Kongres Ulama Perempuan Indonesia Ungkap Soal Peminggiran Wanita: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
Baris 4: Baris 4:
Ketua Yayasan [[Fahmina]] Cirebon, KH [[Husein Muhammad]] menjelaskan jika pusat-pusat peradaban Islam, paling tidak di 3 tempat yaitu Damaskus, Suriah; Baghdad, Irak; dan Andalusia, Spanyol, telah memperlihatkan dan menggambarkan secara jelas fakta perempuan Islam di atas panggung sejarah Islam awal.
Ketua Yayasan [[Fahmina]] Cirebon, KH [[Husein Muhammad]] menjelaskan jika pusat-pusat peradaban Islam, paling tidak di 3 tempat yaitu Damaskus, Suriah; Baghdad, Irak; dan Andalusia, Spanyol, telah memperlihatkan dan menggambarkan secara jelas fakta perempuan Islam di atas panggung sejarah Islam awal.


Saat itu banyak perempuan yang menjadi ulama, cendekia dan intelektual profesional dengan beragam keahlian dan dengan kapasitas intelektual yang relatif, bahkan mengungguli ulama laki-laki,” kata Husein dalam seminar dengan tema Peran [[Ulama Perempuan]] dalam Meneguhkan Nilai Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan pada Kongres [[Ulama Perempuan Indonesia]] ([[KUPI]]) di Ponpes Kebon Jambu Al Islamy, Babakan Ciwaringin, Cirebon, Rabu, 26 April 2017.
Saat itu banyak perempuan yang menjadi ulama, cendekia dan intelektual profesional dengan beragam keahlian dan dengan kapasitas intelektual yang relatif, bahkan mengungguli ulama laki-laki,” kata Husein dalam seminar dengan tema Peran [[Ulama Perempuan]] dalam Meneguhkan Nilai Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan pada [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] ([[KUPI]]) di Ponpes Kebon Jambu Al Islamy, Babakan Ciwaringin, Cirebon, Rabu, 26 April 2017.


Banyaknya ulama perempuan ini, menurut Husein, karena memang Islam hadir untuk kemanusiaan. “Islam memang hadir untuk sebuah cita-cita kemanusiaan,” kata Husein. Yaitu membebaskan penindasan, diskriminasi, dan kebodohan, menuju perwujudan kehidupan yang setara, berkeadilan dan berilmu pengetahuan untuk semua manusia. “Untuk semua manusia, baik itu laki-laki maupun perempuan,” kata Husein.
Banyaknya ulama perempuan ini, menurut Husein, karena memang Islam hadir untuk kemanusiaan. “Islam memang hadir untuk sebuah cita-cita kemanusiaan,” kata Husein. Yaitu membebaskan penindasan, diskriminasi, dan kebodohan, menuju perwujudan kehidupan yang setara, berkeadilan dan berilmu pengetahuan untuk semua manusia. “Untuk semua manusia, baik itu laki-laki maupun perempuan,” kata Husein.

Menu navigasi