Nur Rofiah: Bangun Kesadaran Keadilan Gender Islam: Perbedaan revisi
Loncat ke navigasi
Loncat ke pencarian
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber |: |[https://ibihtafsir.id/2022/01/09/fatwa-female-dan-fitnah/ ibihtafsir.id] |- |Penulis |: |Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm |- |Tanggal Pu...') |
|||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber | |Sumber | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://islamdigest.republika.co.id/berita/qktjuc483/nur-rofiah-bangun-kesadaran-keadilan-gender-islam? Republika.co.id] | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
|: | |: | ||
| | |Rep: Imas Damayanti/ Red: A.Syalaby Ichsan | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Publikasi | |Tanggal Publikasi | ||
|: | |: | ||
| | |<nowiki>Jumat 04 Dec 2020 | 21:20 WIB</nowiki> | ||
|- | |- | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
|[https:// | |[https://islamdigest.republika.co.id/berita/qktjuc483/nur-rofiah-bangun-kesadaran-keadilan-gender-islam? Nur Rofiah: Bangun Kesadaran Keadilan Gender Islam] | ||
|} | |} | ||
REPUBLIKA.CO.ID, Ketidakadilan pada seseorang karena menjadi perempuan kerap terjadi dalam lingkup sosial masyarakat. Mirisnya, ketidakadilan yang berakar pada cara pandang negatif pada perempuan ini kerap tidak disadari karena muncul dalam tindakan yang diyakini baik, dan ilmiah oleh masyarakat. | |||
Peradaban manusia diwarnai oleh [[tradisi]] tidak manusiawi pada perempuan. Misalnya penguburan bayi perempuan hidup-hidup saat lahir karena memalukan, menjadikan perempuan sebagai komoditas, hadiah, warisan, bahkan membakar diri hidup-hidup bersama jenazah suami yang di India disebut Sati. | |||
[[Kategori:Jejak Tokoh]] | [[Kategori:Jejak Tokoh]] | ||
[[Kategori:Jejak Nur Rofiah]] | [[Kategori:Jejak Nur Rofiah]] | ||
Revisi per 16 September 2024 23.19
Info Artikel
| Sumber | : | Republika.co.id |
| Penulis | : | Rep: Imas Damayanti/ Red: A.Syalaby Ichsan |
| Tanggal Publikasi | : | Jumat 04 Dec 2020 | 21:20 WIB |
| Artikel Lengkap | : | Nur Rofiah: Bangun Kesadaran Keadilan Gender Islam |
REPUBLIKA.CO.ID, Ketidakadilan pada seseorang karena menjadi perempuan kerap terjadi dalam lingkup sosial masyarakat. Mirisnya, ketidakadilan yang berakar pada cara pandang negatif pada perempuan ini kerap tidak disadari karena muncul dalam tindakan yang diyakini baik, dan ilmiah oleh masyarakat.
Peradaban manusia diwarnai oleh tradisi tidak manusiawi pada perempuan. Misalnya penguburan bayi perempuan hidup-hidup saat lahir karena memalukan, menjadikan perempuan sebagai komoditas, hadiah, warisan, bahkan membakar diri hidup-hidup bersama jenazah suami yang di India disebut Sati.