894
suntingan
| Baris 14: | Baris 14: | ||
AMAN Indonesia percaya bahwa kita dapat membangun masyarakat yang toleran, harmonis, dan damai dengan menerapkan empat pilar program yaitu: | AMAN Indonesia percaya bahwa kita dapat membangun masyarakat yang toleran, harmonis, dan damai dengan menerapkan empat pilar program yaitu: | ||
'''Pertama, penyebarluasan interpretasi teks-teks Islam yang inklusif. | === '''Pertama, penyebarluasan interpretasi teks-teks Islam yang inklusif.''' === | ||
Program yang diinisiasi untuk memproduksi dan mempopulerkan kembali interpretasi atas pemahaman dan praktek keagamaan dengan perspektif pembelaan terhadap hak-hak perempuan, dan individu atau kelompok yang mengalami kekerasan berbasis gender, agama dan orientasi seksual yang disebarkan melalui website, media sosial, buletin, buku, video dan media komunikasi visual dibawah pengelolaan Islamic Media Center AMAN. Selain itu, penyebarluasan dan internalisasi perspektif progresif tentang Islam, gender dan hak-hak minoritas dilakukan melalui institusi Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Perempuan, Proyek percontohan Pendidikan Berparadigma Pancasila, dan Peace Goes to School/Campus. Bekerja sama dengan [[Fahmina]], dan Umah [[Mubadalah]], AMAN Indonesia turut mendukung dan mengembangkan media keislaman alternative yaitu <nowiki>https://mubadalah.id/</nowiki> guna menyediakan referensi tentang gender dan Islam dengan perspektif kesalingan atau resiprokal. Bekerja sama dengan sindikasi media keislaman, AMAN merekrut penulis-penulis perempuan berbakat untuk mengeksplorasi dan membanjiri konten media keislaman dengan perspektif gender yang kuat. Para penulis ini kemudian bergabung dan terorganisir dalam jaringan Puan Menulis yang beranggotakan 161 penulis Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang, Wonosobo, dan Poso. | |||
''' | === '''Kedua, membangun ketahanan masyarakat yang dipimpin perempuan'''. === | ||
'''Keempat, advokasi kebijakan yang berorientasi pada perdamaian dan berbasis gender'''. Program ini mendorong proses advokasi menggunakan informasi, pengetahuan, dan diplomasi yang tidak menghakimi untuk menyatukan semua pihak dalam menyelesaikan kasus-kasus kekerasan seksual, kekerasan berbasis gender dan agama, dengan menjadikan pembelajaran dari masyarakat akar rumput sebagai bahan advokasi di tingkat nasional dan internasional, kemudian kembali ke basis. AMAN Indonesia menjadi salah satu tim penyusun Rencana Aksi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (RAN P3AKS) 2014-2019. Sejak itu, AMAN bersama kementerian dan [[lembaga]] terkait memfasilitasi proses kontekstualisasi RAN P3AKS di lebih 15 provinsi yang rawan konflik. Bersama dengan jaringan WGWC, AMAN juga memfasilitasi upaya penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam mengimplementasikan Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024, terutama dalam memperkuat peran masyarakat sipil dan pengarusutamaan gender. | Program ini bertujuan memfasilitasi penguatan pengetahuan, institusi dan mekanisme sosial untuk perlindungan dan pencegahan kekerasan berbasis ekstremisme, gender dan agama, di mana perempuan menjadi aktor kuncinya. Pendirian Sekolah Perempuan Perdamaian (SP) sebagai inkubator kepemimpinan perempuan di arus bawah. Saat ini Sekolah Perempuan berada di 42 komunitas/desa telah mampu mentransformasikan lebih dari 2000 perempuan lintas iman dan budaya menjadi pemimpin yang dapat menumbuhkan nilai-nilai perdamaian dan keadilan gender tidak hanya di dalam keluarga, tetapi juga memperkuat kohesi sosial serta mempengaruhi kebijakan agar lebih peka gender dan berorientasi pada perdamaian. | ||
