Catatan Refleksi Perjalanan Menuju KUPI 2 Bersama Keluarga: Perbedaan revisi

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel:''' {| |Sumber Original |: |[https://www.merdeka.com/jateng/lika-liku-dakwah-lingkungan-ulama-perempuan-indonesia.html merdeka.com] |- |Tanggal Publika...')
 
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://www.merdeka.com/jateng/lika-liku-dakwah-lingkungan-ulama-perempuan-indonesia.html merdeka.com]
|[https://mubadalah.id/catatan-refleksi-perjalanan-menuju-kupi-2-bersama-keluarga/ mubadalah.id]
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|19 November 2022
|16 Desember 2022
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
| Redaksi
| Karimah Iffia Rahman
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://www.merdeka.com/jateng/lika-liku-dakwah-lingkungan-ulama-perempuan-indonesia.html Lika-Liku Dakwah Lingkungan Ulama Perempuan Indonesia]
|[https://mubadalah.id/catatan-refleksi-perjalanan-menuju-kupi-2-bersama-keluarga/ Catatan Refleksi Perjalanan Menuju KUPI 2 Bersama Keluarga]
|}
|}
[[Berkas:Brt 2022-11-19.jpg|500x500px|''<small>Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II di Pondok Pesantren Hasyim Asy'ari Joglo Kecamatan . ©2022 Merdeka.com/Rizka Nur Laily Muallifa</small>''|jmpl]]
[[Mubadalah]].id – H-7 Pendaftaran [[KUPI]] 2 ditutup, “Yah, kamu aku daftarin KUPI 2 ya?”. Setelah terfikir oleh Saya agar tidak seorang diri di Jepara atau pun mengurus Kafa – anak kami yang kemungkinan akan ikut saat KUPI 2. Pun jika ia ikut, setidaknya ada ayahnya yang bisa bergantian menjaganya.  
Merdeka.com - Gerakan kultural Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) membahas berbagai masalah aktual mulai dari bahaya pemotongan dan perlukaan genetalia perempuan (P2GP) hingga krisis lingkungan dengan pendekatan yang menjunjung nilai-nilai kesetaraan (makruf), kesalingan ([[mubadalah]]), dan [[Keadilan Hakiki|keadilan hakiki]]. Kekhasan itu membuat KUPI tidak hanya relevan bagi umat Islam, tetapi bagi seluruh umat manusia.  


Jepara sedang sering gerimis, tapi cuaca itu tak menyurutkan semangat para peserta [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] II (KUPI II) di kompleks Pondok Pesantren (PP) Hasyim Asy’ari Joglo Kecamatan Bangsri sepanjang 24-27 November 2022 lalu. Diperkirakan 1500 orang berkumpul di pesantren asuhan Kiai Nuruddin Amin dan Nyai Hindun Annisah untuk mengikuti rangkaian acara KUPI II. Setelah sehari sebelumnya mengikuti seminar internasional bertajuk “Meneguhkan Peran Ulama Perempuan dalam Mewujudkan Peradaban Islam yang Berkeadilan” di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Kota Semarang.
'''Penulis Tema Khusus'''


Keterlibatan ribuan ulama perempuan dan sahabat ulama itu berbanding lurus dengan banyaknya sampah yang dihasilkan dari kegiatan tersebut. Bangunan semi terbuka berukuran 1,5 meter persegi yang menjadi tempat penampungan sampah di kompleks pesantren sering terisi penuh selama KUPI II berlangsung. Penampungan sampah itu terletak persis di samping gedung Balai Latihan Kerja (BLK) [[Komunitas]] milik PP Hasyim Asy’ari, bangunan yang selama penyelenggaraan KUPI II difungsikan sebagai tempat berkumpulnya para jurnalis. Acapkali bau menyengat sampah tercium saat para jurnalis ini mengetik berita seputar pelaksanaan KUPI II.
Sudah sejak awal tahun 2022 Mubadalah.id mempersiapkan KUPI 2. Salah satunya adalah dengan adanya program penulis tema khusus. Mendapatkan banyak benefit dengan salah satunya adalah akomodasi selama mengikuti serangkaian acara KUPI. Akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar pada program ini.


“Habis hujan jadi (bau sampah) tercium sampai di dalam ruangan,” tutur Anugerah Ayu, salah satu jurnalis yang meliput penyelenggaraan KUPI II saat dihubungi Merdeka, Kamis (8/12).Di sisi lain, isu sampah menjadi salah satu tema utama yang dibahas dalam KUPI II.
Meski begitu, penulis atau kontributor lepas yang mendaftar pada program ini tidak serta merta lolos begitu saja. Ada penyaringan pertama yang harus kita lalui yaitu menulis artikel dengan tiga tema khusus yang dapat terpilih salah satu (isu toleransi dan kebangsaan, isu keadilan gender, dan isu lingkungan). Penulisan artikel tersebut harus selesai minimal setiap satu minggu menulis satu artikel.


