Mengenal Pembicara AICIS 2017: Kang Husein Muhammad, Kyai Feminis: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber |: |[https://mubadalah.id/biografi-kh-husein-muhammad/ Mubadalah.id] |- |Penulis |: |Napol |- |Tanggal Publikasi |: |24/09/2022 |- |Arti...')
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://mubadalah.id/biografi-kh-husein-muhammad/ Mubadalah.id]
|[https://kemenag.go.id/nasional/mengenal-pembicara-aicis-2017-kang-husein-muhammad-kyai-feminis-62z2cc kemenag.go.id]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Napol
|Mahrus eL-Mawa
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|24/09/2022
|Sabtu, 18 November 2017 · 06:31 WIB
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://mubadalah.id/biografi-kh-husein-muhammad/ Biografi KH Husein Muhammad]
|[https://kemenag.go.id/nasional/mengenal-pembicara-aicis-2017-kang-husein-muhammad-kyai-feminis-62z2cc Mengenal Pembicara AICIS 2017: Kang Husein Muhammad, Kyai Feminis]
|}'''[[Mubadalah]].id–''' Salah satu kiyai memberikan sumbangan besar terhadap kesetaraan gender ialah KH [[Husein Muhammad]]. Pemikiran Kiyai asal Cirebon ini senantiasa relevan di Indonesia. Berikut ini [[biografi KH Husein Muhammad]].
|}Jakarta (Kemenag) --- KH [[Husein Muhammad]] atau yang akrab disapa Kang Husein menjadi salah sat pembicara pada Annual International Conference on Islamic Studies. Forum yang berlangsung dari 20 – 24 November 2017 di BSD Tangerang ini akan dihadiri lebih dari 400 intelektual, dalam dan luar negeri.


Dewasa ini, patriarkisme tengah digempur oleh kebudayaan dan peradaban modern: sebuah dunia baru yang mengasaskan diri pada demokrasi dan hak-hak dasar manusia.
Kang Husein dikenal sebagai Kyai Feminis, yakni ulama yang mengkaji tentang perempuan dengan berperspektif keadilan bagi umat manusia, khususnya perempuan. Hasil kajiannya ini ditulis dalam sebuah buku masterpiece bertajuk “[[Fiqh]] Perempuan”. Buku ini juga yang menjadikan Kang Husein dikenal dunia.


Demokrasi meniscayakan sistem yang mengharapkan tidak adanya struktur perbedaan kelas social yang mapan berdasarkan agama, ras, gender, maupun status sosial. Maka, di zaman yang terus berubah, masyarakat memerlukan kontekstualisasi teks-teks agama untuk dijadikan rujukan atas solusi dari masalah-masalah yang dihadapi, termasuk persoalan hak-hak perempuan yang terenggut karena dimapankan oleh tafsir teks-teks agama yang tidak sesuai konteks zaman.
Kang Husein termasuk salah satu [[tokoh]] Indonesia yang masuk dalam 500 tokoh tingkat dunia. Dari Indonesia, selain Kang Husein, ada Presiden Jokowi, Habib Lutfi, dan KH Said Aqil Siradj.


KH Husein Muhammad adalah salah satu dari sedikit ulama laki-laki yang banyak mencetuskan pemikiran-pemikiran kritis berbasis teks agama dan kitab-kitab kuning sebagai upayanya membela hak-hak perempuan dan membedah pemapanan relasi timpang.Tokoh-[[tokoh]] feminis lain yang sepemikiran di antaranya: Margot Badran, Asma Barlas, Amina Wadud, Fatima Mernissi, Lois Lamya al-Faruqi.
Kang Husein Lahir di Cirebon tahun 1953. Dia meneruskan perjalanan intelektualnya ke Al-Azhar Kairo Mesir setelah “mesantren” di Lirboyo Kediri. Selain di pesantrennya, Kang Husein istiqamah mengajar kitab di Institut Studi Islam [[Fahmina]] (ISIF) Cirebon setiap hari Kamis selepas Dhuhur. Para peserta kajian kitabnya sebagian besar mahasiswa dan dosen ISIF, selain tentu saja menjadi pengasuh pesantren Darut [[Tauhid]] Arjawinangun Cirebon.
 
Kang Husen juga pernah menjadi anggota DPRD di Cirebon. Di tengah kesibukannya, Kang Husen aktif di LSM Perempuan, [[Rahima]]. Komitmennya dalam membela kaum perempuan mengantarkan Kang Husein menjadi komisioner di Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan) selama dua periode 2007-2009 dan 2009-2012.
 
Karya-karyanya sudah tersebar luas, antara lain: Islam Agama Ramah Perempuan, Pembelaan Kyai Pesantren (LKiS, 2005), Spiritualitas Kemanusiaan, Perspektif Islam Pesantren (LKiS, 2005), [[Ijtihad]] Kyai Husein, Upaya Membangun Keadilan (Rahima, 2011), dan Perempuan, Islam dan Negara: Pergulatan Identitas dan Entitas (2016).
 
Kehadiran Kang Husein dalam perhelatan AICIS 2017 diharapkan akan memberi pesan dan sekaligus meneguhkan bahwa intelektual pesantren juga dapat memberi kontribusi seperti akademisi lainnya. Selain menjadi pengasuh pesantren Darut Tauhid Arjawinangun Cirebon , Kang Husein juga berkiprah sebagai dosen di Institut Islam Fahmina (ISIF) Cirebon. Pendiri Fahmina Instutur ini pernah menjadi komisioner nasional perempuan (komnas perempuan).
 
Selain dikenal kyai feminis, Kang Husein juga dikenal pejuang dialog antar iman, seperti yang dilakukan Gus Dur. Buku hasil karyanya yang diterbitkan umumnya mengangkat tema sufisme, dialog antar agama dan kebangsaan.
 
Kehadiran Kang Husein di AICIS ke-17 ini diharapkan memberi ruang bagi para kyai dan aktifis kemanusiaan untuk berdiskusi tentang permasalahan feminism dalam Islam. (Mahrus eL-Mawa)
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Husein Muhammad]]
[[Kategori:Jejak Husein Muhammad]]

Menu navigasi