Fatmawati

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dr. Fatmawati
Fatmawati.jpeg
Tempat, Tgl. LahirMaros, 20 Maret 1973
Aktivitas Utama
  • Ketua Program Studi Ilmu Falak, FSH UIN Alauddin Makassar, 2019-sekarang
  • Tim Da’i Pemerintah Daerah Kab. Gowa, Anggota, 2014-sekarang
  • Ketua Majelis Taklim Ummahat Darud Da’wah Wal Irsyad (UMDI) Pao-Pao, Gowa, 2008-sekarang
Karya Utama
  • Fikih Siyasah, Pusaka Almaida, 2015
  • Ulumul Qur’an, Pusaka Almaida, 2014
  • Buku Daras Ilmu Falak, LP2M UIN Alauddin Makassar, 2016

Fatmawati lahir pada tanggal 20 Maret 1974 di Desa Pattunuang, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Sehari-hari Fatmawati mengajar Ilmu Falak di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar. Ia mendapat amanah sebagai Ketua Program Studi Ilmu Falak FSH UIN Alauddin Makassar sejak tahun 2019 hingga sekarang. Sebagai Ketua Program Studi, ia telah berhasil membawa Program Studi yang baru berdiri tahun 2017 ini meraih Akreditasi B oleh BAN-PT pada tahun 2020. Fatmawati juga tercatat sebagai Tim Desa Binaan PPM UIN Alauddin Makassar sejak 2014 hingga sekarang.

Fatmawati turut hadir dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) tahun 2017. Ia juga menjadi panitia lokal yang mengorganisasi peserta KUPI dari Makassar. Dalam sesi penutupan KUPI, Fatmawati membacakan hasil musyawarah keagamaan KUPI tentang Kerusakan Alam dalam Konteks Ketimpangan Sosial di hadapan para peserta dan undangan bersama dengan delegasi yang lain.

Riwayat hidup

Fatmawati merupakan anak ketujuh dari Sembilan bersaudara dari pasangan H. Saharing (Pejuang/Veteran RI) dan Ibu Hj. Intan (IRT). Fatmawati menikah dengan Dr. Muhammad Shuhufi, M. Ag, dan telah dikaruniai dua orang anak, yaitu Nadyatul Hikmah Shuhufi, S.S.I. dan Nayla Salsabila Shuhufi.

Fatmawati menyelesaikan pendidikan dasarnya di SDN No. 5 Samangki, Bantimurung, Maros, tahun 1980-1986, dilanjutkan ke Madrasah I'dadiyah Ponpes DDI Mangkoso, Barru, tahun 1986-1987, Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Barru, tahun 1987-1990, Madrasah Aliyah (MA) di Ponpes DDI Mangkoso, Barru, tahun 1990-1993. Ia menyelesaikan Program Strata 1 (S1) Jurusan Perdata Pidana Islam, Fak. Syariah Dan Hukum, Iain Alauddin Ujung Pandang, tahun 1993-1997, Program Magister (S2) Konsentrasi Syariah dan Tafsir, PPS UIN Alauddin Makassar, tahun 1998-2000, dan program Doktor (S3) Konsentrasi Syariah /Hukum Islam, PPS UIN Alauddin Makassar, tahun 2004-2007.

Fatmawati mempunyai pengalaman mengajar yang terdokumentasikan sejak tahun 2009 dan telah mengampu beberapa mata kuliah di beberapa perguruan tinggi Islam di Sulawesi Selatan. Pengalaman mengajarnya antara lain: Sejarah Politik Islam, STAIN Parepare, tahun 2009; Perbandingan Mazhab, STAIN Parepare, tahun 2009; Ushul Fiqh, STAI DDI Maros, tahun 2009; Masailul Fiqhiyah, STAI DDI Maros, tahun 2009; Ilmu Tasawuf, STAI DDI Maros, tahun 2009 hingga sekarang; Fiqh Munakahat, STAI DDI Maros, tahun 2009; Ilmu Falak, STAI DDI Maros, tahun 2014-2017; Perbandingan Mazhab dan Hukum, STAI DDI Mangkoso, tahun 2014; Hukum Islam Kontemporer, UIN Alauddin Makassar, tahun 2016; Akidah Akhlak, UIN Alauddin Makassar, tahun 2016-2017; Fiqih Siyasah, UIN Alauddin Makassar, tahun 2016-2017; Ilmu Falak, UIN Alauddin Makassar, tahun 2016-2017.

