15.259
suntingan
| Baris 3: | Baris 3: | ||
|Sumber Original | |Sumber Original | ||
|: | |: | ||
| | |Republika | ||
|- | |- | ||
|Tanggal Publikasi | |Tanggal Publikasi | ||
|: | |: | ||
| | |28 April 2017 | ||
|- | |- | ||
|Penulis | |Penulis | ||
| Baris 15: | Baris 15: | ||
|Artikel Lengkap | |Artikel Lengkap | ||
|: | |: | ||
|[ | |Tantangan [[Ulama Perempuan]] di Negaranya | ||
|} | |} | ||
Lazim diketahui, ruang gerak perempuan di Arab Saudi tak sebebas negara-negara lain, termasuk Indonesia. Menurut masyarakat Arab, hal itu merupakan bentuk perlindungan dan penghormatan kaum hawa. Bicara perempuan Arab Saudi semakin kompleks lantaran minimnya keterlibatan di sektor politik, ekonomi dan sosial. Maka dari itu, “sebagai [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]], kita memiliki tanggung jawab menyebarkan Islam moderat yang menyampaikan kesetaraan dan kemanusiaan,” tutur seorang [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] asal Arab Saudi, Hatoon Al-Fasi, saat hadir dalam [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia|kongres ulama perempuan Indonesia]] ([[KUPI]]) di pondok pesantren Kebon Jambu Al Islamy, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kemarin. | Lazim diketahui, ruang gerak perempuan di Arab Saudi tak sebebas negara-negara lain, termasuk Indonesia. Menurut masyarakat Arab, hal itu merupakan bentuk perlindungan dan penghormatan kaum hawa. Bicara perempuan Arab Saudi semakin kompleks lantaran minimnya keterlibatan di sektor politik, ekonomi dan sosial. Maka dari itu, “sebagai [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]], kita memiliki tanggung jawab menyebarkan Islam moderat yang menyampaikan kesetaraan dan kemanusiaan,” tutur seorang [[Ulama Perempuan|ulama perempuan]] asal Arab Saudi, Hatoon Al-Fasi, saat hadir dalam [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia|kongres ulama perempuan Indonesia]] ([[KUPI]]) di pondok pesantren Kebon Jambu Al Islamy, Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, kemarin. | ||
| Baris 40: | Baris 39: | ||
Ulama perempuan pun membangun pandangan yang melawan kebiasaan masyarakat seperti dengan meningkatkan kapasitas dari guru agar bisa membangun toleransi. “kami melakukan kegiatan kreatif sehingga mereka bisa belajar dan diakui. Namun, pekerjaan kami mengandung resiko karena kami ingin mengubah pola pikir di masyarakat,” kata Mossarat. | Ulama perempuan pun membangun pandangan yang melawan kebiasaan masyarakat seperti dengan meningkatkan kapasitas dari guru agar bisa membangun toleransi. “kami melakukan kegiatan kreatif sehingga mereka bisa belajar dan diakui. Namun, pekerjaan kami mengandung resiko karena kami ingin mengubah pola pikir di masyarakat,” kata Mossarat. | ||
[[Kategori:Berita]] | [[Kategori:Berita]] | ||
[[Kategori:Berita Kongres 1]] | [[Kategori:Berita Kongres 1]] | ||