Biografi KH Husein Muhammad: Perbedaan revisi

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://timesindonesia.co.id/peristiwa-nasional/442990/profil-buya-husein-muhammad-kiai-gender-nan-kharismatik Times Indone...')
 
Baris 1: Baris 1:
'''Info Artikel'''
'''Info Artikel'''
{|
{|
|Sumber Original
|Sumber
|:
|:
|[https://timesindonesia.co.id/peristiwa-nasional/442990/profil-buya-husein-muhammad-kiai-gender-nan-kharismatik Times Indonesia]
|[https://mubadalah.id/biografi-kh-husein-muhammad/ Mubadalah.id]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Yatimul Ainun (editor)
|Napol
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|Jumat, 13 Januari 2023 - 09:39
|24/09/2022
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://timesindonesia.co.id/peristiwa-nasional/442990/profil-buya-husein-muhammad-kiai-gender-nan-kharismatik Profil Buya Husein Muhammad, Kiai Gender Nan Kharismatik]
|[https://mubadalah.id/biografi-kh-husein-muhammad/ Biografi KH Husein Muhammad]
|}'''TIMESINDONESIA''', JAKARTA – Nama Buya [[Husein Muhammad]] tentu bukan ha lasing bagi kalangan ulama NU dan khususnya bagi pera aktifis, khsusunya diskursus tentang isu kesetaraan Gender. Kiai asal Cirebon ini memang dikenal memiliki riwayat khusus untuk mengkaji beberapa aspek penting dalam isu cukup diskriminatif, khususnya pada aspek perempuan
|}'''[[Mubadalah]].id–''' Salah satu kiyai memberikan sumbangan besar terhadap kesetaraan gender ialah KH [[Husein Muhammad]]. Pemikiran Kiyai asal Cirebon ini senantiasa relevan di Indonesia. Berikut ini biografi KH Husein Muhammad.


Dengan semua sumbangsih pemilkiran dan kegigihannya untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan khususnya di kalangan perempuan maka beliau mendapat pengakuan secara akademik. Hal ini lantas menjadi salah satu respon penting bagi semua pegiat literasi perempuan untuk lebih bisa mengungkapkan hal-hal yang sebelumnya dianggap tabu.
Dewasa ini, patriarkisme tengah digempur oleh kebudayaan dan peradaban modern: sebuah dunia baru yang mengasaskan diri pada demokrasi dan hak-hak dasar manusia.


Pengakuan secara akademik ini diberikan tahun 2019 kepada Buya Husein Muhammad dengan gelar Doktor Honoris Causa dari Fakultas Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Wali Songo Semarang. Pemberian gelar ini tentu melibatkan beberapa profesor yakni Prof Dr KH Nazaruddin Umar, kemudian Prof Dr Hj Istibsyaroh, hinga Prof Dr Imam Taufiq.  
Demokrasi meniscayakan sistem yang mengharapkan tidak adanya struktur perbedaan kelas social yang mapan berdasarkan agama, ras, gender, maupun status sosial. Maka, di zaman yang terus berubah, masyarakat memerlukan kontekstualisasi teks-teks agama untuk dijadikan rujukan atas solusi dari masalah-masalah yang dihadapi, termasuk persoalan hak-hak perempuan yang terenggut karena dimapankan oleh tafsir teks-teks agama yang tidak sesuai konteks zaman.


Gelar terhormat tersebut diberikan bukan tanpa alasan sebab kualitas pemikliran dalam hal feminism mampu menjadi acuan baru bagi semua akademi dan semua kalangan. Buya Husein juga mampu untuk mengulas tafsir secara paradigmatik terkait isu-isu keadilan sosial, terutama dalam bidang gender.
KH Husein Muhammad adalah salah satu dari sedikit ulama laki-laki yang banyak mencetuskan pemikiran-pemikiran kritis berbasis teks agama dan kitab-kitab kuning sebagai upayanya membela hak-hak perempuan dan membedah pemapanan relasi timpang.Tokoh-[[tokoh]] feminis lain yang sepemikiran di antaranya: Margot Badran, Asma Barlas, Amina Wadud, Fatima Mernissi, Lois Lamya al-Faruqi.
 
Untuk mengenal lebih jauh maka berikut ini adalah sedikit ulasan mengenai profil Buya Husein Muhammad.
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Tokoh]]
[[Kategori:Jejak Husein Muhammad]]
[[Kategori:Jejak Husein Muhammad]]

Revisi per 5 September 2024 23.27

Info Artikel

Sumber : Mubadalah.id
Penulis : Napol
Tanggal Publikasi : 24/09/2022
Artikel Lengkap : Biografi KH Husein Muhammad

Mubadalah.id– Salah satu kiyai memberikan sumbangan besar terhadap kesetaraan gender ialah KH Husein Muhammad. Pemikiran Kiyai asal Cirebon ini senantiasa relevan di Indonesia. Berikut ini biografi KH Husein Muhammad.

Dewasa ini, patriarkisme tengah digempur oleh kebudayaan dan peradaban modern: sebuah dunia baru yang mengasaskan diri pada demokrasi dan hak-hak dasar manusia.

Demokrasi meniscayakan sistem yang mengharapkan tidak adanya struktur perbedaan kelas social yang mapan berdasarkan agama, ras, gender, maupun status sosial. Maka, di zaman yang terus berubah, masyarakat memerlukan kontekstualisasi teks-teks agama untuk dijadikan rujukan atas solusi dari masalah-masalah yang dihadapi, termasuk persoalan hak-hak perempuan yang terenggut karena dimapankan oleh tafsir teks-teks agama yang tidak sesuai konteks zaman.

KH Husein Muhammad adalah salah satu dari sedikit ulama laki-laki yang banyak mencetuskan pemikiran-pemikiran kritis berbasis teks agama dan kitab-kitab kuning sebagai upayanya membela hak-hak perempuan dan membedah pemapanan relasi timpang.Tokoh-tokoh feminis lain yang sepemikiran di antaranya: Margot Badran, Asma Barlas, Amina Wadud, Fatima Mernissi, Lois Lamya al-Faruqi.