KUPI: Media Silaturrahim dan Temu Curhat: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
Berawal dari pra Kongres [[Ulama Perempuan]] yang berlangsung di Makassar Sulawesi Selatan pada tanggal 28 Februari sampai dengan 01 Maret 2017, ''Alhamdulillah'' saya mendapatkan wawasan tentang keulamaan perempuan yang selama ini tidak pernah dibincangkan secara serius baik dalam taraf nasional maupun internasional. Meskipun realitasnya perempuan cukup banyak yang memiliki kapasitas keilmuan yang mendalam sebagai ulama, tapi sepertinya terabaikan. Lagi pula perempuan dan laki-laki masing-masing punya kekurangan dan kelebihan, tapi mengapa hanya perempuan yang sering disudutkan?
Berawal dari pra Kongres [[Ulama Perempuan]] yang berlangsung di Makassar Sulawesi Selatan pada tanggal 28 Februari sampai dengan 01 Maret 2017, ''Alhamdulillah'' saya mendapatkan wawasan tentang keulamaan perempuan yang selama ini tidak pernah dibincangkan secara serius baik dalam taraf nasional maupun internasional. Meskipun realitasnya perempuan cukup banyak yang memiliki kapasitas keilmuan yang mendalam sebagai ulama, tapi sepertinya terabaikan. Lagi pula perempuan dan laki-laki masing-masing punya kekurangan dan kelebihan, tapi mengapa hanya perempuan yang sering disudutkan?


Karena ketidakpuasan dalam pra kongres tersebut, maka begitu ada informasi pendaftaran [[KUPI]] yang akan dilaksanakan tanggal 25-27 April 2017 di Pondok Pesantren Kebon Jambu al-Islamy Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat, maka saya dan teman-teman segera mendaftarkan diri sebagai peserta aktif untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan ''booking'' tiket satu bulan sebelum hari yang ditentukan karena khawatir tidak kebagian tempat dan fasilitas. ''Alhamdulillah'' Tuhan merestuinya.
Karena ketidakpuasan dalam pra kongres tersebut, maka begitu ada informasi pendaftaran [[KUPI]] yang akan dilaksanakan tanggal 25-27 April 2017 di Pondok Pesantren [[Kebon Jambu Al-Islamy|Kebon Jambu al-Islamy]] Babakan Ciwaringin Cirebon Jawa Barat, maka saya dan teman-teman segera mendaftarkan diri sebagai peserta aktif untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan ''booking'' tiket satu bulan sebelum hari yang ditentukan karena khawatir tidak kebagian tempat dan fasilitas. ''Alhamdulillah'' Tuhan merestuinya.


Karena itu, saya bersyukur kepada Allah SWT., dan berterima kasih kepada Panitia KUPI, karena lewat KUPI ini, saya dapat merasakan nikmat tersendiri. ''Pertama'', bisa menyaksikan kota Cirebon yang kaya dengan pondok pesantren sebagai tempat pembibitan ulama laki-laki dan perempuan secara bersama-sama. ''Kedua'', dapat bersilaturrahim dengan para peserta kongres dari berbagai daerah dan disiplin ilmu yang berbeda pula. ''Ketiga'', menimba pengalaman dari ibu-ibu yang mengalami KDRT dan semacamnya. ''Alhamdulillah,'' seluruh rangkaian acara dapat saya ikuti, mulai seminar internasional sampai dengan bedah buku keulamaan perempuan.
Karena itu, saya bersyukur kepada Allah SWT., dan berterima kasih kepada Panitia KUPI, karena lewat KUPI ini, saya dapat merasakan nikmat tersendiri. ''Pertama'', bisa menyaksikan kota Cirebon yang kaya dengan pondok pesantren sebagai tempat pembibitan ulama laki-laki dan perempuan secara bersama-sama. ''Kedua'', dapat bersilaturrahim dengan para peserta kongres dari berbagai daerah dan disiplin ilmu yang berbeda pula. ''Ketiga'', menimba pengalaman dari ibu-ibu yang mengalami KDRT dan semacamnya. ''Alhamdulillah,'' seluruh rangkaian acara dapat saya ikuti, mulai seminar internasional sampai dengan bedah buku keulamaan perempuan.
Baris 18: Baris 18:
''(Peserta KUPI asal Makassar)''
''(Peserta KUPI asal Makassar)''


[[Kategori:Refleksi Kongres]]
[[Kategori:Refleksi]]
[[Kategori:Refleksi Kongres1]]
[[Kategori:Refleksi Kongres 1]]

Menu navigasi