu, Cirebon Jawa Barat. | Dalam sebuah kesempatan, Azyumardi Azra memuat tulisan penting tentang KUPI di harian Republika dengan tajuk “KUPI di House of Lords”. Dalam tulisan ini, Azra menceritakan pengalamannya menghadiri undangan Parlemen Inggris untuk sebuah acara. Ia menyebut bahwa pihak mancanegara banyak yang melirik model keislaman di Indonesia. Termasuk yang dibahas dalam forum yang dihadiri Azyumardi Azra di Inggris itu adalah menyangkut Kongres KUPI yang diselenggarakan di pesantren Kebon Jambu, Cirebon Jawa Barat. | ||
| Baris 12: | Baris 12: | ||
Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta. Selama menjadi mahasiswa ia juga aktif di berbagai organisasi, salah satunya ia pernah menjabat ketua HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) cabang Ciputat. Ia menempuh pendidikan master tiga kali pada jurusan yang berbeda, yaitu di Language and Culture of Earstren University, di departemen Sejarah Columbia University, dan di departemen Filsafat di universitas yang sama. Sementara pendidikan doktornya diraih di Columbia University departemen Filsafat. | Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Tarbiyah IAIN Jakarta. Selama menjadi mahasiswa ia juga aktif di berbagai organisasi, salah satunya ia pernah menjabat ketua HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) cabang Ciputat. Ia menempuh pendidikan master tiga kali pada jurusan yang berbeda, yaitu di Language and Culture of Earstren University, di departemen Sejarah Columbia University, dan di departemen Filsafat di universitas yang sama. Sementara pendidikan doktornya diraih di Columbia University departemen Filsafat. | ||
Untuk disertasinya Azyumardi Azra menulis tentang “The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Networks of Middle Eastren and Malay Indonesia Ulama in The Seventeenth and Eightheen Centuries”. Tugas akhir yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dicetak menjadi buku berjudul ''Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII''. | Untuk disertasinya Azyumardi Azra menulis tentang “The Transmission of Islamic Reformism to Indonesia: Networks of Middle Eastren and Malay Indonesia Ulama in The Seventeenth and Eightheen Centuries”. Tugas akhir yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dicetak menjadi buku berjudul ''[[Jaringan]] Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII''. | ||
Setelah menyelesaikan pendidikan S3, ia mendapatkan program post doctoral di Oxford University selama setahun, dan sekembalinya dari Oxford, ia kembali ke Indonesia untuk mengabdi dan menyebarkan ilmunya. | Setelah menyelesaikan pendidikan S3, ia mendapatkan program post doctoral di Oxford University selama setahun, dan sekembalinya dari Oxford, ia kembali ke Indonesia untuk mengabdi dan menyebarkan ilmunya. | ||
| Baris 64: | Baris 64: | ||
# Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal . | # Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal . | ||
== Daftar Bacaan Lanjutan == | |||
Andina Dwifatma, ''Cerita Azra: Biografi Cendikiawan Muslim Azyumardi Azra'', Penerbit Erlangga, Jakarta, 2011. | Andina Dwifatma, ''Cerita Azra: Biografi Cendikiawan Muslim Azyumardi Azra'', Penerbit Erlangga, Jakarta, 2011. | ||