15.259
suntingan
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox person|name=Fadhilah Suralaga|birth_date=Jakarta, 23 Desember 1956|image=Berkas:Fadhilah Suralaga.jpeg|imagesize=220px|known for=*Psikologi Umum (2005) | {{Infobox person|name=Fadhilah Suralaga|birth_date=Jakarta, 23 Desember 1956|image=Berkas:Fadhilah Suralaga.jpeg|imagesize=220px|known for=*Psikologi Umum (2005) | ||
*Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Islam (2005)|occupation=*Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1985-sekarang)}}'''Dr. Fadhilah Suralaga, M.Si,''' lahir di Jakarta pada tanggal 23 Desember 1956. Ia merupakan Dosen di Fakultas Psikologi (Program S1 dan Magister Sains) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Ia berkolaborasi dengan Ulama-ulama [[KUPI]] sebelum Kongres dan hadir saat pelaksanaan KUPI. Kemudian mensosialisasikan fatwa, temuan, kajian dan ide-ide KUPI kepada mahasiswa-mahasiswi, keluarga dan masyarakat luas. | *Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Islam (2005)|occupation=*Dosen Tetap Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1985-sekarang)}}'''Dr. Fadhilah Suralaga, M.Si,''' lahir di Jakarta pada tanggal 23 Desember 1956. Ia merupakan Dosen di Fakultas Psikologi (Program S1 dan Magister Sains) UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Ia berkolaborasi dengan Ulama-ulama [[KUPI]] sebelum Kongres dan hadir saat pelaksanaan KUPI. Kemudian mensosialisasikan fatwa, temuan, kajian dan ide-ide KUPI kepada mahasiswa-mahasiswi, keluarga dan masyarakat luas. | ||
== Riwatat Hidup == | == Riwatat Hidup == | ||
Fadhilah merupakan sebelas bersaudara yang sejak kecil sudah mengenal kesetaraan. Orang tuanya tidak membedakan atau memberikan keistimewaan kepada anak-anaknya berdasarkan jenis kelamin. Ibunya adalah guru SD yang mendidik anak-anaknya dengan baik hingga memiliki pendidikan yang tinggi. | Fadhilah merupakan sebelas bersaudara yang sejak kecil sudah mengenal kesetaraan. Orang tuanya tidak membedakan atau memberikan keistimewaan kepada anak-anaknya berdasarkan jenis kelamin. Ibunya adalah guru SD yang mendidik anak-anaknya dengan baik hingga memiliki pendidikan yang tinggi. | ||
| Baris 15: | Baris 13: | ||
Selain berpartisipasi dalam kegiatan Nasional, Fadhilah juga melakukan kegiatan ilmiah Internasional di antaranya adalah ''Training Assesors Institution Assessment Asian Islamic Universities Association'' (AIUA) (2018); dan menjadi ''Presenter'' Makalah dalam Internasional Conference ARUPS-MPIC 2019 di Universiti Sains Malaysia; ''Positive and Negative Creativity at Work'' (2019). | Selain berpartisipasi dalam kegiatan Nasional, Fadhilah juga melakukan kegiatan ilmiah Internasional di antaranya adalah ''Training Assesors Institution Assessment Asian Islamic Universities Association'' (AIUA) (2018); dan menjadi ''Presenter'' Makalah dalam Internasional Conference ARUPS-MPIC 2019 di Universiti Sains Malaysia; ''Positive and Negative Creativity at Work'' (2019). | ||
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan == | == Tokoh dan Keulamaan Perempuan == | ||