Karirnya di dunia akademik telah menempatkan Fatmawati dalam sejumlah posisi strategis. Beberapa jabatan yang pernah dijabat sebelumnya baik di UIN Alauddin Makassar dan di IAIN Parepare tempat mengajar pertama kali. Berikut posisi yang pernah dijabat Fatmawati, yaitu, Tim Pengembangan Jurusan Ilmu Falak, tahun 2016, Tim Pengembangan Jurusan, tahun 2009, Koordinator Pengembangan Seni, Tilawah dan Hifdzil Qur’an, tahun 2008, Tim Pengelola Penerbitan Lembah Harapan Press, tahun 2008, Anggota Pusat Studi Gender (PSG) STAIN Parepare, tahun 2007-2008, Staf Subbag Umum STAIN Parepare, tahun 2007, Staf Subbag Akademik dan Bagian Kemahasiswaan STAIN Parepare, tahun 2006.

Selain kiprahnya di dunia akademik, Fatmawati memiliki kegiatan kemasyarakatan yang banyak. Sejak tahun 2008 hingga sekarang, Fatmawati tercatat sebagai ketua Pembina Majelis Taklim Nurul Mujaddid, ketua Majelis Taklim Ummahat Darud Da’wah Wal Irsyad (UMDI) Pao-Pao Kab. Gowa. Fatmawati juga menjadi anggota Tim Da’i Pemerintah Daerah Kab. Gowa, sejak 2014-hingga sekarang, ketua umum Ikatan Dakwah (IKADY) Kab. Gowa, Dinas Sosial Pemda Gowa, sejak 2016-sekarang, ketua umum Ikatan Daiyah (IKA DYAH) Kota Makassar, sejak 2017-sekarang. Selain itu, ia menjadi Pembina Racana Almaida, Gudep Pangkalan UIN Alauddin Makassar sejak 2010 hingga sekarang, sebagai sekretaris Pengurus Besar Darud Da’wah Wal Irsyad (PB DDI), sejak tahun 2016-sekarang, anggota Muslimat NU Kab. Gowa, sejak 2016 hingga sekarang. Ia saat ini menjadi pemateri tetap Fiqih Perempuan, di Masjid Al-Markaz Al-Islamy Jend. M. Yusuf Makassar, sejak tahun 2016.

Sebelum itu, Fatmawati pernah menjadi ketua Kelompok Kerja (POKJA) Majelis Taklim Kementerian Agama Gowa sejak 2010-2012, Muslimat NU Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2010-2015, anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, sekretaris Pengurus Pusat Darud Da’wah Wal Irsyad Abdurrahman Ambo Dalle (DDI-AD) tahun 2007-2014, Women's Crisis Center (WCC) Pao-Pao, sekretaris Jaringan LBH-P2i Sulawesi Selatan tahun 2007-2010, dan ketua Majelis Taklim Nurul Mujaddid, Gowa, tahun 2003-2008.

Tokoh dan Keulamaan Perempuan

Ketertarikan Fatmawati pada isu perempuan telah tumbuh sejak kecil. Ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia mulai gelisah melihat ketimpangan yang terjadi antara perempuan dan laki-laki. Kegelisahannya tersebut juga ia tuliskan di buku harian dan sesekali ia diskusikan bersama teman-temannya. Pada suatu momen penting di sekolah, Fatmawati meminta kepada pihak panitia untuk mendapatkan ruang mengekspresikan diri berupa pembacaan puisi. Ia kemudian membaca puisi di hadapan orang banyak tentang keadilan terhadap perempuan. Sontak seluruh hadirin terheran-heran mendengar puisi tersebut, mengingat keadilan perempuan adalah isu yang tidak umum untuk diangkat oleh anak seusianya. Masa itulah yang menjadi cikal bakal Fatmawati tertarik mendalami isu perempuan.

Sensitivitas Fatmawati makin terasah manakala ia mulai melihat bahwa perempuan memiliki berbagai persoalan dalam hidupnya. Permasalahan perempuan yang kerap ia temui adalah kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, dan kekerasan terhadap anak. Ada pula persoalan terkait hambatan perempuan dalam memimpin, karena adanya stigma bahwa perempuan bukanlah sosok yang mampu menjadi pemimpin. Dilatarbelakangi situasi tersebut, Fatmawati kemudian mengangkat isu-isu perempuan dalam setiap ceramah maupun diskusi di kampus, terutama setelah ia terlibat dalam kegiatan KUPI. Hal ini ia lakukan untuk mengedukasi jamaah maupun mahasiswanya, bahwa Islam mengangkat harkat dan martabat perempuan sebagai manusia yang harus dipenuhi hak-haknya.

