Eka Srimulyani: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
49 bita ditambahkan ,  26 Agustus 2021 12.34
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi '{{Infobox person|name=Eka Srimulyani|birth_date=Latong, 19 Fabruari 1977|image=|imagesize=180px|known for=*Penulis buku Berjuang untuk Seimbang (2020) *Tiga entry untu...')
 
Baris 27: Baris 27:


== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
== Tokoh dan Keulamaan Perempuan ==
Perempuan yang telah mempublikasikan banyak riset ini mengaku terlalu berlebihan jika dirinya disebut sebagai ulama perempuan. Ia hanya menjalankan prinsipnya untuk terus bermanfaat bagi orang lain dengan beraktivitas baik di lingkup akademik maupun non-akademik. Ia bersyukur, selama ini ia tidak menemukan kesulitan atau hambatan, misalnya, berkaitan dengan pandangan sebelah mata masyarakat atas kemampuan dan kapasitasnya sebagai perempuan.
Perempuan yang telah mempublikasikan banyak riset ini mengaku terlalu berlebihan jika dirinya disebut sebagai [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]]. Ia hanya menjalankan prinsipnya untuk terus bermanfaat bagi orang lain dengan beraktivitas baik di lingkup akademik maupun non-akademik. Ia bersyukur, selama ini ia tidak menemukan kesulitan atau hambatan, misalnya, berkaitan dengan pandangan sebelah mata masyarakat atas kemampuan dan kapasitasnya sebagai perempuan.


Eka adalah seorang ''long life learner''. Meski sudah menjadi seorang profesor, ia merasa masih banyak hal yang harus dipelajari. “Hal-hal kecil sering terlupakan ketika kita terlalu fokus pada hal besar,” ucapnya. Belajar menurutnya bisa dilakukan di mana saja dan dari siapa saja, termasuk dari mahasiswa. Baginya, dialektika dan prosesnya bersama mahasiswa juga merupakan pelajaran berharga. Cara mahasiswa membangun kerja sama dan membentuk [[komunitas]] serta tim yang solid menurutnya adalah hal yang sepatutnya tidak dilewatkan. “Ketika ada kesempatan secara intensif mempelajari sesuatu, itu adalah kesempatan berharga,” ucapnya.
Eka adalah seorang ''long life learner''. Meski sudah menjadi seorang profesor, ia merasa masih banyak hal yang harus dipelajari. “Hal-hal kecil sering terlupakan ketika kita terlalu fokus pada hal besar,” ucapnya. Belajar menurutnya bisa dilakukan di mana saja dan dari siapa saja, termasuk dari mahasiswa. Baginya, dialektika dan prosesnya bersama mahasiswa juga merupakan pelajaran berharga. Cara mahasiswa membangun kerja sama dan membentuk [[komunitas]] serta tim yang solid menurutnya adalah hal yang sepatutnya tidak dilewatkan. “Ketika ada kesempatan secara intensif mempelajari sesuatu, itu adalah kesempatan berharga,” ucapnya.
Baris 67: Baris 67:


{|
{|
|Penulis
|'''Penulis'''
|:
|''':'''
|<nowiki>- Riyana  Rizki Yuliatin</nowiki>
|'''- Riyana  Rizki Yuliatin'''
|-
|-
|
|
|
|
|<nowiki>- Masyithah Mirza</nowiki>
|'''- Masyithah Mirza'''
|-
|-
|Editor
|'''Editor'''
|:
|''':'''
|Nor  Ismah
|'''Nor  Ismah'''
|-
|-
|Reeviewer
|'''Reviewer'''
|:
|''':'''
|Faqihuddin Abdul  Kodir
|'''[[Faqihuddin Abdul  Kodir]]'''
|}
|}
[[Kategori:Tokoh]]
[[Kategori:Tokoh]]

Menu navigasi