Fadhilah memiliki hubungan yang dekat dengan Ibu Badriyah Fayumi dan para aktivis dalam MUI dan PSGA. Ia hadir sebagai peserta dalam KUPI 2017. Sebelum bergabung bersama KUPI, ia mengikuti berbagai macam kegiatan terutama dalam pemberdayaan perempuan dan dakwah secara akademis dalam bidang psikologi dan pendidikan. Aktif menjadi asisten dosen dan kemudian menjadi dosen sejak tahun 1982, ia memberikan pengajaran kepada mahasiswa dalam berbagai jurusan di IAIN. Ia juga bergabung dengan MUI tahun 1995, bersama Prof. Zakia Darajat menjadi pengurus MUI dalam komisi PPRK (Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga). Saat itu keberadaan perempuan masih baru dalam MUI, karena pada waktu itu Ulama yang dikenal hanya laki-laki. Sehingga ia masuk dalam komisi yang berhubungan dengan perempuan, yaitu PPRK. Meski ada juga perempuan yang masuk dalam komisi fatwa, namun jumlahnya sedikit. | Fadhilah memiliki hubungan yang dekat dengan Ibu [[Badriyah Fayumi]] dan para aktivis dalam MUI dan PSGA. Ia hadir sebagai peserta dalam KUPI 2017. Sebelum bergabung bersama KUPI, ia mengikuti berbagai macam kegiatan terutama dalam pemberdayaan perempuan dan dakwah secara akademis dalam bidang psikologi dan pendidikan. Aktif menjadi asisten dosen dan kemudian menjadi dosen sejak tahun 1982, ia memberikan pengajaran kepada mahasiswa dalam berbagai jurusan di IAIN. Ia juga bergabung dengan MUI tahun 1995, bersama Prof. Zakia Darajat menjadi pengurus MUI dalam komisi PPRK (Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga). Saat itu keberadaan perempuan masih baru dalam MUI, karena pada waktu itu Ulama yang dikenal hanya laki-laki. Sehingga ia masuk dalam komisi yang berhubungan dengan perempuan, yaitu PPRK. Meski ada juga perempuan yang masuk dalam komisi fatwa, namun jumlahnya sedikit. | ||
Kegiatan di dalam PPRK hampir sama dengan kegiatan yang dijalaninya di Pusat Studi Wanita (PSW) di IAIN Jakarta yang sekarang berkembang menjadi PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak). Selama 3 periode di PPRK ia menjadi sekretaris dan wakil ketua. Kegiatan di dalam MUI banyak melakukan kajian, diskusi, seminar dan kerjasama dengan organisasi, seperti Muslimat NU, Aisiyah, dan KOWANI. Kemudian pada periode keempat MUI, ia masuk komisi pendidikan dan kaderisasi yang lebih cocok dengan minat kajiannya, yaitu pendidikan dan psikologi. Kegiatan yang dilakukan adalah SANLAT Remaja (Pesantren Kilat Remaja). | Kegiatan di dalam PPRK hampir sama dengan kegiatan yang dijalaninya di Pusat Studi Wanita (PSW) di IAIN Jakarta yang sekarang berkembang menjadi PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak). Selama 3 periode di PPRK ia menjadi sekretaris dan wakil ketua. Kegiatan di dalam MUI banyak melakukan kajian, diskusi, seminar dan kerjasama dengan organisasi, seperti Muslimat NU, Aisiyah, dan KOWANI. Kemudian pada periode keempat MUI, ia masuk komisi pendidikan dan kaderisasi yang lebih cocok dengan minat kajiannya, yaitu pendidikan dan psikologi. Kegiatan yang dilakukan adalah SANLAT Remaja (Pesantren Kilat Remaja). | ||
| Baris 28: | Baris 24: | ||
Kegiatan dan gerakan yang dilakukan Fadhilah bukan dakwah seperti pengajian, melainkan kerja-kerja akademis seperti membuat kurikulum, modul, dan materi pendidikan psikologi untuk mahasiswa. Ilmu dan pengetahuannya secara akademis membantu mahasiswa untuk memahami mitos-mitos terkait gender berdasarkan kajian psikologi. Pendekatan Islam juga digunakannya dalam memberikan pemahaman mengenai ketidakadilan gender, seperti mengangkat [[tokoh]]-tokoh perempuan Muslim untuk narasi kesetaraan. | Kegiatan dan gerakan yang dilakukan Fadhilah bukan dakwah seperti pengajian, melainkan kerja-kerja akademis seperti membuat kurikulum, modul, dan materi pendidikan psikologi untuk mahasiswa. Ilmu dan pengetahuannya secara akademis membantu mahasiswa untuk memahami mitos-mitos terkait gender berdasarkan kajian psikologi. Pendekatan Islam juga digunakannya dalam memberikan pemahaman mengenai ketidakadilan gender, seperti mengangkat [[tokoh]]-tokoh perempuan Muslim untuk narasi kesetaraan. | ||
