15.259
suntingan
| Baris 23: | Baris 23: | ||
* ''[[Siti Maimunah]], Ecofeminist asal Indonesia mengatakan konsolidasi KUPI memperlihatkan bagaimana keseharian perempuan sangat erat kaitannya dengan relasi kuasa. Krisis jamak yang terjadi menjadikan posisi perempuan semakin sulit.'' | * ''[[Siti Maimunah]], Ecofeminist asal Indonesia mengatakan konsolidasi KUPI memperlihatkan bagaimana keseharian perempuan sangat erat kaitannya dengan relasi kuasa. Krisis jamak yang terjadi menjadikan posisi perempuan semakin sulit.'' | ||
[[Berkas:BrtKUPI 2025-08-03 (1).jpg|jmpl|400x400px|<small>Siti Maimunah, Ecofeminist asal Indonesia saat paparan pada konsolidasi KUPI di Yogyakarta, pada 22-24 Juli 2025. Foto: Wulan Yanuarwati/Mongabay Indonesia.</small>]] | |||
Para ulama perempuan juga berupaya menguatkan perlindungan lingkungan. Pada 22-24 Juli lalu, puluhan ulama perempuan yang tergabung dalam [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] (KUPI) berkumpul di Yogyakarta,untuk konsolidasi pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah. | Para ulama perempuan juga berupaya menguatkan perlindungan lingkungan. Pada 22-24 Juli lalu, puluhan ulama perempuan yang tergabung dalam [[Kongres Ulama Perempuan Indonesia]] (KUPI) berkumpul di Yogyakarta,untuk konsolidasi pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah. | ||
| Baris 42: | Baris 43: | ||
Sebagai pilar demokrasi, KUPI juga meminta media konsisten menyuarakan kepentingan rakyat, alih-alih menjadi corong oligarki. | Sebagai pilar demokrasi, KUPI juga meminta media konsisten menyuarakan kepentingan rakyat, alih-alih menjadi corong oligarki. | ||
[[Berkas:BrtKUPI 2025-08-03 (2).jpg|jmpl|400x400px|<small>Konsolidasi pelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah oleh KUPI di Yogyakarta, pada 22-24 Juli 2025. Foto : Wulan Yanuarwati/Mongabay Indonesia.</small>]] | |||
=== Fatwa Haram === | === Fatwa Haram === | ||