Isu-isu yang sering ia sampaikan adalah relasi suami-istri di dalam rumah tangga, khitan perempuan, dan ketimpangan gender yang terjadi di masyarakat. Dalam memberikan ceramah maupun forum diskusi, Fatmawati selalu menggunakan dalil Al-Qur’an dan Sunnah, sehingga jamaah maupun mahasiswa merespon dengan baik materi yang ia sampaikan. Melalui upaya tersebut, gerakan dakwah Fatmawati mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dan secara perlahan memberikan dampak perubahan di masyarakat.

Fatmawati juga memberikan pendampingan korban kekerasan. Dalam catatan pengalamannya, suatu ketika ia mendengar seorang tetangga menangis histeris dengan suara-suara pukulan. Fatmawati memberanikan diri mendatangi rumah korban ketika suaminya keluar rumah. Ia mendapati paha korban lebam hitam karena hantaman balok kayu. Fatmawati lantas mencarikan bantuan hukum untuk menghentikan kekerasan yang mungkin bisa berakibat lebih fatal bagi korban. Fatmawati juga menghubungi rekannya yang bekerja di lembaga bantuan hukum untuk segera mencari shelter agar dapat menampung korban. Korban akhirnya tertolong dan pelaku dipenjara. Kisah ini disampaikan Fatmawati dalam terbitan Swararahima berjudul, “Pengalaman Ulama Perempuan Pendamping Kasus Kekerasan” yang diunggah di Instagram Swararahima pada November 2020.

Fatmawati memiliki pengalaman sebagai pembicara atau narasumber di sejumlah acara, baik seminar, lokakarya, pelatihan, maupun halaqah. Pada tahun 2008 beberapa kegiatan yang menghadirkan Fatmawati sebagai narasumber, antara lain: Problem Solving, STAIN Parepare; Metode Belajar di Perguruan Tinggi STAIN Parepare; Pendidikan Seks Perspektif Hukum Islam Fakultas Dakwah UIN Alauddin Makassar; Muhammad Saw. Sang Juru Selamat, Majelis Taklim Gowa; Fiqh Perempuan, UIN Alauddin Makassar; Orientasi Pengembangan Kampus (OPAK), STAIN Parepare.

Fatmawati aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan baik sebagai dewan juri dalam perlombaan, pembimbing praktikum mahasiswa, pembina racana Albadi yang terdokumentasi mulai 2006 hingga saat ini. Untuk menunjang aktivitasnya, Fatmawati terlibat dalam beberapa kegiatan pelatihan profesional sejak tahun 2007. Kegiatan profesi yang pernah diikutinya antara lain: Short Course Fundamentals of Peacebuilding (5 hari) di Filipina, tahun 2016; Short Course Conflict Resolution Skills: Negotiation and Mediation (5 hari) di Filipina, tahun 2016; Short Course in Resource-Based Under Conflict: Tools and Approaches in Understanding Indigenous People's Perspectives (5 hari) di Filipina, tahun 2016; Workshop Evaluation and Deepening Skill and Knowledge: Advancing ABCD at Indonesian UINs with the Jeder Institute (Australia), tahun 2016; In House Research Training Dosen UIN Alauddin Makassar, tahun 2017; Pengkaderan Ulama Perempuan (PUP) I Rahima 14-15 Desember 2019 di Makassar.

Keterlibatan Fatmawati dalam pertemuan pra KUPI dan pelaksanaannya di Cirebon tahun 2017 merupakan cikal bakal pertemuannya dengan Rahima, Fahmina, dan beberapa organisasi perempuan lainnya. Ia merasa semakin terbuka wawasan dan perspektifnya mengenai perempuan. Dahulu Fatmawati selalu menganggap bahwa larangan dan batasan bagi perempuan telah menjadi ketentuan agama. Kini, setelah khazanah keilmuannya semakin mendalam, ia semakin mengukuhkan dirinya untuk menyuarakan hak-hak perempuan yang kerap terpinggirkan. Ia juga turut menolak kekerasan terhadap perempuan yang kerap dilegitimasi oleh penafsiran agama.

