Part Of Struggle: Nyai Hindun Anisah dan Perlawanan Budaya Patriarki di Lingkungan Pesantren
Info Artikel:
| Sumber Original | : | swararahima |
| Tanggal Publikasi | : | 10 Mei 2022 |
| Penulis | : | Khoniq Nur Afiah |
| Artikel Lengkap | : | Part Of Struggle: Nyai Hindun Anisah dan Perlawanan Budaya Patriarki di Lingkungan Pesantren |
Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang asli lahir di Indonesia memiliki seperangkat budaya yang khas. Pesantren-pesantren di Indonesia memiliki ikatan yang kuat, sebab secara genealogi para pimpinan pesantren adalah keluarga besar. Kiai adalah sosok yang memiliki peran utama dalam pesantren. Kiai memiliki otoritas yang sempurna dan kedudukan yang kuat dalam sebuah pesantren, sehingga keputusan dan kebijakan dipegang erat oleh Kiai.
Kekuatan dan otoritas yang kuat lahir di pesantren ini, selanjutnya menjadi satu budaya yang lestari. Sebenarnya, kelestarian dan lahirnya budaya tersebut juga lahir atas pengaruh kuatnya budaya patriarki. Budaya patriarki yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia maupun budaya patriarki yang lahir di berbagai literatur kitab kuning yang diciptakan dan ditafsirkan tanpa melibatkan perspektif kesetaraan gender. Kitab kuning sebagai elemen yang dimiliki pesantren diciptakan oleh para ulama yang bertujuan untuk menafsirkan dengan melakukan penjelasan secara lebih luas dengan merujuk pada pedoman Islam yaitu Alquran dan Sunnah. Hal tersebut yang menjadi akibat dari banyaknya kitab kuning yang menyampingkan perempuan, bahkan memberikan posisi tragis bagi perempuan. . . . . . .