2023 Wanita Karir Perspektif Mubadalah Kyai Fakih dan Kedudukannya dalam Hukum Islam
Gagal membuat miniatur: Tidak dapat menyimpan berkas kecil ke tujuan | |
| Judul | JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah |
|---|---|
| Seri | Vol. 3 No. 1 (2023): Maret 2023 |
Tahun terbit | 2023-05-24 |
| ISBN | 2797-2291 |
| Nama Jurnal | : | JURISY: Jurnal Ilmiah Syariah |
| Seri | : | Vol. 3 No. 1 (2023): Maret 2023 |
| Tahun | : | 2023-05-24 |
| Judul Tulisan | : | Wanita Karir Perspektif Mubadalah Kyai Fakih dan Kedudukannya dalam Hukum Islam |
| Penulis | : | Wahyu Nur Alfiyan (STAI Al-Fattah Pacitan) |
Abstract
Abstract: Career women generally experience difficulties in balancing their role in the household and their role in the career. If this condition occurs for a long time, it will lead to family and work conflicts which will eventually result in disharmony in the household. Career women have roles and burdens that are not light, both as career women with all their responsibilities, and as wives who must obey and obey their husbands and carry out their obligations as wives, as well as mothers for their sons and daughters who need balanced thoughts and attention. From the problems above, the researcher took the formulation of the problem as follows: 1). How are Career Women according to the Concept of Mub is Kyai Fakih and 2). What is the Position of Career Women in Islam. This study uses a qualitative research method with literature review in which researchers analyze career women using two concepts, namely mubadalah and Islam. From the results of this analysis, it explains that career women according to the concept of mubadalah Kyai Fakih, namely that women are allowed to become career women because in Islam Allah SWT created humans with male and female sexes, they are not differentiated in terms of worship, only their biological factors are differentiate. Meanwhile, career women, according to Islam, women have the freedom to work, do not leave their responsibilities and are the mothers of their children and can maintain their nature as well as their religion.
Keywords: Career Woman, mubadalah, Islam
Abstrak
Secara umum, wanita karir berjuang untuk mencapai keseimbangan antara tanggung jawab mereka di rumah dan karir mereka. Jika keadaan ini berlangsung lama, pada akhirnya dapat menyebabkan perselisihan keluarga dan pekerjaan yang akan mengganggu keharmonisan rumah tangga. Baik sebagai wanita pekerja dengan segala tugasnya maupun sebagai istri yang harus tunduk dan memegang teguh kekuasaan suaminya serta memenuhi komitmennya sebagai istri, wanita karir memiliki tugas dan beban yang tidak ringan, juga sebagai ibu bagi putra putrinya yang membutuhkan pemikiran dan perhatian yang seimbang. Dari permasalahan diatas maka peneliti mengambil rumusan masalah sebagai berikut : 1). Bagaimana Wanita Karir menurut Konsep Mubadalah Kyai Fakih dan 2). Bagaimana Kedudukan Wanita Karir dalam Agama Islam. penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan kajian Pustaka yang mana peneliti menganalisis wanita karir menggunakan kedua konsep yaitu mubadalah dan Agama Islam. dari hasil analisis tersebut maka menjelaskan bahwa wanita karir menurut konsep mubadalah Kyai Fakih yaitu bahwa perempuan diperbolehkan menjadi wanita karir dikarenakan dalam agama Islam Allah SWT menciptakan manusia dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan tidak dibeda-bedakan dalam hal ibadahnya hanya saja faktor biologis mereka yang membedakan. Sementara Wanita Karir menurut Agama Islam wanita mendapat kebebasan untuk bekerja, tidak meninggalkan tanggung jawab dan ibu dari anak-anaknya serta dapat menjaga kodratnya juga agamanya.
Kata Kunci: Wanita Karir, mubadalah, Agama Islam
Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://doi.org/10.37348/jurisy.v3i1.245