Menurut Fadhilah, dengan adanya KUPI, para tokoh yang ada di seluruh daerah di Indonesia dapat ikut serta berkontribusi dengan menjadi peserta dan pembicara yang mengangkat isu-isu dalam masyarakat. Kongres KUPI memberikan pengakuan tentang keberadaan dan kiprah Ulama perempuan yang juga mengangkat isu-isu perempuan yang selama ini tidak banyak disuarakan. | Menurut Fadhilah, dengan adanya KUPI, para tokoh yang ada di seluruh daerah di Indonesia dapat ikut serta berkontribusi dengan menjadi peserta dan pembicara yang mengangkat isu-isu dalam masyarakat. Kongres KUPI memberikan pengakuan tentang keberadaan dan kiprah [[Ulama Perempuan|Ulama perempuan]] yang juga mengangkat isu-isu perempuan yang selama ini tidak banyak disuarakan. | ||
Ia menggunakan fatwa-fatwa KUPI sebagai dasar untk membahas pencegahan perkawinan anak, kekerasan seksual dan perusakan alam dalam kegiatan bersama MUI, ALIMAT, dan ormas lain. Dalam bidang akademik, ia juga membimbing mahasiswa dalam penelitian terkait fatwa-fatwa KUPI. Kegiatan preventif juga dilakukannya bersama Pusat Pelayanan Psikologi (PLP) dalam persiapan pernikahan untuk mahasiswa dan umum atau lebih umum dikenal sebagai premarital training. Melalui ''premarital training'', ia memberikan informasi terkait persiapan pernikahan seperti fisik dan mental, tanggung jawab berbagi peran, dan diikuti dengan ''premarital counseling'' yang akan membantu sebagai persiapan pernikahan. | Ia menggunakan fatwa-fatwa KUPI sebagai dasar untk membahas pencegahan perkawinan anak, kekerasan seksual dan perusakan alam dalam kegiatan bersama MUI, [[Alimat|ALIMAT]], dan ormas lain. Dalam bidang akademik, ia juga membimbing mahasiswa dalam penelitian terkait fatwa-fatwa KUPI. Kegiatan preventif juga dilakukannya bersama Pusat Pelayanan Psikologi (PLP) dalam persiapan pernikahan untuk mahasiswa dan umum atau lebih umum dikenal sebagai premarital training. Melalui ''premarital training'', ia memberikan informasi terkait persiapan pernikahan seperti fisik dan mental, tanggung jawab berbagi peran, dan diikuti dengan ''premarital counseling'' yang akan membantu sebagai persiapan pernikahan. | ||
Fatwa KUPI tentang kekerasan seksual terutama dalam pernikahan masih menjadi hal baru bagi masyarakat, berdasarkan pengalaman Fadhilah. Sehingga perlu adanya persiapan pranikah yang bisa memberikan pemahaman terkait kekerasan seksual dalam pernikahan (''marital rape''), karena permasalahan seksual juga merupakan inti dalam pernikahan untuk menuju keluarga yang sakinah. Bersama PLP, ia memberikan training, asesmen, dan penelitian terkait konseling, bekerja sama dengan beberapa atase ATDIKBUD Belanda dan Mesir untuk memberikan konseling online kepada mahasiswa selama pandemik. | Fatwa KUPI tentang kekerasan seksual terutama dalam pernikahan masih menjadi hal baru bagi masyarakat, berdasarkan pengalaman Fadhilah. Sehingga perlu adanya persiapan pranikah yang bisa memberikan pemahaman terkait kekerasan seksual dalam pernikahan (''marital rape''), karena permasalahan seksual juga merupakan inti dalam pernikahan untuk menuju keluarga yang sakinah. Bersama PLP, ia memberikan training, asesmen, dan penelitian terkait konseling, bekerja sama dengan beberapa atase ATDIKBUD Belanda dan Mesir untuk memberikan konseling online kepada mahasiswa selama pandemik. | ||
