15.259
suntingan
| Baris 4: | Baris 4: | ||
Ketua Yayasan [[Fahmina]] Cirebon, KH [[Husein Muhammad]] menjelaskan jika pusat-pusat peradaban Islam, paling tidak di 3 tempat yaitu Damaskus, Suriah; Baghdad, Irak; dan Andalusia, Spanyol, telah memperlihatkan dan menggambarkan secara jelas fakta perempuan Islam di atas panggung sejarah Islam awal. | Ketua Yayasan [[Fahmina]] Cirebon, KH [[Husein Muhammad]] menjelaskan jika pusat-pusat peradaban Islam, paling tidak di 3 tempat yaitu Damaskus, Suriah; Baghdad, Irak; dan Andalusia, Spanyol, telah memperlihatkan dan menggambarkan secara jelas fakta perempuan Islam di atas panggung sejarah Islam awal. | ||
Saat itu banyak perempuan yang menjadi ulama, cendekia dan intelektual profesional dengan beragam keahlian dan dengan kapasitas intelektual yang relatif, bahkan mengungguli ulama laki-laki,” kata Husein dalam seminar dengan tema Peran [[Ulama Perempuan]] dalam Meneguhkan Nilai Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan pada | Saat itu banyak perempuan yang menjadi ulama, cendekia dan intelektual profesional dengan beragam keahlian dan dengan kapasitas intelektual yang relatif, bahkan mengungguli ulama laki-laki,” kata Husein dalam seminar dengan tema Peran [[Ulama Perempuan]] dalam Meneguhkan Nilai Keislaman, Kebangsaan dan Kemanusiaan pada [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] ([[KUPI]]) di Ponpes Kebon Jambu Al Islamy, Babakan Ciwaringin, Cirebon, Rabu, 26 April 2017. | ||
Banyaknya ulama perempuan ini, menurut Husein, karena memang Islam hadir untuk kemanusiaan. “Islam memang hadir untuk sebuah cita-cita kemanusiaan,” kata Husein. Yaitu membebaskan penindasan, diskriminasi, dan kebodohan, menuju perwujudan kehidupan yang setara, berkeadilan dan berilmu pengetahuan untuk semua manusia. “Untuk semua manusia, baik itu laki-laki maupun perempuan,” kata Husein. | Banyaknya ulama perempuan ini, menurut Husein, karena memang Islam hadir untuk kemanusiaan. “Islam memang hadir untuk sebuah cita-cita kemanusiaan,” kata Husein. Yaitu membebaskan penindasan, diskriminasi, dan kebodohan, menuju perwujudan kehidupan yang setara, berkeadilan dan berilmu pengetahuan untuk semua manusia. “Untuk semua manusia, baik itu laki-laki maupun perempuan,” kata Husein. | ||