=== '''Ketiga, Konsolidasi suara-suara progresif.''' === | |||
Program ini bertujuan membangun simpul gerakan di tingkat daerah, nasional dan regional dari kelompok dan organisasi Independen yang memiliki visi yang sama dan menyatakan berafiliasi dengan AMAN Indonesia untuk aksi pembelaan hak asasi manusia dan perempuan, penguatan toleransi dan perdamaian serta pencegahan kekerasan berbasis ekstremisme. Di tingkat lokal, AMAN Indonesia menginisiasi gerakan baru anak muda yang disebut Peace Leaders dan Girl Ambassadors for Peace (GA4P) untuk menciptakan dan mempromosikan kerja pemuda, perdamaian, dan keamanan di antara lebih dari 15.000 anak muda, siswa dan mahasiswa di wilayah yang rentan konflik dan kekerasan. Di tingkat nasional, AMAN Indonesia aktif mengkonsolidasi gerakan masyarakat sipil untuk merespon isu-isu perempuan, konflik, dan ekstremisme kekerasan melalui pembentukan jaringan Indonesia Beragam, Working Group on Women and Countering Violent Extremism (WGWC), dan Pokja PUG untuk Covid-19. Sejak 2017, AMAN Indonesia memfasilitasi diseminasi dan pertukaran pengetahuan ulama dari Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) untuk mempromosikan perlindungan perempuan dari segala bentuk kekerasan dengan melalui metodologi penafsiran teks yang progresif dan sensitif gender. | |||
=== '''Keempat, advokasi kebijakan yang berorientasi pada perdamaian dan berbasis gender'''. === | |||
Program ini mendorong proses advokasi menggunakan informasi, pengetahuan, dan diplomasi yang tidak menghakimi untuk menyatukan semua pihak dalam menyelesaikan kasus-kasus kekerasan seksual, kekerasan berbasis gender dan agama, dengan menjadikan pembelajaran dari masyarakat akar rumput sebagai bahan advokasi di tingkat nasional dan internasional, kemudian kembali ke basis. AMAN Indonesia menjadi salah satu tim penyusun Rencana Aksi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (RAN P3AKS) 2014-2019. Sejak itu, AMAN bersama kementerian dan [[lembaga]] terkait memfasilitasi proses kontekstualisasi RAN P3AKS di lebih 15 provinsi yang rawan konflik. Bersama dengan jaringan WGWC, AMAN juga memfasilitasi upaya penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam mengimplementasikan Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024, terutama dalam memperkuat peran masyarakat sipil dan pengarusutamaan gender. | |||
AMAN berpartisipasi aktif dalam advokasi di tingkat regional dan global terkait isu-isu seputar perempuan, perdamaian dan keamanan dengan menjadi anggota dan mitra jaringan organisasi seperti Asia-Pacific Women's Alliance for Peace and Security/APWAPS, the Global Network of Women Peacebuilders (GNWP), Working Group on Gender and Atrocity Prevention, the International Civil Society Action Network (ICAN), Action Asia, N-Peace Network dan SEAN-CSO. Misi utama AMAN adalah membawa pengarusutamaan gender dalam agenda kebijakan dan program terkait P/CVE dan konsolidasi kemitraan strategis antara CSO dan para pengambil kebijakan. | AMAN berpartisipasi aktif dalam advokasi di tingkat regional dan global terkait isu-isu seputar perempuan, perdamaian dan keamanan dengan menjadi anggota dan mitra jaringan organisasi seperti Asia-Pacific Women's Alliance for Peace and Security/APWAPS, the Global Network of Women Peacebuilders (GNWP), Working Group on Gender and Atrocity Prevention, the International Civil Society Action Network (ICAN), Action Asia, N-Peace Network dan SEAN-CSO. Misi utama AMAN adalah membawa pengarusutamaan gender dalam agenda kebijakan dan program terkait P/CVE dan konsolidasi kemitraan strategis antara CSO dan para pengambil kebijakan. | ||
[[Kategori:Lembaga]] | [[Kategori:Lembaga]] | ||