Difabel (Perempuan) Dalam Masyarakat Adat: Perbedaan revisi

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
(←Membuat halaman berisi '{| |Sumber |: |[https://jurnalketerapianfisik.com/index.php/jpt/article/view/235 Jurnal Keterapian Fisik] |- |Seri |: |Vol. 5 No. 2 (2020) |- |Tahun |: | Nov 12, 2020...')
 
Baris 2: Baris 2:
|Sumber
|Sumber
|:
|:
|[https://jurnalketerapianfisik.com/index.php/jpt/article/view/235 Jurnal Keterapian Fisik]
|[https://sapdajogja.org/2024/10/download-difabel-perempuan-dalam-masyarakat-adat/ LEMBAGA SAPDA]
|-
|Seri
|:
|Vol. 5 No. 2 (2020)
|-
|-
|Tahun
|Tahun
|:
|:
| Nov 12, 2020
| 2017
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
| Endang Sri Wahyuni, Wa Ode Diana Harisa (Jurusan Okupasi Terapi, Poltekkes Kemenkes Surakarta)
| Tody Sasmitha, Aminatun Zubaedah
|-
|-
|DOI
|Penerbit
|:
|:
|https://doi.org/10.37341/jkf.v5i2.235
|[[Lembaga|LEMBAGA]] SAPDA
|}{{Infobox book|editor=|publisher=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Jurnal Keterapian Fisik|isbn=2580-5908|pub_date=Nov 12, 2020|cover_artist=|pages=|series=Vol. 5 No. 2 (2020)|author=|title_orig=Jurnal Keterapian Fisik}}
|}{{Infobox book|editor=|publisher=Lembaga SAPDA|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|italic title=Difabel (Perempuan) Dalam Masyarakat Adat|isbn=-|pub_date=2017|cover_artist=|pages=|series=-|author=|title_orig=Difabel (Perempuan) Dalam Masyarakat Adat}}
'''Abstrak'''
Masyarakat hukum adat memiliki kehidupan komunal, di mana kepentingan bersama lebih diutamakan daripada individu. Ikatan ini didasari oleh faktor teritorial dan genealogis, yang dalam beberapa kasus melindungi perempuan difabel, seperti di Tampaksiring, Bali dan Sembalun. Namun, ikatan komunal yang terlalu kuat sering kali mengabaikan hak perempuan difabel. Mereka bisa disamakan, dieksklusi, atau dikurung dalam peran domestik. Rasa malu dan jarak sosial juga melemahkan partisipasi mereka dalam [[komunitas]]. Hukum adat sering terjebak dalam [[tradisi]] patriarki, memperlemah akses perempuan difabel dalam relasi sosial.


'''''Backgrounds:''''' ''Intellectual Disability students must be able to master the practice of personal hygiene during menstruation skills. However, to teach this skill to them is not easy. They need certain methods to learn these skills to get effective results. Video-Based Instruction is one method to teach these skills. This study aims to determine whether there is an effect of Video-Based Instruction on the practice of personal hygiene during menstruation on Intellectual Disability students. M'''ethods:''' This is quantitative research with pre-experimental type and one group pretest-posttest design. The data collection tool is a "personal hygiene" questionnaire. The data analysis method uses a paired sample t-test with the help of SPSS version 25. This research conducted at SLB Negeri 3 Central Jakarta with a total sample is 20 respondents selected by the purposive sampling technique. '''Results:''' Most respondents were 14 years old (20%), 7th grade (30%), get menarche at 12 and 13 years (25%). The mean score for the practice of personal hygiene during menstruation pre-test is 41.30 and post-test is 53.20. Paired sample t-test results showed that sig. (2-tailed) <0.001. '''Conclusion:''' The results showed that it received Ha, which means that there is an effect of Video-Based Instruction on the practice of personal hygiene during menstruation on Intellectual Disabilities students. The results also showed that there are mean score differences of the pre-test and post-test results, which is an increase in the mean score of the post-test results by 11,90.''
Buku berjudul Difabel (Perempuan) dalam Masyarakat Adat mencoba untuk mengulik dinamika masyarakat patrilineal seperti Bali dan NTT. Buku ini adalah laporan hasil penelitian lapangan untuk melihat peran dan posisi penyandang disabilitas (penyandang disabilitas yang kemudian dalam riset ini secara konsisten disebut sebagai difabel), perempuan dan adat di beberapa kelompok masyarakat yang homogen. Penelitian ini merupakan awal dari langkah SAPDA untuk mendorong masuknya isu difabel dalam masyarakat adat sebagai sebuah bagian dari cross cutting issue, yang akan membawa pemahaman bersama atas kekhususan dan inklusi dalam masyarakat


'''Kata Kunci:''' ''intellectual disability, menstruation, self-hygiene, video based instructions''
Berdasarkan pembahasan di dalam buku ini juga diformulasikan beberapa rekomendasi terhadap perlindungan hak-hak perempuan difabel pada masyarakat hukum adat.
[[Kategori:Referensi Kajian KUPIBILITAS]]
[[Kategori:Referensi Kajian KUPIBILITAS]]
[[Kategori:Buku Kupibilitas]]
[[Kategori:Buku Kupibilitas]]

Revisi per 27 Juli 2025 12.55

Sumber : LEMBAGA SAPDA
Tahun : 2017
Penulis : Tody Sasmitha, Aminatun Zubaedah
Penerbit : LEMBAGA SAPDA
Difabel (Perempuan) Dalam Masyarakat Adat
NO PHOTO.jpg
JudulDifabel (Perempuan) Dalam Masyarakat Adat
Seri-
PenerbitLembaga SAPDA
Tahun terbit
2017
ISBN-

Masyarakat hukum adat memiliki kehidupan komunal, di mana kepentingan bersama lebih diutamakan daripada individu. Ikatan ini didasari oleh faktor teritorial dan genealogis, yang dalam beberapa kasus melindungi perempuan difabel, seperti di Tampaksiring, Bali dan Sembalun. Namun, ikatan komunal yang terlalu kuat sering kali mengabaikan hak perempuan difabel. Mereka bisa disamakan, dieksklusi, atau dikurung dalam peran domestik. Rasa malu dan jarak sosial juga melemahkan partisipasi mereka dalam komunitas. Hukum adat sering terjebak dalam tradisi patriarki, memperlemah akses perempuan difabel dalam relasi sosial.

Buku berjudul Difabel (Perempuan) dalam Masyarakat Adat mencoba untuk mengulik dinamika masyarakat patrilineal seperti Bali dan NTT. Buku ini adalah laporan hasil penelitian lapangan untuk melihat peran dan posisi penyandang disabilitas (penyandang disabilitas yang kemudian dalam riset ini secara konsisten disebut sebagai difabel), perempuan dan adat di beberapa kelompok masyarakat yang homogen. Penelitian ini merupakan awal dari langkah SAPDA untuk mendorong masuknya isu difabel dalam masyarakat adat sebagai sebuah bagian dari cross cutting issue, yang akan membawa pemahaman bersama atas kekhususan dan inklusi dalam masyarakat

Berdasarkan pembahasan di dalam buku ini juga diformulasikan beberapa rekomendasi terhadap perlindungan hak-hak perempuan difabel pada masyarakat hukum adat.