Badriyah Fayumi: Mufasir Perempuan dan Muslimah Emansipatif: Perbedaan revisi
Loncat ke navigasi
Loncat ke pencarian
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber |: |[https://mubadalah.id/11-tips-cerdas-menggelar-walimatul-ursy-ala-bu-nyai-badriyah/ mubadalah.id] |- |Penulis |: |Redaksi |- |Tanggal...') |
|||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber | |Sumber | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://www.harakatuna.com/badriyah-fayumi-mufasir-perempuan-dan-muslimah-emansipatif.html www.harakatuna.com] | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | |Miftahus Syifa Bahrul Ulumiyah | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Publikasi | |Tanggal Publikasi | ||
|: | |: | ||
| | |05/03/2023 | ||
|- | |- | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://www.harakatuna.com/badriyah-fayumi-mufasir-perempuan-dan-muslimah-emansipatif.html Badriyah Fayumi: Mufasir Perempuan dan Muslimah Emansipatif] | ||
|} | |} | ||
'''[[ | '''Harakatuna.[[Badriyah Fayumi|com]]''' – Dalam dunia Islam, mufasir Al-Quran masih didominasi oleh laki-laki. Lebih-lebih di Indonesia sendiri, sangat jarang ditemui ulama bahkan mufasir perempuan. Hal itu tentu mempengaruhi pemahaman umat Islam yang misoginis terhadap teks-teks Al-Quran. | ||
Namun, sebagaimana diungkapkan oleh KH [[Husein Muhammad]] dalam buku ''Islam Tradisional yang Terus Bergerak'', akan bermunculan generasi pesantren yang berpikiran progresif, termasuk dalam isu gender. Dan benar, Indonesia hari ini memiliki beberapa mufasir perempuan yang sangat gigih memperjuangkan keadilan gender, salah satunya adalah [[Badriyah Fayumi]]. | |||
[[Kategori:Jejak Badriyah Fayumi]] | [[Kategori:Jejak Badriyah Fayumi]] | ||
Revisi terkini pada 24 September 2024 22.03
Info Artikel
| Sumber | : | www.harakatuna.com |
| Penulis | : | Miftahus Syifa Bahrul Ulumiyah |
| Tanggal Publikasi | : | 05/03/2023 |
| Artikel Lengkap | : | Badriyah Fayumi: Mufasir Perempuan dan Muslimah Emansipatif |
Harakatuna.com – Dalam dunia Islam, mufasir Al-Quran masih didominasi oleh laki-laki. Lebih-lebih di Indonesia sendiri, sangat jarang ditemui ulama bahkan mufasir perempuan. Hal itu tentu mempengaruhi pemahaman umat Islam yang misoginis terhadap teks-teks Al-Quran.
Namun, sebagaimana diungkapkan oleh KH Husein Muhammad dalam buku Islam Tradisional yang Terus Bergerak, akan bermunculan generasi pesantren yang berpikiran progresif, termasuk dalam isu gender. Dan benar, Indonesia hari ini memiliki beberapa mufasir perempuan yang sangat gigih memperjuangkan keadilan gender, salah satunya adalah Badriyah Fayumi.