15.259
suntingan
| Baris 1: | Baris 1: | ||
{{Infobox person|name=Eka Srimulyani|birth_date=Latong, 19 Fabruari 1977|image=|imagesize= | {{Infobox person|name=Eka Srimulyani|birth_date=Latong, 19 Fabruari 1977|image=Berkas:NO PHOTO.jpg|imagesize=220px|known for=*Penulis buku Berjuang untuk Seimbang (2020) | ||
*Tiga entry untuk Encyclopaedia of Islam terbitan E.J. Brill Leiden | *Tiga entry untuk Encyclopaedia of Islam terbitan E.J. Brill Leiden | ||
*Women from Traditional Islamic Education Institutions in Indonesia: Negotiating Public Space (2012)|occupation=*Akademisi dan Guru Besar Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh | *Women from Traditional Islamic Education Institutions in Indonesia: Negotiating Public Space (2012)|occupation=*Akademisi dan Guru Besar Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh | ||
| Baris 5: | Baris 5: | ||
*Tenaga ahli di Bapeda, Tim Pemeriksa Daerah untuk DKPP Provinsi Aceh (berakhir bulan April 2021) | *Tenaga ahli di Bapeda, Tim Pemeriksa Daerah untuk DKPP Provinsi Aceh (berakhir bulan April 2021) | ||
*Gender Specialist, dan peneliti di International Center for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS)}} | *Gender Specialist, dan peneliti di International Center for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS)}} | ||
'''Eka Srimulyani''' lahir di Latong pada 19 Februari 1977. Ia mengabdi sebagai dosen di almamaternya, UIN Ar-Raniry Aceh. Pada awal tahun 2015, Eka yang mengajar di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh ini berhasil meraih gelar profesor, suatu jabatan tertinggi dalam dunia akademik. Di Aceh, Eka aktif terlibat dalam berbagai riset dan kerja-kerja pengabdian pada masyarakat lewat berbagai forum dan kegiatan yang ada. Sementara itu pada penyelenggaraan [[KUPI]] yang pertama di Pesantren Kebon Jambu, Cirebon, ia menjadi salah satu narasumber pada International Conference satu panel bersama Siti Ruhaini Dzuhayatin dan duta besar Afganistan untuk Indonesia. | '''Eka Srimulyani''' lahir di Latong pada 19 Februari 1977. Ia mengabdi sebagai dosen di almamaternya, UIN Ar-Raniry Aceh. Pada awal tahun 2015, Eka yang mengajar di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh ini berhasil meraih gelar profesor, suatu jabatan tertinggi dalam dunia akademik. Di Aceh, Eka aktif terlibat dalam berbagai riset dan kerja-kerja pengabdian pada masyarakat lewat berbagai forum dan kegiatan yang ada. Sementara itu pada penyelenggaraan [[KUPI]] yang pertama di Pesantren Kebon Jambu, Cirebon, ia menjadi salah satu narasumber pada International Conference satu panel bersama [[Siti Ruhaini]] Dzuhayatin dan duta besar Afganistan untuk Indonesia. | ||
== Riwayat Hidup == | == Riwayat Hidup == | ||