Ikrar Bangsri Jepara: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
269 bita ditambahkan ,  23 Mei 2023 01.32
tidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
[[Ulama Perempuan|Ulama perempuan]] Indonesia hadir menjalankan misi [[tauhid]] dan risalah Nabi SAW untuk memanusiakan semua manusia dan menghapuskan segala bentuk kezaliman di muka bumi. Ulama perempuan terus menjaga integritas, menguatkan kapasitas, menghasilkan pengetahuan dan menyuarakan pandangan keagamaannya guna ikut memajukan kehidupan berbangsa, peradaban Islam, dan perdamaian dunia. Pengakuan masyarakat dan negara atas otoritas keulamaan perempuan merupakan kepercayaan dan pencapaian yang membanggakan sekaligus tanggung jawab yang wajib ditunaikan.
<big>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم</big>
 
 
<big>أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ</big>
 
 
[[Ulama Perempuan|Ulama perempuan]] Indonesia hadir menjalankan misi [[tauhid]] dan risalah Nabi SAW untuk memanusiakan semua manusia dan menghapuskan segala bentuk kezaliman di muka bumi. [[Ulama Perempuan|Ulama perempuan]] terus menjaga integritas, menguatkan kapasitas, menghasilkan pengetahuan dan menyuarakan pandangan keagamaannya guna ikut memajukan kehidupan berbangsa, peradaban Islam, dan perdamaian dunia. Pengakuan masyarakat dan negara atas otoritas keulamaan perempuan merupakan kepercayaan dan pencapaian yang membanggakan sekaligus tanggung jawab yang wajib ditunaikan.


Saat dunia, bumi dan kemanusiaan sedang genting dan rapuh, ulama perempuan Indonesia bertekad untuk membangun peradaban yang berkeadilan sebagai panggilan iman dan tuntutan zaman. Di akar rumput bersama mereka yang terpinggirkan dan terluka, ulama perempuan bergerak untuk menjadi bagian dari solusi bagi umat, bangsa, dunia, dan semesta. Untuk itu, otoritas keulamaan perempuan wajib terus dirawat dan dikembangkan agar menjadi kekuatan transformatif di ruang khidmahnya masing-masing.
Saat dunia, bumi dan kemanusiaan sedang genting dan rapuh, ulama perempuan Indonesia bertekad untuk membangun peradaban yang berkeadilan sebagai panggilan iman dan tuntutan zaman. Di akar rumput bersama mereka yang terpinggirkan dan terluka, ulama perempuan bergerak untuk menjadi bagian dari solusi bagi umat, bangsa, dunia, dan semesta. Untuk itu, otoritas keulamaan perempuan wajib terus dirawat dan dikembangkan agar menjadi kekuatan transformatif di ruang khidmahnya masing-masing.

Menu navigasi