15.259
suntingan
| Baris 6: | Baris 6: | ||
== Riwayat Hidup == | == Riwayat Hidup == | ||
Ala’i Nadjib lahir dari pasangan Ibu Tohiroh dan Bapak Muhammad Nadjib. Ia adalah anak perempuan pertama dengan lima adik laki-laki dan dua perempuan. Ayahnya dikenal sebagai seorang santri dan pengajar ilmu balaghah dan fiqh. Hal itu tampak dari nama Ala’i yang diberikannya, begitu unik. Nama itu berarti “nikmat Allah yang banyak kepada hambanya” atau “nikmat yang tidak terbilang”. Ayahnya yang mesantren di Darul Ulum, Desa Pondowan, Kecamatan Tayu, Pati, dilamar pengasuh pesantren tersebut untuk dinikahkan dengan salah satu anak perempuannya. Pengasuh pesantren tersebut tak lain adalah kakek Ala’i. Ia adalah murid kesayangan Syaikh Yasin al Fadani, Ulama Indonesia keturunan Padang yang mengajar di masjidil Haram, pendiri sekolah perempuan pertama di Saudi, pada 1943. Lamaran itu ditujukan untuk anak perempuannya yang tak lain adalah ibu Ala’i, Ibu Tohiroh. | Ala’i Nadjib lahir dari pasangan Ibu Tohiroh dan Bapak Muhammad Nadjib. Ia adalah anak perempuan pertama dengan lima adik laki-laki dan dua perempuan. Ayahnya dikenal sebagai seorang santri dan pengajar ilmu balaghah dan [[fiqh]]. Hal itu tampak dari nama Ala’i yang diberikannya, begitu unik. Nama itu berarti “nikmat Allah yang banyak kepada hambanya” atau “nikmat yang tidak terbilang”. Ayahnya yang mesantren di Darul Ulum, Desa Pondowan, Kecamatan Tayu, Pati, dilamar pengasuh pesantren tersebut untuk dinikahkan dengan salah satu anak perempuannya. Pengasuh pesantren tersebut tak lain adalah kakek Ala’i. Ia adalah murid kesayangan Syaikh Yasin al Fadani, Ulama Indonesia keturunan Padang yang mengajar di masjidil Haram, pendiri sekolah perempuan pertama di Saudi, pada 1943. Lamaran itu ditujukan untuk anak perempuannya yang tak lain adalah ibu Ala’i, Ibu Tohiroh. | ||
Ala’i menikah dengan Mahrus dari Losari, Cirebon, yang sekarang menjadi Kasubdit Pendidikan Al-Quran PD Pontren Kementerian Agama (Kemenag) RI. Pernikahannya dikaruniai tiga orang anak yakni Intihob Sudh Savirta, Imtiyaz Tashukayit, dan Ahsaba Bih Priyahita. | Ala’i menikah dengan Mahrus dari Losari, Cirebon, yang sekarang menjadi Kasubdit Pendidikan Al-Quran PD Pontren Kementerian Agama (Kemenag) RI. Pernikahannya dikaruniai tiga orang anak yakni Intihob Sudh Savirta, Imtiyaz Tashukayit, dan Ahsaba Bih Priyahita. | ||
| Baris 78: | Baris 78: | ||
{| | |||
'''Penulis: Abdul Rosyidi''' | |'''Penulis''' | ||
|''':''' | |||
'''Editor: Nor Ismah''' | |'''Abdul Rosyidi''' | ||
|- | |||
|'''Editor''' | |||
|''':''' | |||
|'''Nor Ismah''' | |||
|- | |||
|'''Reviewer''' | |||
|''':''' | |||
|'''[[Faqihuddin Abdul Kodir]]''' | |||
|} | |||
[[Kategori:Tokoh]] | [[Kategori:Tokoh]] | ||