15.259
suntingan
| Baris 6: | Baris 6: | ||
Maria terlibat di dalam [[KUPI]] sejak Pra KUPI hingga paska KUPI. Keterlibatannya ini tak lepas dari peran aktifnya di dalam dua organisasi penyelenggara KUPI selain [[Fahmina]], yaitu [[Alimat]] dan [[Rahima]]. Sebelum KUPI digelar, Maria saat itu menjabat sebagai Sekjen Alimat. Alimat merupakan [[lembaga]] konsorsium dari beberapa lembaga keagamaan, ormas keagamaan dan organisasi perempuan, yang kelahirannya dibidani oleh Komnas Perempuan. Ia juga beberapa kali terlibat di dalam program Pengkaderan [[Ulama Perempuan]] (PUP) yang diselenggarakan oleh Rahima sebagai fasilitator. Jauh sebelum pelaksanaan KUPI, sebenarnya sudah ada gagasan untuk membentuk satu wadah pertemuan bagi ulama perempuan, terutama di kalangan Rahima. | Maria terlibat di dalam [[KUPI]] sejak Pra KUPI hingga paska KUPI. Keterlibatannya ini tak lepas dari peran aktifnya di dalam dua organisasi penyelenggara KUPI selain [[Fahmina]], yaitu [[Alimat]] dan [[Rahima]]. Sebelum KUPI digelar, Maria saat itu menjabat sebagai Sekjen Alimat. Alimat merupakan [[lembaga]] konsorsium dari beberapa lembaga keagamaan, ormas keagamaan dan organisasi perempuan, yang kelahirannya dibidani oleh Komnas Perempuan. Ia juga beberapa kali terlibat di dalam program Pengkaderan [[Ulama Perempuan]] (PUP) yang diselenggarakan oleh Rahima sebagai fasilitator. Jauh sebelum pelaksanaan KUPI, sebenarnya sudah ada gagasan untuk membentuk satu wadah pertemuan bagi ulama perempuan, terutama di kalangan Rahima. | ||
== Riwayat Hidup == | == Riwayat Hidup == | ||
Maria berasal dari keluarga petani. Aktivitas sehari-hari Ayahnya mengelola tajug atau mushala dan mengajar di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Yapin Kertasemaya. Ketika sudah sepuh, Ayahnya hanya mengurus tajug dan pengajian bapak-bapak. Sementara Ibu Maria, sewaktu muda ia berkeliling mengaji dari majelis taklim satu ke majelis taklim yang lain. Maria menempuh Pendidikan Dasar di SDN Kertasemaya, bersamaan dengan sekolah di Madrasah Diniyyah di Tulung Agung, Kertasemaya Indramayu. Ia melanjutkan sekolah ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) sambil ''nyantri'' di pesantren Darul Tauhid Arjawinangun, Cirebon. Sementara pendidikan Madrasah Aliyah ia selesaikan di Pesantren Al Muayyad, Surakarta. Di sanalah ia aktif dalam organisasi kader untuk perempuan NU, yaitu IPPNU cabang Solo. Lulus dari Solo, Maria pun pergi ke Jakarta untuk melanjutkan studinya di Fakultas Syariah di Institut Ilmu al Qur’an (IIQ) Jakarta. Semasa kuliah, ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan sempat masuk di jajaran pengurus besar PMII. Selesai S1, ia sempat mengajar di SMA dan MA Al-Muhlisin di Parung Bogor. | Maria berasal dari keluarga petani. Aktivitas sehari-hari Ayahnya mengelola tajug atau mushala dan mengajar di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Yapin Kertasemaya. Ketika sudah sepuh, Ayahnya hanya mengurus tajug dan pengajian bapak-bapak. Sementara Ibu Maria, sewaktu muda ia berkeliling mengaji dari majelis taklim satu ke majelis taklim yang lain. Maria menempuh Pendidikan Dasar di SDN Kertasemaya, bersamaan dengan sekolah di Madrasah Diniyyah di Tulung Agung, Kertasemaya Indramayu. Ia melanjutkan sekolah ke Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) sambil ''nyantri'' di pesantren Darul Tauhid Arjawinangun, Cirebon. Sementara pendidikan Madrasah Aliyah ia selesaikan di Pesantren Al Muayyad, Surakarta. Di sanalah ia aktif dalam organisasi kader untuk perempuan NU, yaitu IPPNU cabang Solo. Lulus dari Solo, Maria pun pergi ke Jakarta untuk melanjutkan studinya di Fakultas Syariah di Institut Ilmu al Qur’an (IIQ) Jakarta. Semasa kuliah, ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan sempat masuk di jajaran pengurus besar PMII. Selesai S1, ia sempat mengajar di SMA dan MA Al-Muhlisin di Parung Bogor. | ||
| Baris 56: | Baris 54: | ||
# ''Pengasuhan Anak dalam Perspektif Gender'', diterbitkan oleh LKAJ dan Gramedia, 2004. | # ''Pengasuhan Anak dalam Perspektif Gender'', diterbitkan oleh LKAJ dan Gramedia, 2004. | ||
# “Fundamentalisme Agama dan Dampaknya terhadap Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas”, penelitian bersama. | # “Fundamentalisme Agama dan Dampaknya terhadap Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas”, penelitian bersama. | ||
{| | {| | ||