Danial: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
6 bita ditambahkan ,  18 Januari 2022 12.45
tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 1: Baris 1:
{{Infobox person|name=Danial|birth_date=|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|imagesize=220px|known for=* -
{{Infobox person|name=Danial|birth_date=|image=Berkas:Danial.jpg|imagesize=220px|known for=* -
* -
* -
* -|occupation=* -
* -|occupation=* -
Baris 37: Baris 37:


== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
Sewaktu bersekolah MAN-PK Banda Aceh, Danial sudah dikenalkan dengan pluralitas pemikiran secara formal. Tepatnya saat ia mempelajari kitab ''Bidayatul Mujtahid''. Ia menjumpai tradisi berpikir para ulama yang terbiasa menggelontorkan banyak ide dan pendapat. Cara berpikir yang terbuka ini juga mengetuk rasa penasaran Danial untuk mengupas tema Pendidikan Seks dalam Islam, dalam tugas karya tulisnya menjelang lulus Aliyah. Guru-gurunya sebetulnya terkejut meski tidak menampakkan. Mereka mencoba mengalihkan dan mengarahkan Danial ke judul lain. Namun, Danial tetap berkeras hati pada keputusannya semula.  
Sewaktu bersekolah MAN-PK Banda Aceh, Danial sudah dikenalkan dengan pluralitas pemikiran secara formal. Tepatnya saat ia mempelajari kitab ''Bidayatul Mujtahid''. Ia menjumpai [[tradisi]] berpikir para ulama yang terbiasa menggelontorkan banyak ide dan pendapat. Cara berpikir yang terbuka ini juga mengetuk rasa penasaran Danial untuk mengupas tema Pendidikan Seks dalam Islam, dalam tugas karya tulisnya menjelang lulus Aliyah. Guru-gurunya sebetulnya terkejut meski tidak menampakkan. Mereka mencoba mengalihkan dan mengarahkan Danial ke judul lain. Namun, Danial tetap berkeras hati pada keputusannya semula.  


Lalu ketika di Yogyakarta, saat Danial hendak merampungkan studi S1, ia memilih tema Hak-Hak Politik Perempuan dalam Pandangan Syekh Abu Syiah Kuala. Sejak itu, ia menggali banyak literatur dan penelitian tentang perempuan. Saat membicarakan syarat-syarat menjadi hakim, dalam kitab karangannya, ''Miiratut Thullab'', Syekh tidak mensyaratkan dzakar/laki-laki sebagai syarat. Bahkan pada saat itu, perempuan menjadi ratunya, terlepas karena alasan politis ataupun tidak.  
Lalu ketika di Yogyakarta, saat Danial hendak merampungkan studi S1, ia memilih tema Hak-Hak Politik Perempuan dalam Pandangan Syekh Abu Syiah Kuala. Sejak itu, ia menggali banyak literatur dan penelitian tentang perempuan. Saat membicarakan syarat-syarat menjadi hakim, dalam kitab karangannya, ''Miiratut Thullab'', Syekh tidak mensyaratkan dzakar/laki-laki sebagai syarat. Bahkan pada saat itu, perempuan menjadi ratunya, terlepas karena alasan politis ataupun tidak.  
Baris 53: Baris 53:
Sehari-hari Danial juga kerap menerima aduan dari masyarakat, baik dari lingkungan kampus, jamaah pengajiannya, bahkan saat ia menjabat sebagai Kepala KUA sebelum ia masuk di lingkungan kampus. Mereka yang datang mengungkapkan problem dan minta pandangan Danial atas persoalan yang menimpa, terutama kasus kekerasan seksual. Tentu saja bila sifatnya klinis, Danial akan menyarankan ke psikiater.  
Sehari-hari Danial juga kerap menerima aduan dari masyarakat, baik dari lingkungan kampus, jamaah pengajiannya, bahkan saat ia menjabat sebagai Kepala KUA sebelum ia masuk di lingkungan kampus. Mereka yang datang mengungkapkan problem dan minta pandangan Danial atas persoalan yang menimpa, terutama kasus kekerasan seksual. Tentu saja bila sifatnya klinis, Danial akan menyarankan ke psikiater.  


Sayangnya cara pandang Danial yang terbilang berani di tengah kuatnya pandangan konservatif di masyarakat, membuatnya dilabeli Jamaah Islam Liberal (JIL). Dalam sebuah ceramah maulid, Danial secara lugas mengatakan bahwa selama ini banyak ayat dan hadits yang disembunyikan untuk perempuan. Misalnya, tentang menyusui, mencuci pakaian di mana hal itu sebenarnya tugas seorang suami, sebab mereka menanggung nafkah sandang, pangan, dan papan. Rupanya hal itu membuat laki-laki jadi terganggu. Peristiwa tersebut bahkan sempat menjadi ''headline'' media lokal yang menulis tentang bahaya ''firqah dhalalah''.  
Sayangnya cara pandang Danial yang terbilang berani di tengah kuatnya pandangan konservatif di masyarakat, membuatnya dilabeli Jamaah Islam Liberal (JIL). Dalam sebuah ceramah maulid, Danial secara lugas mengatakan bahwa selama ini banyak ayat dan hadits yang disembunyikan untuk perempuan. Misalnya, tentang menyusui, mencuci pakaian di mana hal itu sebenarnya tugas seorang suami, sebab mereka menanggung [[nafkah]] sandang, pangan, dan papan. Rupanya hal itu membuat laki-laki jadi terganggu. Peristiwa tersebut bahkan sempat menjadi ''headline'' media lokal yang menulis tentang bahaya ''firqah dhalalah''.  


Danial bahkan pernah diboikot di beberapa masjid, sampai hari ini. Ia tidak diundang khutbah, mengisi pengajian, apalagi dilibatkan di acara-acara masjid tersebut. Beberapa ormas juga begitu. Untunglah jumlahnya sangat sedikit dan lama-kelamaan kesadaran masyarakat untuk tak mudah termakan pemahaman konservatif, juga semakin meningkat.  
Danial bahkan pernah diboikot di beberapa masjid, sampai hari ini. Ia tidak diundang khutbah, mengisi pengajian, apalagi dilibatkan di acara-acara masjid tersebut. Beberapa ormas juga begitu. Untunglah jumlahnya sangat sedikit dan lama-kelamaan kesadaran masyarakat untuk tak mudah termakan pemahaman konservatif, juga semakin meningkat.  

Menu navigasi