Pengelolaan sampah dipilih sebagai salah satu pintu gerbang mencapai visi Islam rahmatan lil’alamin (kasih sayang terhadap semesta alam). Tema spesifik ini muncul setelah [[fatwa]] pengharaman perusakan alam pada KUPI pertama dinilai tidak berjalan optimal. Padahal dua fatwa lain yang termaktub dalam Ikrar Kebon Jambu hasil [[musyawarah]] keagamaan KUPI pertama di Pesantren [[Kebon Jambu Al-Islamy|Kebon Jambu al-Islamy]] Cirebon pada 25-27 April 2017 lalu menunjukkan dampak cukup progresif. Salah satunya yakni keterlibatan aktif [[jaringan]] KUPI pada garda terdepan untuk mendorong pengesahan RUU TPKS (Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual) menjadi Undang-Undang.
Saya yang notabene merupakan alumni Jurusan Kesehatan Lingkungan akhirnya memutuskan untuk mencoba menulis di isu lingkungan. Meskipun sejujurnya agak kesulitan karena sudah lama sekali tidak berkecimpung di isu ini semenjak lulus S1.
 
“Fatwa pengharaman perusakan alam itu konteksnya terlalu luas dan kami kesulitan karena jaringan KUPI masih sedikit yang konsen pada isu ini. Maka dari itu, di KUPI II temanya sangat spesifik soal pengelolaan dan pengolahan sampah rumah tangga,” tutur ulama dan aktivis [[Nur Rofiah]] dalam workshop jurnalis KUPI yang diselenggarakan secara daring, Sabtu (19/11/2022).


Tetapi Alhamdulillah akhirnya saya berhasil menjadi salah satu penulis tema khusus Mubadalah.id bersama teman-teman penulis lepas lainnya. Seperti Mba Aspiyah Kasdini, Mba Hasna Fadhilah, dan Mas Ahmad Asrof Fitri serta teman-teman penulis tema khusus lainnya. . . . .
[[Kategori:Refleksi]]
[[Kategori:Refleksi]]
[[Kategori:Refleksi Kongres 2]]
[[Kategori:Refleksi Kongres 2]]

Revisi terkini pada 22 Agustus 2025 07.11

Info Artikel:

Sumber Original : mubadalah.id
Tanggal Publikasi : 16 Desember 2022
Penulis : Karimah Iffia Rahman
Artikel Lengkap : Catatan Refleksi Perjalanan Menuju KUPI 2 Bersama Keluarga

Mubadalah.id – H-7 Pendaftaran KUPI 2 ditutup, “Yah, kamu aku daftarin KUPI 2 ya?”. Setelah terfikir oleh Saya agar tidak seorang diri di Jepara atau pun mengurus Kafa – anak kami yang kemungkinan akan ikut saat KUPI 2. Pun jika ia ikut, setidaknya ada ayahnya yang bisa bergantian menjaganya.

Penulis Tema Khusus

Sudah sejak awal tahun 2022 Mubadalah.id mempersiapkan KUPI 2. Salah satunya adalah dengan adanya program penulis tema khusus. Mendapatkan banyak benefit dengan salah satunya adalah akomodasi selama mengikuti serangkaian acara KUPI. Akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar pada program ini.

Meski begitu, penulis atau kontributor lepas yang mendaftar pada program ini tidak serta merta lolos begitu saja. Ada penyaringan pertama yang harus kita lalui yaitu menulis artikel dengan tiga tema khusus yang dapat terpilih salah satu (isu toleransi dan kebangsaan, isu keadilan gender, dan isu lingkungan). Penulisan artikel tersebut harus selesai minimal setiap satu minggu menulis satu artikel.

Saya yang notabene merupakan alumni Jurusan Kesehatan Lingkungan akhirnya memutuskan untuk mencoba menulis di isu lingkungan. Meskipun sejujurnya agak kesulitan karena sudah lama sekali tidak berkecimpung di isu ini semenjak lulus S1.

Tetapi Alhamdulillah akhirnya saya berhasil menjadi salah satu penulis tema khusus Mubadalah.id bersama teman-teman penulis lepas lainnya. Seperti Mba Aspiyah Kasdini, Mba Hasna Fadhilah, dan Mas Ahmad Asrof Fitri serta teman-teman penulis tema khusus lainnya. . . . .