Pasca KUPI, Fatmawati ikut mensosialisasikan dan menerapkan hasil musyawarah keagamaan dan rekomendasi KUPI ke dalam semua aktivitas dengan menggunakan pendekatan budaya lokal. Ia aktif menyuarakan pencegahan kekerasan seksual, bahkan melakukan pendampingan korban kekerasan seksual. Ia juga aktif melakukan pencegahan perkawinan anak dan kampanye stop sunat perempuan. Ia juga terlibat aktif dalam PUP (Pengkaderan Ulama Perempuan) Rahima di Makassar sebagai tindak lanjut KUPI 1. Kajian keagamaan berkaitan dengan isu perempuan diperkuat dengan kajian dan pendidikan yang ia ikuti baik ketika proses KUPI maupun pasca KUPI bersama dengan Rahima, Alimat, dan Fahmina.

Prestasi atau Penghargaan

Fatimah menerima beberapa penghargaan, antara lain:

  1. Daiyah aktif dari Gubernur Sulsel H. Syahrul Yasin Limpo, tahun 2017
  2. Daiyah berprestasi versi PARMUSI Tahun 2020
  3. Pelatih Tafsir Hadis berprestasi dari Bupati Gowa
  4. Juara 1 Lomba Pidato pada MTQ KORPRI Tk. Sulawesi Selatan Tahun 2014
  5. 10 Besar Peserta Lomba Pidato pada MTQ KORPRI Tk. Nasional di Banda Aceh Tahun 2014

Karya-Karya

Berikut adalah karya tulis Fatmawati dalam bentuk buku atau jurnal:

  1. “Aborsi Dalam Perspektif Hukum Islam (Meluruskan Problema Perempuan di Mata Publik)”, Jurnal al-Ma’iyyah, PSG STAIN Parepare, 2009
  2. Rasionalitas Kepemimpinan Perempuan, Alauddin Press, 2010
  3. “Analisa Relasional Syariah dan Negara”, Jurnal Diktum Syari’ah STAIN Parepare, 2011
  4. Buku Daras Ilmu Falak, LP2M UIN Alauddin Makassar, 2016
  5. “Reaktivitas Peradaban”, Seri Laporan KKN, Pusaka Almaida, 2017
  6. “Pesona Hamparan Galung di Bumi Latemmamala”, Seri Laporan KKN, Pusaka Almaida, Editor, 2017
  7. “Eppa’ Sulapa’ Pattojo”, Seri Laporan KKN, Pusaka Almaida, 2017
  8. “60 Hari Jejak Kaki di Jampu”, Seri Laporan KKN, Pusaka Almaida, 2017
  9. “Senja di Lumbung Rompegading”, Seri Laporan KKN, Pusaka Almaida, Editor, 2017
  10. Tersenyum Bersama Sang Maut, Pusaka Almaida, 2017

Fatmawati melakukan penelitian khususnya berkaitan dengan Hukum Islam, Sosial-Politik, Gender, Budaya, dan Falak. Berikut beberapa karya hasil penelitiannya:

  1. “Eksploitasi perempuan dalam Media Massa Perspektif Hukum Islam”, 2006, DIPA STAIN Parepare
  2. “Implementasi Hak Politik Perempuan dalam Masyarakat Islam Sulawesi Selatan” Studi Pada Lembaga Legislatif Sulawesi Selatan, Mandiri, 2007
  3. “Rekonstruksi Fiqh Jihad Studi Pemahaman Fiqh Jihad pada Pondok Pesantren Al-Iman Kab. Sidrap”, Penelitian Kelompok, DIPA STAIN Parepare, 2010.
  4. “Metode Ijtihad Fatwa MUI Sulawesi Selatan (Implementasi pada Fatwa Aliran Sesat)”, DIPA STAIN Parepare, 2012
  5. “Implementasi Manajemen Masjid Pada Desa Binaan UIN Alauddin Makassar (Analisis pada Program Kerja P2M UIN Alauddin)”, LP2M UIN Alauddin Makassar, Penelitian Kelompok, DIPA UIN Alauddin Makassar, 2016.


Penulis : Pera Shopariyanti
Editor : Nor Ismah
Reviewer : Faqihuddin Abdul Kodir