15.259
suntingan
| Baris 1: | Baris 1: | ||
''Minggu, 26 September 2022'' | ''Minggu, 26 September 2022'' | ||
Dalam kehidupan berumah tangga, seringkali kepemilikan properti diatasnamakan kepada suami karena dianggap sebagai kepala keluarga. | |||
Tak jarang, perempuan sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk memiliki properti atas namanya. | |||
Lalu bagaimana Islam mengatur tentang hal ini? Bagaimana perspektif [[mubadalah]] menanggapinya? | |||
Mari ikuti [[Tadarus Subuh]] | |||
{| | {| | ||
|Tuan Rumah | |Tuan Rumah | ||
|: | |: | ||
| | |Muhim Nailul Ulya, Lc., M.Ud. (Alumni Dawrah Kader [[Ulama Perempuan]] [[Fahmina]]) | ||
|- | |- | ||
|Pengampu | |Pengampu | ||