15.259
suntingan
| Baris 20: | Baris 20: | ||
Dalam artikel berjudul ''Memilih Berdaya Bersama Hadis,'' ia menyebutkan bahwa tak bisa dipungkiri banyak sekali hadis-hadis, dengan jelas secara eksplisit menyubordinasikan perempuan atau mengandung ujaran misoginis. Bahkan melalui hadis-hadis tersebut para filsuf abad pertengahan justru memilih untuk merumuskan etika kebijakan yang hierarkis dan berpusat pada laki-laki. Dengan mengutip Zahra Ayubi, dalam buku ''Gendered Morality,'' Lies Marcoes menjelaskan bahwa pandangan-pandangan yang bersumber dari hadis menjadi sumber dalam filsafat etika Islam, yang menjadikan posisi perempuan sebagai obyek untuk kesempurnaan akhlak laki-laki, terutama dalam tasawuf saat mereka menjalani tarekat. | Dalam artikel berjudul ''Memilih Berdaya Bersama Hadis,'' ia menyebutkan bahwa tak bisa dipungkiri banyak sekali hadis-hadis, dengan jelas secara eksplisit menyubordinasikan perempuan atau mengandung ujaran misoginis. Bahkan melalui hadis-hadis tersebut para filsuf abad pertengahan justru memilih untuk merumuskan etika kebijakan yang hierarkis dan berpusat pada laki-laki. Dengan mengutip Zahra Ayubi, dalam buku ''Gendered Morality,'' Lies Marcoes menjelaskan bahwa pandangan-pandangan yang bersumber dari hadis menjadi sumber dalam filsafat etika Islam, yang menjadikan posisi perempuan sebagai obyek untuk kesempurnaan akhlak laki-laki, terutama dalam tasawuf saat mereka menjalani tarekat. | ||
[[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]] | [[Kategori:Jejak Faqihuddin Abdul Kodir]] | ||