Film "Pesantren" Siap Tayang di Bioskop 24 Mei: Perbedaan revisi

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Media Indonesia] |- |Penulis |: |Editor :...')
 
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Media Indonesia]
|[https://www.laraspost.com/ragam/9878752127/film-pesantren-siap-tayang-di-bioskop-24-mei laraspost.com]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Editor : Triwinarno
|Redaksi
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|23/10/2020 05:15
|<nowiki>Kamis, 11 Mei 2023 | 21:22 WIB</nowiki>
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Belajar dari sang Nyai Masriyah Amva]
|[https://www.laraspost.com/ragam/9878752127/film-pesantren-siap-tayang-di-bioskop-24-mei Film "Pesantren" Siap Tayang di Bioskop 24 Mei]
|}PESANTREN menjadi salah satu [[lembaga]] pendidikan, khusus agama Islam. Tidak heran jika satu pesantren terkadang memiliki ratusan hingga ribuan santri yang rela mondok untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.  
|}JAKARTA, LARAS POST - Film dokumenter "Pesantren" yang disutradarai oleh Shalahuddin Siregar akan segera tayang di platform streaming Bioskop Online mulai tanggal 24 Mei 2023.  


Jika pada umumnya pesantren identik dengan penokohan seorang kiai, beda halnya dengan Pesantren Kebon Jambu yang berada di kawasan kampung santri Desa Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat.
Film tersebut mengajak penonton untuk mengetahui kehidupan para santri di Pondok Kebon Jambu Al Islamy Cirebon, salah satu pesantren tradisional yang dipimpin oleh Nyai [[Masriyah Amva]], seorang perempuan tangguh.


Di pesantren ini justru seorang nyailah yang menjadi pemimpin utama.
Film "Pesantren" juga menunjukkan bahwa kehidupan di pesantren tidak kalah seru dan berwarna dibandingkan dengan kehidupan di sekolah biasa. Di pesantren tersebut, terdapat kegiatan seni musik, stand up comedy, dan diskusi antara guru serta murid yang kekinian.


"Dulunya pesantren ini dipimpin oleh suami saya, tetapi beliau wafat. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan kepemimpinan pesantren ini," ungkap Nyai [[Masriyah Amva]] pemimpin Pesantren Kebon Jambu.
Udin, sang sutradara, mengaku memiliki ketidaktahuan dan prasangka tentang pesantren sehingga membuatnya ingin menggarap film tersebut. "Dalam pembuatan film ini, saya ingin mengetahui lebih dalam tentang kehidupan para santri, apa yang mereka pelajari di kelas, dan kehidupan seperti apa yang diimpikan oleh para santri setelah lulus," ujarnya.


Keputusan Sang Nyai untuk menjadi pimpinan pesantren bukanlah tanpa alasan. Masih belum siapnya penerus suami untuk memimpin pesantren menjadi dasar utama diambilnya keputusan tersebut.
President of Digital Business Visinema Ajeng Parameswati menambahkan bahwa film "Pesantren" dapat membawa perspektif lain tentang kehidupan beragama dan ingin menayangkan film ini agar pesannya bisa sampai ke lebih banyak orang.


"Saya ingat waktu awal-awal suami meninggal satu per satu santri pergi meninggalkan pesantren ini. Orangtua mereka datang dan izin untuk memindahkan anak-anaknya ke pesantren lain," ujarnya kembali.
Sebelumnya, film "Pesantren" telah terpilih untuk tayang di International Documentary Film Festival Amsterdam (IDFA) 2019 dan sudah mengikuti beberapa festival film lainnya. Film tersebut juga sudah melakukan pemutaran internasional di The University of British Columbia pada Maret 2022.


Masa-masa itu menjadi masa yang kelam baginya. Hidup dalam keterpurukan yang akhirnya membuat ia sadar bahwa hanya Sang Mahakuasalah yang dapat menolongnya. Perlahan, tapi pasti Masriyah Amva mampu membawa pesantrennya bangkit dalam keterpurukan. Bahkan kini Pondok Kebon Jambu menjadi salah satu tempat pembelajaran agama favorit.
Menjelang tayang di Bioskop Online, film "Pesantren" merilis poster resmi yang memperlihatkan santri wanita dan pria duduk terpisah sambil membaca Kitab Kuning, yang mencerminkan sisi kehidupan di pesantren. Dengan demikian, film "Pesantren" diharapkan dapat mengejutkan dan menginspirasi penonton mengenai kehidupan di pesantren. (yz)
 
Apa sebenarnya yang menjadi kekuatan Nyai Masriyah Amva memimpin Pesantren Kebon Jambu yang mayoritas santrinya didominasi oleh pria? Lalu bagaimana respons dirinya terhadap anggapan jika seorang wanita tidak diperbolehkan menjadi pemimpin?
 
Cerita sang Nyai dirangkum dalam film dokumenter berjudul Pesan dari sang Nyai yang tayang dalam program Melihat Indonesia di Metro TV pada Minggu, 25 Oktober 2020 pukul 10.30 WIB. (RO/H-1)
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]]
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]]

Revisi terkini pada 14 Juli 2025 23.23

Info Artikel

Sumber Original : laraspost.com
Penulis : Redaksi
Tanggal Publikasi : Kamis, 11 Mei 2023 | 21:22 WIB
Artikel Lengkap : Film "Pesantren" Siap Tayang di Bioskop 24 Mei

JAKARTA, LARAS POST - Film dokumenter "Pesantren" yang disutradarai oleh Shalahuddin Siregar akan segera tayang di platform streaming Bioskop Online mulai tanggal 24 Mei 2023.

Film tersebut mengajak penonton untuk mengetahui kehidupan para santri di Pondok Kebon Jambu Al Islamy Cirebon, salah satu pesantren tradisional yang dipimpin oleh Nyai Masriyah Amva, seorang perempuan tangguh.

Film "Pesantren" juga menunjukkan bahwa kehidupan di pesantren tidak kalah seru dan berwarna dibandingkan dengan kehidupan di sekolah biasa. Di pesantren tersebut, terdapat kegiatan seni musik, stand up comedy, dan diskusi antara guru serta murid yang kekinian.

Udin, sang sutradara, mengaku memiliki ketidaktahuan dan prasangka tentang pesantren sehingga membuatnya ingin menggarap film tersebut. "Dalam pembuatan film ini, saya ingin mengetahui lebih dalam tentang kehidupan para santri, apa yang mereka pelajari di kelas, dan kehidupan seperti apa yang diimpikan oleh para santri setelah lulus," ujarnya.

President of Digital Business Visinema Ajeng Parameswati menambahkan bahwa film "Pesantren" dapat membawa perspektif lain tentang kehidupan beragama dan ingin menayangkan film ini agar pesannya bisa sampai ke lebih banyak orang.

Sebelumnya, film "Pesantren" telah terpilih untuk tayang di International Documentary Film Festival Amsterdam (IDFA) 2019 dan sudah mengikuti beberapa festival film lainnya. Film tersebut juga sudah melakukan pemutaran internasional di The University of British Columbia pada Maret 2022.

Menjelang tayang di Bioskop Online, film "Pesantren" merilis poster resmi yang memperlihatkan santri wanita dan pria duduk terpisah sambil membaca Kitab Kuning, yang mencerminkan sisi kehidupan di pesantren. Dengan demikian, film "Pesantren" diharapkan dapat mengejutkan dan menginspirasi penonton mengenai kehidupan di pesantren. (yz)