Hari Merdeka Untuk Semua: Refleksi Tantangan Penyandang Disabilitas dalam Pendidikan

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Info Artikel:

Sumber Original : Mubadalah.id
Tanggal Publikasi : 17/08/2023
Penulis : Nurul Latifah
Artikel Lengkap : Hari Merdeka Untuk Semua: Refleksi Tantangan Penyandang Disabilitas dalam Pendidikan

Mubadalah.id – Bersyukurlah kita yang masih bisa memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-78. Antusiasme menyambut hari Merdeka selalu kita nantikan bahkan sejak awal Bulan Agustus. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita berharap makna merdeka bukan hanya ucapan belaka. Namun kita wujudkan dengan tindakan nyata.

Salah satu doa tersebut adalah merdeka dari kekerasan dan diskriminasi, termasuk kepada penyandang disabilitas. Kita tentu mengingat salah satu cita-cita nasional yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hal ini sangat berkaitan dengan pendidikan, bukan? Nelson Mandela, seorang mantan presiden Afrika Selatan pernah berkata “Education is the best weapon to change the world.” Artinya bahwa pendidikan adalah senjata terbaik untuk mengubah dunia menjadi lebih baik.

Kita hidup di zaman yang semakin memudahkan kita untuk belajar di manapun dan kapanpun. Tetapi, pernahkah kita berpikir apakah semua kawan kita memperoleh kesempatan yang sama, termasuk teman kita penyandang disabilitas?

Disabilitas adalah kondisi fisik, mental, intelektual dan/atau sensorik yang seseorang alami dalam jangka waktu lama. Di mana kondisi itu membatasi interaksi dan aktivitas sehari-hari. Pembedaan perlakuan (diskriminasi) masih penyandang disabilitas rasakan. Seperti dianggap cacat, pelekatan mitos atau prasangka yang belum tentu kebenarannya, hingga sikap apatis.

Hal ini sangat membatasi disabilitas termasuk dalam usaha mengenyam pendidikan. Berikut tantangan yang penyandang disabilitas hadapi dalam dunia pendidikan: . . . . . .