Belajar Dari Sang Nyai: Perbedaan revisi

Dari Kupipedia
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Media Indonesia] |- |Penulis |: |Editor :...')
 
 
Baris 3: Baris 3:
|Sumber Original
|Sumber Original
|:
|:
|[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Media Indonesia]
|[https://www.metrotvnews.com/play/kpLCWaQ3-belajar-dari-sang-nyai metrotvnews.com]
|-
|-
|Penulis
|Penulis
|:
|:
|Editor : Triwinarno
|Nopita Dewi
|-
|-
|Tanggal Publikasi
|Tanggal Publikasi
|:
|:
|23/10/2020 05:15
|24 March 2024 15:34
|-
|-
|Artikel Lengkap
|Artikel Lengkap
|:
|:
|[https://mediaindonesia.com/humaniora/355124/belajar-dari-sang-nyai-masriyah-amva Belajar dari sang Nyai Masriyah Amva]
|[https://www.metrotvnews.com/play/kpLCWaQ3-belajar-dari-sang-nyai Belajar Dari Sang Nyai]
|}PESANTREN menjadi salah satu [[lembaga]] pendidikan, khusus agama Islam. Tidak heran jika satu pesantren terkadang memiliki ratusan hingga ribuan santri yang rela mondok untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.  
|}Pesantren menjadi salah satu [[lembaga]] pendidikan khusus agama Islam. Tidak heran jika satu pesantren terkadang memiliki ratusan hingga ribuan santri yang rela mondok untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.


Jika pada umumnya pesantren identik dengan penokohan seorang kiai, beda halnya dengan Pesantren Kebon Jambu yang berada di kawasan kampung santri Desa Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat.
Jika pada umumnya pesantren identik dengan penokohan seorang Kiai, beda halnya dengan Pesantren Kebon Jambu yang berada di kawasan kampung santri Desa Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat. Di pesantren ini justru seorang Nyai lah yang menjadi pemimpin utama.


Di pesantren ini justru seorang nyailah yang menjadi pemimpin utama.
Keputusan Sang Nyai untuk menjadi pimpinan pesantren bukanlah tanpa alasan. masih belum siapnya penerus suami untuk memimpin pesantren menjadi dasar utama diambilnya keputusan tersebut.  


"Dulunya pesantren ini dipimpin oleh suami saya, tetapi beliau wafat. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan kepemimpinan pesantren ini," ungkap Nyai [[Masriyah Amva]] pemimpin Pesantren Kebon Jambu.
Masa-masa itu menjadi masa yang kelam baginya. Hidup dalam keterpurukan yang akhirnya membuat ia sadar bahwa hanya sang maha kuasa lah yang dapat menolongnya. Perlahan tapi pasti [[Masriyah Amva]] mampu membawa pesantrennya bangkit dalam keterpurukan. Bahkan kini Pondok Kebon Jambu menjadi salah satu tempat pembelajaran agama favorit.


Keputusan Sang Nyai untuk menjadi pimpinan pesantren bukanlah tanpa alasan. Masih belum siapnya penerus suami untuk memimpin pesantren menjadi dasar utama diambilnya keputusan tersebut.
Apa sebenarnya yang menjadi kekuatan Nyai Masriyah Amva memimpin Pesantren Kebon Jambu yang mayoritas santrinya didominasi oleh pria? serta bagaimana respon dirinya terhadap anggapan jika seorang wanita tidak diperbolehkan menjadi pemimpin?


"Saya ingat waktu awal-awal suami meninggal satu per satu santri pergi meninggalkan pesantren ini. Orangtua mereka datang dan izin untuk memindahkan anak-anaknya ke pesantren lain," ujarnya kembali.
Cerita Sang Nyai dirangkum dalam film dokumenter berjudul “Pesan Dari Sang Nyai” yang tayang dalam program Melihat Indonesia, di Metro TV.
 
Masa-masa itu menjadi masa yang kelam baginya. Hidup dalam keterpurukan yang akhirnya membuat ia sadar bahwa hanya Sang Mahakuasalah yang dapat menolongnya. Perlahan, tapi pasti Masriyah Amva mampu membawa pesantrennya bangkit dalam keterpurukan. Bahkan kini Pondok Kebon Jambu menjadi salah satu tempat pembelajaran agama favorit.
 
Apa sebenarnya yang menjadi kekuatan Nyai Masriyah Amva memimpin Pesantren Kebon Jambu yang mayoritas santrinya didominasi oleh pria? Lalu bagaimana respons dirinya terhadap anggapan jika seorang wanita tidak diperbolehkan menjadi pemimpin?
 
Cerita sang Nyai dirangkum dalam film dokumenter berjudul Pesan dari sang Nyai yang tayang dalam program Melihat Indonesia di Metro TV pada Minggu, 25 Oktober 2020 pukul 10.30 WIB. (RO/H-1)
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]]
[[Kategori:Jejak Masriyah Amva]]

Revisi terkini pada 14 Juli 2025 20.33

Info Artikel

Sumber Original : metrotvnews.com
Penulis : Nopita Dewi
Tanggal Publikasi : 24 March 2024 15:34
Artikel Lengkap : Belajar Dari Sang Nyai

Pesantren menjadi salah satu lembaga pendidikan khusus agama Islam. Tidak heran jika satu pesantren terkadang memiliki ratusan hingga ribuan santri yang rela mondok untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama.

Jika pada umumnya pesantren identik dengan penokohan seorang Kiai, beda halnya dengan Pesantren Kebon Jambu yang berada di kawasan kampung santri Desa Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat. Di pesantren ini justru seorang Nyai lah yang menjadi pemimpin utama.

Keputusan Sang Nyai untuk menjadi pimpinan pesantren bukanlah tanpa alasan. masih belum siapnya penerus suami untuk memimpin pesantren menjadi dasar utama diambilnya keputusan tersebut.

Masa-masa itu menjadi masa yang kelam baginya. Hidup dalam keterpurukan yang akhirnya membuat ia sadar bahwa hanya sang maha kuasa lah yang dapat menolongnya. Perlahan tapi pasti Masriyah Amva mampu membawa pesantrennya bangkit dalam keterpurukan. Bahkan kini Pondok Kebon Jambu menjadi salah satu tempat pembelajaran agama favorit.

Apa sebenarnya yang menjadi kekuatan Nyai Masriyah Amva memimpin Pesantren Kebon Jambu yang mayoritas santrinya didominasi oleh pria? serta bagaimana respon dirinya terhadap anggapan jika seorang wanita tidak diperbolehkan menjadi pemimpin?

Cerita Sang Nyai dirangkum dalam film dokumenter berjudul “Pesan Dari Sang Nyai” yang tayang dalam program Melihat Indonesia, di Metro TV.