| Baris 37: | Baris 33: | ||
Dalam pandangan Fadhilah, KUPI memiliki tantangan dalam membumikan perspektif keadilan gender terutama ketika berhadapan dengan tokoh-tokoh agama dan cendekiawan yang masih patriarkis. Sehingga diperlukan strategi dan cara untuk berkomunikasi dan mensosialisasikan perpektif keadilan gender kepada semua kalangan, baik laki-laki maupun perempuan. Pemikiran dan gerakan KUPI diaplikasikan di dalam pekerjaan masing-masing peserta kongres dan kemudian dikembalikan lagi pada KUPI untuk diskusi dan masukan. Dengan demikian, KUPI dapat menjangkau seluruh daerah di Indonesia | Dalam pandangan Fadhilah, KUPI memiliki tantangan dalam membumikan perspektif keadilan gender terutama ketika berhadapan dengan tokoh-tokoh agama dan cendekiawan yang masih patriarkis. Sehingga diperlukan strategi dan cara untuk berkomunikasi dan mensosialisasikan perpektif keadilan gender kepada semua kalangan, baik laki-laki maupun perempuan. Pemikiran dan gerakan KUPI diaplikasikan di dalam pekerjaan masing-masing peserta kongres dan kemudian dikembalikan lagi pada KUPI untuk diskusi dan masukan. Dengan demikian, KUPI dapat menjangkau seluruh daerah di Indonesia | ||
== Penghargaan dan Prestasi == | == Penghargaan dan Prestasi == | ||
Karena kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdiannya dalam dunia pendidikan sebagai dosen, ia mendapatkan apresiasi, yaitu Penghargaan Satya Lencana 10 Tahun, Penghargaan Satya Lencana 20 Tahun dan Penghargaan Satya Lencana 30 Tahun. | Karena kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdiannya dalam dunia pendidikan sebagai dosen, ia mendapatkan apresiasi, yaitu Penghargaan Satya Lencana 10 Tahun, Penghargaan Satya Lencana 20 Tahun dan Penghargaan Satya Lencana 30 Tahun. | ||
== Karya-Karya: == | == Karya-Karya: == | ||
Fadhilah menghasilkan karya-karya berupa buku sesuai bidang keahliannya dalam Psikologi. Buku-bukunya antara lain: ''Psikologi Umum'' (Desember, 2005), ''Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Islam'' (Desember, 2005), ''Peran Sikap, Norma Subjektif dan Perceived Behavior Control terhadap Intensi Merokok Dikalangan Civitas Akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta'' (Desember, 2008), ''Psikologi Pendidikan'' (Desember, 2008); ''Psikologi Pendidikan, Implementasi dalam Pembelajaran'' (2021); dan ''Layanan Keberbakatan pada Siswa Madrasah'' (2021). | Fadhilah menghasilkan karya-karya berupa buku sesuai bidang keahliannya dalam Psikologi. Buku-bukunya antara lain: ''Psikologi Umum'' (Desember, 2005), ''Psikologi Pendidikan dalam Perspektif Islam'' (Desember, 2005), ''Peran Sikap, Norma Subjektif dan Perceived Behavior Control terhadap Intensi Merokok Dikalangan Civitas Akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta'' (Desember, 2008), ''Psikologi Pendidikan'' (Desember, 2008); ''Psikologi Pendidikan, Implementasi dalam Pembelajaran'' (2021); dan ''Layanan Keberbakatan pada Siswa Madrasah'' (2021). | ||