Lima Hal Penting Ulama Perempuan, Perkuat Posisi Dalam Peradaban: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi '''<small>Khazanah | Jumat, 09 September 2022 09:15 WIB</small>'' Untuk memperkuat posisi perempuan dalam peradaban, Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) kembali...')
 
Baris 1: Baris 1:
''<small>[[Khazanah]] | Jumat, 09 September 2022 09:15 WIB</small>''
''<small>[[Khazanah]] | Jumat, 09 September 2022 09:15 WIB</small>''


Untuk memperkuat posisi perempuan dalam peradaban, Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) kembali diselenggarakan. Kongres yang kedua ini akan diadakan pada 23- 26 November 2022 di Semarang dan Jepara, Jawa Tengah.
Untuk memperkuat posisi perempuan dalam peradaban, Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) kembali diselenggarakan. Kongres yang kedua ini akan diadakan pada 23- 26 November 2022 di Semarang dan Jepara, Jawa Tengah.
Baris 14: Baris 13:
Isu-isu keadilan gender Islam, melalui [[tokoh]]-tokoh KUPI, juga diserap media-media populer yang mainstream di Indonesia, seperti Islami.co, NU Online, Republika, Bincangsyari’ah, Iqra.id, Alif.id, Mubadalah.id, Rahma.id, Qobiltu.com, dan banyak lagi yang lain.
Isu-isu keadilan gender Islam, melalui [[tokoh]]-tokoh KUPI, juga diserap media-media populer yang mainstream di Indonesia, seperti Islami.co, NU Online, Republika, Bincangsyari’ah, Iqra.id, Alif.id, Mubadalah.id, Rahma.id, Qobiltu.com, dan banyak lagi yang lain.


== Konten kreatif isu perempuan ==
=== Konten Kreatif isu Perempuan ===
Kelahiran KUPI, juga sekaligus seperti membuka jalan bagi membanjirnya berbagai konten kreatif isu-isu keadilan gender Islam, yang sebelumnya sangat minim, bahkan bisa dibilang tidak tersedia.
Kelahiran KUPI, juga sekaligus seperti membuka jalan bagi membanjirnya berbagai konten kreatif isu-isu keadilan gender Islam, yang sebelumnya sangat minim, bahkan bisa dibilang tidak tersedia.


Secara garis besar ada lima poin yang akan dihasilkan dari KUPI ke-2 ini. ''Pertama'', paradigma dan metodologi. Ini mencakup isu-isu mengenai paradigma KUPI, sumber-sumber pengetahuan dan gerakan KUPI, metodologi keputusan sikap dan pandangan keagamaan KUPI.
Secara garis besar ada lima poin yang akan dihasilkan dari KUPI ke-2 ini. ''Pertama'', paradigma dan metodologi. Ini mencakup isu-isu mengenai paradigma KUPI, sumber-sumber pengetahuan dan gerakan KUPI, metodologi keputusan sikap dan pandangan keagamaan KUPI.


Perspektif perempuan sebagai basis rujukan pengetahuan, aktivisme, dan fatwa dalam KUPI, konseptualisasi dan implementasi kerangka ''maqashid syari’ah'', pendekatan ma’ruf, pendekatan mubadalah, pendekatan keadilan hakiki dalam pengetahuan dan kerja-kerja praktis KUPI.
Perspektif perempuan sebagai basis rujukan pengetahuan, aktivisme, dan fatwa dalam KUPI, konseptualisasi dan implementasi kerangka ''maqashid syari’ah'', pendekatan ma’ruf, pendekatan mubadalah, pendekatan [[Keadilan Hakiki|keadilan hakiki]] dalam pengetahuan dan kerja-kerja praktis KUPI.


''Kedua'', tema keluarga, mencakup isu-isu mengenai pengembangan konsep keluarga yang berbasis pengalaman jaringan KUPI. Konsep qiwamah dan wilayah dalam keluarga. Relasi marital, parental, dan familial. Kekerasan dalam rumah tangga. Stunting dan kemiskinan.
''Kedua'', tema keluarga, mencakup isu-isu mengenai pengembangan konsep keluarga yang berbasis pengalaman jaringan KUPI. Konsep qiwamah dan wilayah dalam keluarga. Relasi marital, parental, dan familial. Kekerasan dalam rumah tangga. Stunting dan kemiskinan.

Menu navigasi