KUPI Perkuat Peran Ulama Perempuan dalam Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
(←Membuat halaman berisi ''''Info Artikel''' {| |Sumber Original |: |[https://fahmina.id/kupi-perkuat-peran-ulama-perempuan-dalam-mewujudkan-kesetaraan-dan-keadilan/ Fahmina] |- |Penulis |: |Za...')
 
 
Baris 18: Baris 18:
|}
|}


[[Berkas:BrtKUPI 2025-01-29.jpg|jmpl|500x500px]]
[[File:BrtKUPI 2025-01-29.jpg|jmpl|500x500px]]
Keberadaan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) semakin diakui baik oleh masyarakat maupun pemerintah sebagai forum gerakan yang strategis dalam pemberdayaan dan advokasi keadilan gender. Dalam berbagai persoalan, pemerintah bahkan secara khusus mempertimbangkan [[fatwa]] yang dikeluarkan oleh KUPI sebagai rujukan dalam pengambilan kebijakan.
Keberadaan Kongres [[Ulama Perempuan]] Indonesia ([[KUPI]]) semakin diakui baik oleh masyarakat maupun pemerintah sebagai forum gerakan yang strategis dalam pemberdayaan dan advokasi keadilan gender. Dalam berbagai persoalan, pemerintah bahkan secara khusus mempertimbangkan [[fatwa]] yang dikeluarkan oleh KUPI sebagai rujukan dalam pengambilan kebijakan.


Baris 27: Baris 27:
Sebagai bagian dari penguatan gerakan, KUPI mengusung dua pendekatan strategis dalam menyikapi isu-isu global. Pertama, membangun solidaritas untuk merespons krisis global yang mengancam hak-hak perempuan, seperti yang terjadi di Afghanistan, Iran, Suriah, dan Xinjiang, Tiongkok. Kedua, memperkuat [[jaringan]] ulama perempuan di berbagai negara agar gerakan KUPI semakin bergaung di tingkat global.
Sebagai bagian dari penguatan gerakan, KUPI mengusung dua pendekatan strategis dalam menyikapi isu-isu global. Pertama, membangun solidaritas untuk merespons krisis global yang mengancam hak-hak perempuan, seperti yang terjadi di Afghanistan, Iran, Suriah, dan Xinjiang, Tiongkok. Kedua, memperkuat [[jaringan]] ulama perempuan di berbagai negara agar gerakan KUPI semakin bergaung di tingkat global.


Sebagai salah satu penyangga utama KUPI, Yayasan Fahmina berkomitmen untuk mengawal gerakan ini. Pada tahun 2024-2026, Fahmina bersama lima [[lembaga]] lainnya—[[Alimat]], Gusdurian, AMAN, dan Rahima—melaksanakan program penguatan KUPI.
Sebagai salah satu penyangga utama KUPI, Yayasan Fahmina berkomitmen untuk mengawal gerakan ini. Pada tahun 2024-2026, Fahmina bersama lima [[lembaga]] lainnya—[[Alimat]], [[GUSDURian|Gusdurian]], AMAN, dan Rahima—melaksanakan program penguatan KUPI.


Ketua Yayasan Fahmina, [[Faqihuddin Abdul Kodir]], menyampaikan bahwa ada dua fokus utama yang ingin dicapai. “Pertama, memastikan seluruh rencana pengkaderan ulama perempuan teridentifikasi dengan baik. Kedua, mereview kurikulum pengkaderan, terutama metodologi fatwa KUPI yang berbasis ma’ruf, [[mubadalah]], dan keadilan hakiki,” jelasnya.
Ketua Yayasan Fahmina, [[Faqihuddin Abdul Kodir]], menyampaikan bahwa ada dua fokus utama yang ingin dicapai. “Pertama, memastikan seluruh rencana [[Pengkaderan Ulama Perempuan|pengkaderan ulama perempuan]] teridentifikasi dengan baik. Kedua, mereview kurikulum pengkaderan, terutama [[Metodologi Fatwa KUPI|metodologi fatwa KUPI]] yang berbasis ma’ruf, [[mubadalah]], dan [[Keadilan Hakiki|keadilan hakiki]],” jelasnya.


Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas restrukturisasi organisasi Fahmina untuk periode 2024-2029, yang kini menambahkan Dewan Kebijakan/Konsultan sebagai bagian dari struktur baru.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas restrukturisasi organisasi Fahmina untuk periode 2024-2029, yang kini menambahkan Dewan Kebijakan/Konsultan sebagai bagian dari struktur baru.

Menu navigasi