Fatwa, Female, dan Fitnah: Perbedaan revisi
Loncat ke navigasi
Loncat ke pencarian
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber |: |[https://mubadalah.id/berproses-melalui-ngaji-kgi/ Mubadalah.id] |- |Penulis |: |Nur Rofiah |- |Tanggal Publikasi |: |28/01/2021...') |
|||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber | |Sumber | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://ibihtafsir.id/2022/01/09/fatwa-female-dan-fitnah/ ibihtafsir.id] | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
|[[Nur Rofiah]] | |Dr. [[Nur Rofiah]], Bil. Uzm | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Publikasi | |Tanggal Publikasi | ||
|: | |: | ||
| | |Januari 9, 2022 | ||
|- | |- | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://ibihtafsir.id/2022/01/09/fatwa-female-dan-fitnah/ Fatwa, Female, dan Fitnah] | ||
|} | |} | ||
[[ | Cara pandang perempuan sebagai sumber [[fitnah]] terkait erat dengan cara pandang atas perempuan sebagai objek seksual laki-laki. Setiap inci tubuh perempuan adalah sumber fitnah yang bisa menjadikan laki-laki berbuat ma’shiat sehingga mesti ditutup serapat mungkin. Bahkan suaranya pun dinilai [[aurat]]! | ||
Mari kita refleksikan kesadaran kemanusiaan seperti apa yang ada di masyarakat Jahiliyah dan kesadaran kemanusiaan seperti apa pula yang sedang dibangun oleh Islam. | |||
Selama turunnya pada tahun 611-634 M, Islam menggerakkan kesadaran masyarakat Jahiliyah bahwa perempuan dari adalah objek menjadi subjek penuh sistem kehidupan. | |||
[[Kategori:Jejak Tokoh]] | [[Kategori:Jejak Tokoh]] | ||
[[Kategori:Jejak Nur Rofiah]] | [[Kategori:Jejak Nur Rofiah]] | ||
Revisi per 13 September 2024 02.40
Info Artikel
| Sumber | : | ibihtafsir.id |
| Penulis | : | Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm |
| Tanggal Publikasi | : | Januari 9, 2022 |
| Artikel Lengkap | : | Fatwa, Female, dan Fitnah |
Cara pandang perempuan sebagai sumber fitnah terkait erat dengan cara pandang atas perempuan sebagai objek seksual laki-laki. Setiap inci tubuh perempuan adalah sumber fitnah yang bisa menjadikan laki-laki berbuat ma’shiat sehingga mesti ditutup serapat mungkin. Bahkan suaranya pun dinilai aurat!
Mari kita refleksikan kesadaran kemanusiaan seperti apa yang ada di masyarakat Jahiliyah dan kesadaran kemanusiaan seperti apa pula yang sedang dibangun oleh Islam.
Selama turunnya pada tahun 611-634 M, Islam menggerakkan kesadaran masyarakat Jahiliyah bahwa perempuan dari adalah objek menjadi subjek penuh sistem kehidupan.