2022 Ulama Perempuan Di Pesantren: Studi Tentang Kepemimpinan Nyai Hj. Masriyah Amva

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
2022 Ulama Perempuan Di Pesantren: Studi Tentang Kepemimpinan Nyai Hj. Masriyah Amva
Gagal membuat miniatur: Tidak dapat menyimpan berkas kecil ke tujuan
JudulJurnal Educatio FKIP UNMA
SeriVol. 8 No. 1 (2022): January-March
Tahun terbit
2022-01-31
ISBN2548-6756
Nama Jurnal : Jurnal Educatio FKIP UNMA
Seri : Vol. 8 No. 1 (2022): January-March
Tahun : 2022-01-31
Judul Tulisan : Ulama Perempuan Di Pesantren: Studi Tentang Kepemimpinan Nyai Hj. Masriyah Amva
Penulis : Fikriyah Istiqlaliyani (Pascasarjana IAIN Cirebon)

Abstract:

Islam does not limit women to be leaders, but the existence of women's leadership among Muslims is still very limited, this is due to several factors that block the potential of women's leadership, especially in Islamic educational institutions such as madrasas, pesantren and so on. However, as time goes by, many women appear who dedicate themselves to being leaders and clerics. One of them is the figure of Mrs. Nyai Hj Masriyah Amva, she is the leader of the Kebon Jambu Al-Islamy Islamic Boarding School, as well as being one of the female ulama figures in the city of Cirebon. This study aims to explain the biography of Mrs. Nyai Hj Masriyah Amva and explain data about the ideas and implementation of the leadership of Mrs. Nyai Hj Masriyah Amva at Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon. This research uses a qualitative research approach with the type of case study and the research model used is a literature and field study research model. The steps of this research were carried out by reviewing books, journals, previous research related to the leadership of female clerics in Islamic boarding schools as well as interviews and observations related to the figure of Mrs. Nyai Hj Masriyah Amva. The results of the study stated that Ms. Nyai Hj Masriyah Amva had a life principle of positive thinking, being optimistic (full of enthusiasm) and always learning from the experiences of herself and others. In the idea and implementation of becoming the leader of a boarding school, he succeeded in developing pesantren programs in the academic and non-academic fields. He is also a charismatic, democratic and serving leader. As a female cleric, she took part in the genderization and feminism movement.

Keywords: leadership; female clerics; boarding school.

Abstrak:

Islam tidak membatasi perempuan untuk menjadi pemimpin, akan tetapi keberadaan kepemimpinan perempuan di kalangan umat Islam masih sangat terbatas, hal tersebut disebabkan karena beberapa faktor yang menyumbat potensi kepemimpinan perempuan khususnya dalam lembaga pendidikan Islam seperti madrasah, pesantren dan sebagainya. Namun seiring berjalannya waktu banyak bermunculan perempuan yang mendedikasikan dirinya menjadi pemimpin dan tokoh ulama. Salah satu diantaranya adalah sosok Ibu Nyai Hj Masriyah Amva, beliau merupakan pemimpin Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy, serta menjadi salah satu tokoh ulama perempuan di Kota Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan biografi Ibu Nyai Hj Masriyah Amva dan menjelaskan data tentang gagasan dan implementasi kepemimpinan Ibu Nyai Hj Masriyah Amva di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus dan model penelitian yang digunakan ialah model penelitian kajian pustaka dan lapangan. Langkah-langkah penelitian ini dilakukan dengan cara menelaah buku-buku, jurnal, penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kepemimpinan ulama perempuan di Pesantren serta wawancara dan observasi terkait sosok Ibu Nyai Hj. Masriyah Amva. Hasil penelitian menyatakan bahwa Ibu Nyai Hj Masriyah Amva memiliki prinsip hidup berpikir positif, optimis (penuh semangat) dan senantiasa belajar dari pengalaman diri sendiri dan orang lain. Dalam gagasan dan implementasi menjadi pemimpin pondok pesantren, beliau berhasil mengembangkan program pesantren di bidang akademikdan non akademik. Beliau juga merupakan sosok pemimpin yang kharismatik, demokratis serta melayani. Sebagai tokoh ulama perempuan, beliau ikut andil dalam gerakan genderisasi dan feminisme.

Kata Kunci: kepemimpinan; ulama perempuan; pesantren.


Untuk membaca penuh artikel ini silahkan klik tautan berikut: https://doi.org/10.31949/educatio.v8i1.1670